
Setiap orang tentu mendambakan kulit yang sehat dan terawat. Namun, ada satu kondisi yang cukup sering dialami terutama oleh para wanita, yaitu munculnya bercak atau flek hitam di wajah yang dikenal dengan istilah melasma. Bercak ini biasanya timbul di pipi, dahi, hidung, atau dagu, dan seringkali membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Walaupun melasma tidak berbahaya dan bukan penyakit menular, kondisi ini dapat menimbulkan beban psikologis karena berhubungan dengan penampilan sehari-hari. Banyak orang yang berusaha menutupinya dengan make-up atau mencoba berbagai cara perawatan tanpa memahami penyebabnya. Sebagai umat Tuhan, merawat kesehatan tubuh kita sendiri termasuk kulit merupakan bentuk syukur atas karunia-Nya. Dengan mengenal apa itu melasma, penyebab, serta cara merawatnya, kita dapat lebih bijaksana dalam menjaga kesehatan kulit dan tetap bersyukur dalam segala keadaan.
Melasma adalah bercak-bercak yang berwarna kecokelatan atau lebih gelap dibandingkan warna kulit. Melasma umumnya muncul di kulit wajah dan lebih sering dialami oleh wanita, terutama ibu hamil. Melasma biasanya muncul di kulit wajah, terutama bagian pipi, dahi, dan dagu. Meski jarang terjadi, penyakit kulit ini bisa timbul di lengan atau leher. Melasma merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan bisa memudar dengan sendirinya atau dengan pengobatan dari dokter.
Penyebab Melasma
Melasma terjadi karena kulit membentuk melanin lebih banyak pada area tertentu. Kelebihan melanin ini menghasilkan bercak-bercak kecokelatan atau lebih gelap dibandingkan warna kulit.
Pembentukan melanin berlebih bisa terjadi karena faktor-faktor, seperti:
– Genetik
– Paparan sinar matahari
– Hormonal, terutama ketika hamil, menggunakan kontrasepsi hormonal, atau menjalani terapi hormonal
– Penyakit tiroid
– Stres
– Penggunaan produk perawatan kulit dan kosmetik yang mengandung pewangi
– Paparan sinar ultraviolet dari alat untuk menggelapkan kulit (tanning bed)
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat antikejang, diethylstilbestrol untuk kanker prostat, antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan retinoid
Gejala Melasma
Melasma ditandai dengan bercak-bercak berwarna kecokelatan yang muncul di dahi, pipi, hidung, dan dagu. Meski jarang terjadi, bercak tersebut juga bisa muncul di leher, lengan, atau punggung tangan. Selain bercak-bercak kecokelatan di kulit, melasma tidak menimbulkan keluhan lain, seperti sensasi terbakar, nyeri, atau gatal. Meski demikian, melasma bisa mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak percaya diri.
Pengobatan Melasma
Melasma yang terjadi akibat perubahan hormon saat hamil bisa hilang setelah melahirkan. Sementara itu, melasma yang disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu bisa sembuh setelah penderitanya berhenti minum obat tersebut. Bila melasma dirasa mengganggu penampilan, penderita dapat menggunakan kosmetik untuk menyamarkan flek hitam. Jika cara tersebut kurang efektif, dokter dapat memberikan tindakan pengobatan meliputi tabir surya, obat-obatan oles, chemical peeling, terapi laser.
Pencegahan Melasma
Pada sebagian besar kasus, melasma sulit dicegah, terutama yang disebabkan oleh genetik dan kehamilan. Namun, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan kulit guna mengurangi risiko terjadinya melasma. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah:
– Melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang terik dengan mengenakan pakaian lengan panjang, topi, kacamata hitam, dan mengoleskan tabir surya dengan SPF 30+
– Memilih produk perawatan kulit yang bertekstur lembut dan tanpa pewangi
– Mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan kulit dan makanan sumber vitamin D, seperti ikan laut, jamur, susu, dan telur.
GBI Pasir Koja 39 Bandung