HAND, FOOT, AND MOUTH DISEASE (HFMD)

            Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut (PTKM) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Coxsackie dan Human Enterovirus 71 (HEV 71). Disebut flu Singapura, karena pertengahan September tahun 2000 lalu, HFMD pernah merebak di Singapura. Pemerintah Singapura bahkan sampai menganjurkan agar seluruh restoran siap saji, kolam renang, dan tempat bermain anak-anak ditutup sementara setelah tiga anak diberitakan meninggal karena diduga terkena penyakit tersebut.

            HFMD umumnya diawali dengan demam singkat 1-2 hari, nyeri tenggorokan/menelan, nafsu makan yang menurun, dan nyeri/tidak enak badan. Setelah itu timbul bintik-bintik merah di rongga mulut yang kemudian pecah menjadi sariawan, timbul ruam-ruam kulit dan bintik-bintik merah di telapak tangan dan kaki. Kelainan selaput lendir dan kulit terutama melibatkan rongga mulut, telapak tangan dan kaki, namun dapat juga timbul di tungkai, lengan, bokong dan kulit sekitar kemaluan. Orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh baik mungkin saja terinfeksi, namun tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik).

Komplikasi HFMD: lesi di daerah mulut dapat menyebabkan kesulitan minum dan makan sehingga anak mengalami dehidrasi, kasus HFMD berat seperti meningitis (radang selaput otak) mengakibatkan pasien harus dirawat intensif, beberapa kasus HFMD dapat menyebabkan komplikasi berupa lepasnya kuku jari tangan dan kaki dan terjadi beberapa minggu setelah fase akut HFMD. Meskipun demikian, kelainan ini bersifat sementara dan kuku dapat tumbuh kembali.

            HFMD menular melalui kontak langsung cairan hidung dan tenggorok, air liur, lesi kulit yang pecah (kontak dengan objek atau permukaan yang tercemar oleh virus HFMD: memegang gagang pintu, permukaan meja, perabotan yang tercemar virus tersebut, dll) dan tinja pasien. Masa penularan terbesar adalah pada minggu pertama sakit.

            Tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD, pengobatan bersifat simptomatik untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkannya. Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi demam dan nyeri. Kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering juga membantu menurunkan demam anak. Pada anak yang lebih besar, kumur-kumur dengan obat kumur dapat mengurangi nyeri akibat luka-luka di mulut.

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah HFMD. Oleh karena itu, penderita HFMD sebaiknya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut. Kejadian luar biasa/KLB (outbreak) dapat terjadi di berbagai negara dan lebih sering ditemukan di beberapa negara di Asia Tenggara, terutama di lingkungan tertutup dan padat seperti sekolah, panti asuhan, asrama, pondok pesantren, dan tempat penitipan anak. Risiko penularan dapat diturunkan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun (CTPS). Upaya untuk mencegah infeksi HFMD dapat dilakukan dengan cara tidak membuang ludah dan menyentuh mulut dan mata sembarang, membiasakan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin, serta membersihkan tangan setiap kali setelah menyentuh permukaan yang kotor dan sebelum makan.

Oleh: Dr. Zeffry

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …