Encounter with God artinya pengalaman perjumpaan dengan Tuhan, Alkitab mencatat bahwa ketika seseorang mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka ia akan mengalami perubahan radikal dalam kehidupannya seperti yang dialami oleh Zakheus sang pemungut cukai (Luk. 19:1-10) dan juga Saulus (Kis. 9:1-18). Jadi ketika seseorang berjumpa dengan Tuhan dipastikan akan mengalami perubahan yang luar biasa dalam hidupnya. Pribadi manusia yang negatif ketika bertemu dengan pribadi Allah maka ia dipastikan akan memiliki kehidupan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Kerinduan Allah bukan hanya menyelamatkan tetapi menjadikan manusia sebagai mitra-Nya dalam misi penyelamatan dunia ini (Mat. 4:18-22).
GBI Pasirkoja 39 Cab. Bandung Selatan mengadakan Retreat Encounter Pemuda pada tanggal 15-16 Februari 2018 di Villa Istana Bunga Lembang dengan tujuan mempersiapkan pemuda menjadi care leader sebagai ujung tombak dalam penjangkauan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Acara Retreat Encounter ini dibagi dalam 3 sesi :
1). Sesi pertama oleh Pdp. Dr. Ferry Simanjuntak (Ketua Dept. Care Cell GBI Pasirkoja 39 Bandung). Bahwa dalam diri setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus ada kuasa untuk mengusir setan-setan, melepaskan orang dari belenggu / ikatan roh-roh jahat, menyembuhkan orang sakit (Mrk. 16:17-18). Orang-orang percaya pun perlu dibersihkan atau dilepaskan dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan beban masa lalu kita agar bisa dipakai oleh Allah secara maksimal serta berbuah bagi Kerajaan-Nya (Yoh. 15:1-8). Sesudah Firman Tuhan disampaikan, setiap peserta dipanggil satu persatu dan dilayani secara pribadi oleh para hamba Tuhan sesuai kelompok masing-masing. Dalam sesi pelayanan pribadi ini masing-masing peserta menerima pelayanan pelepasan terhadap belenggu masa lalu, kebiasaan buruk, kutuk-kutuk nenek moyang, kepahitan, kekecewaan dan kesembuhan luka batin.
2). Sesi kedua oleh Bapak Ofir Tanau (Wakil Gembala Cabang Bandung Selatan), diawali dengan renungan pagi yang diambil dari Yohanes 15:1-8, membahas hubungan antara manusia dengan Allah Sang Pencipta, tanpa relasi yang intim antara Allah dengan manusia maka manusia dipastikan tidak dapat hidup berkenan kepada-Nya. Hubungan itu dibangun dengan menyiapkan waktu untuk berdoa, pujian penyembahan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam serta setia hidup dalam komunitas orang percaya seperti care cell, ibadah raya dan lain-lain (Mzm. 1:1-3, Ibr.10:25).
3). Sesi ketiga oleh Bapak Frans Snae (Gembala Cabang Bandung Selatan) membahas firman Tuhan yang diambil dari Lukas 17:11-19, kisah sepuluh orang kusta yang telah disembuhkan, bagaimana sikap dan respon kita sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, disembuhkan, dipulihkan bahkan dilepaskan dari segala keterikatan kuasa/roh-roh dunia, apakah kita akan seperti kesembilan orang yang telah disembuhkan dan tidak memuliakan Allah atau kita memilih seperti satu orang yang kembali dan memuliakan Allah? Sebagai ungkapan syukur kita kepada-Nya marilah kita memberi hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan sehinggga dapat dipakai untuk menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya (Rm. 12:1).
Perjumpaan dengan Tuhan merupakan suatu hal yang penting untuk dialami oleh setiap kita orang-orang percaya, karena hanya melalui perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan-lah seseorang dapat memahami tujuan serta rencana Tuhan dalam kehidupannya. Sekarang kita bersyukur sebab kita adalah umat kepunyaan Allah sendiri yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, serta bangkit untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, Amin.
Oleh: Ruth Agatha
GBI Pasir Koja 39 Bandung