Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2:11)
Seorang Janda tua tampak sedang merenung di rumahnya, tadi pagi bapak Gembala mengumumkan bahwa gereja memerlukan dana untuk membangun gedung gereja karena jemaat sudah semakin banyak sampai tidak ada tempat lagi untuk jemaat duduk, ”ini waktunya untuk membangun” demikian kata Gembalanya, dengan sedih dia melihat tidak ada benda berharga di rumahnya yang bisa disumbangkan. Akhirnya setelah mencari-cari, dia ingat mempunyai mangkok makan dan sumpit yang masih cukup baik, ”ah ini saja yang akan saya berikan” katanya dalam hati, “saya masih bisa makan dengan mangkok yang lain walaupun sudah sedikit gompal dan sumpit yang lama.” Pada hari Minggu dengan rasa malu dia membungkus satu-satu benda yang berharga itu dengan kain dan membawanya ke gereja. Ketika tiba waktunya untuk menyerahkan sumbangan, dia berjalan ke depan dan memberikannya kepada sang Gembala dengan berlinang air mata. Sang Gembala menerimanya dengan menangis dan jemaat yang melihatnya turut menangis haru, seorang pengusaha yang hadir pada saat itu tersentuh dan maju ke depan, “saya akan membeli mangkok dan sumpit ini dengan harga yang sangat mahal” katanya, “ini terlalu berharga dan tak ternilai.” Peristiwa ini membuat seluruh gereja bergemuruh, semua yang hadir tersentuh sehingga terjadi gerakan besar untuk mengumpulkan dana, Gereja Yoido Full Gospel Church pun terbangun, yang sekarang menjadi gereja terbesar di dunia dengan Gembalanya Rev. DR. David Yonggi Cho.
Tindakan kasih yang tulus selalu membawa dampak bagi banyak orang. Bapa telah memberikan yang terbaik, yakni anak-Nya sendiri untuk menebus dosa manusia, Yesus memberi diri-Nya untuk menjadi manusia yang terbatas, lahir dari keluarga sederhana, menjadi tulang punggung keluarga dan kemudian melayani 3,5 tahun lamanya sebelum menderita, dihina dan mati disalibkan. Pemberian terindah dari seorang Anak Manusia. Orang-orang Majus menempuh perjalanan yang sangat panjang dan berbahaya hanya untuk menghantarkan pemberian bagi bayi Yesus. Apa yang akan kita berikan bagi Dia sang Raja?
Oleh: Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung