GAYA HIDUP YANG BERDOA

GAYA HIDUP YANG BERDOA - Markus 1:35. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi ...
Oleh: Yanuar

Markus 1:35.
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. GAYA HIDUP YANG BERDOA

Dalam ayat di atas, dikatakan mengenai gaya hidup Kristus yang pagi-pagi benar berdoa. Tuhan Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa sendirian, hal ini menunjukkan, bahwa Tuhan Yesus memiliki kebiasaan untuk menyendiri dan berdoa guna mengajarkan kepada kita untuk berlaku seperti itu, agar kita bebas bercakap-cakap dengan Allah dan hati kita sendiri. GAYA HIDUP YANG BERDOA

Tuhan Yesus juga mengajarkan kepada para murid untuk berdoa, sebelum melakukan seluruh pelayanannya. Ia datang mendekat kepada Bapa di Sorga, sehingga sepanjang hari itu, kita tidak jatuh dalam pencobaan dan berbuat dosa. Bahkan ketika kita berada dalam ketakutan dan bahaya pencobaan, kita tidak boleh berkeinginan meninggalkan Tuhan Yesus, melainkan kita harus tetap berdoa supaya kita terhindar dari dosa. GAYA HIDUP YANG BERDOA

Hal yang terpenting dalam sebuah doa ialah Tuhan Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya dan kepada kita sekarang ini, bahwa sudah menjadi kehendak-Nya untuk kita senantiasa mencari wajah Bapa sebelum kita memulai sepanjang hari. Hal itu penting agar kita tetap terhubung dengan Roh Kudus dalam menjalani seluruh kehidupan kita serta menerima tuntunan Roh Kudus yang membawa kita kepada jalan kebenaran-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan juga, bahwa dalam berdoa kita harus mengutamakan kehendak Bapa yang terjadi dalam kehidupan kita, bukan kehendak kita yang terjadi.

Kemudian, dalam Lukas 6:12-16 Tuhan Yesus memberikan keteladanan untuk kita berdoa terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan penting dalam hidup, supaya setiap keputusan yang kita ambil berdasarkan kehendak Tuhan yang sempurna.

Dalam Matius 26:36-44, Tuhan Yesus juga memberikan sebuah keteladanan yang patut kita ikuti, yaitu bahwa dalam ketakutan yang sangat Ia makin bersungguh-sungguh berdoa. Sementara penderitaan dan kesusahan semakin bertambah di dalam diri-Nya, Ia semakin teguh di dalam doa. Bukan berarti sebelum itu doa-doa-Nya dingin dan tidak bersungguh-sungguh, tetapi sekarang doa-doa-Nya menjadi semakin kuat dan teguh, yang dinyatakan dalam suara dan sikap tubuh-Nya. Hal ini mengajarkan kepada kita, bahwa semakin hebat ketakutan kita, semakin hidup, kuat dan teguh doa-doa kita seharusnya.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Tuhan Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Bapa, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Sehingga setiap musuh-musuh dalam hidup kita telah Ia taklukkan di bawah kaki-Nya dan karena kemenangan-Nya itu, Ia telah menjadikan kita menjadi umat yang lebih dari pemenang oleh Dia yang mengasihi kita. Amin.

Untuk membaca artikel lainnya silahkan klik disini  

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …