
Memberitakan Injil adalah sebuah perintah, yang berarti wajib dan harus dilakukan oleh semua orang percaya. Bagaimana apabila orang Kristen tidak memberitakan Injil? Artinya orang tersebut sedang melawan Tuhan (Matius 12:30), dan Ia pasti akan menuntut pertanggungjawaban atasnya (Yehezkiel 3:18). Di ayat lain dikatakan, terkutuklah orang yang melalaikan pekerjaan Tuhan (Yeremia 48:10).
Namun, kita memerlukan keberanian dalam memberitakan Injil, karena kita pasti akan menghadapi tantangan bahkan ancaman. Inilah yang dialami oleh semua murid Kristus sejak jaman gereja mula-mula hingga saat ini. Karenanya, kita perlu bertekun dalam berdoa, agar Roh Kudus memberikan kita keberanian untuk menunaikan Amanat-Nya (Kisah Para Rasul 4:29-31).
Berani di sini bukan karena kita kuat, tetapi karena doa. Kehidupan doa yang dibangun dengan tekun, akan membuat kita selalu penuh dengan Roh Kudus, sehingga mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda akan menyertai pemberitaan Injil yang kita lakukan.
Jangan takut untuk memberitakan Injil, karena Roh Kudus sudah diberikan bagi orang percaya untuk membantu kita bersaksi. Bangunlah keintiman dengan Tuhan melalui doa, perenungan firman Tuhan dan komitmen untuk taat melakukan perintah-Nya. Maka, tanda-tanda ajaib pasti menyertai pemberitaan Injil kita dan banyak jiwa akan dibawa kepada Kristus.
Memberitakan Injil tidak berarti harus selalu berkhotbah, namun melalui kebaikan, perhatian, sikap dan tutur kata yang menyenangkan orang lain, Anda sedang membuka pintu untuk menyampaikan Injil. Mulailah dengan hal kecil dan sederhana tersebut.
GBI Pasir Koja 39 Bandung