DOA

DOA - merupakan energi rohani positif yang memungkinkan manusia yang lemah mampu berkata kukuat dan yang miskin berkata kukaya
Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans

DOA merupakan energi rohani positif yang memungkinkan manusia yang lemah mampu berkata kukuat dan yang miskin berkata kukaya, serta sesuatu yang mustahil menjadi tiada yang mustahil bagi orang yang percaya. Demikian juga, jemaat perlu merenungkan dorongan doa ini, yang menyatakan, bahwa “Mereka yang selalu berlutut dalam doa menghadap hadirat Tuhan, akan senantiasa mampu berdiri tegak dan bertahan menghadapi gelombang badai kehidupan apa pun.” Sehingga doa merupakan salah satu kata kunci primer dan penting yang seharusnya mewarnai kehidupan iman jemaat Kristen (1 Tesalonika 5:17), ‘Tetaplah Berdoa’: Konsisten, Konstan dan Kontinyu dalam berdoa akan dapat memelihara stabilitas keintiman komunikasi dengan Kristus Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Bulan Maret tahun 2022, GBI Pasirkoja menetapkan sebagai bulan doa untuk menggerakkan jemaat dalam kelompok-kelompok care cells, seluruh aktivitas kehidupan jemaat dan kegiatan setiap komisi ke dalam perenungan tentang betapa pentingnya berdoa.

Keteladanan seorang inspirator doa, dia adalah David Brainerd, keteladanan doanya dan dalam kesehariannya terbiasa melihat hamba Allah ini berseru memohon belas kasihan Allah untuk menyelamatkan orang-orang Indian di benua Amerika. Menangis dan berdoa, membungkuk di dasar hutan yang bersalju selama berhari-hari pada waktu yang sama, berpuasa dan berdoa, memohon agar Allah menggerakkan mereka yang mendengarkannya.

Para saksi menghitung telah terjadi lebih dari satu kali, tanah yang putih berlapis salju yang baru turun ternodai oleh air ludah berdarah saat batuk yang keluar dari paru-parunya yang terinfeksi TBC. Dia memilih untuk berdoa dan melanjutkan pelayanannya, lalu berhenti dan mencoba beristirahat dengan baik. Dia meneruskan saat kekuatannya sudah pulih terkumpul kembali. Baginya adalah lebih baik kelelahan karena bekerja terlalu keras dari pada tidak dapat bekerja karena sudah “berkarat” (kaku karena lama tidak bekerja dan berdoa). Akhirnya, semua kekuatannya terkuras, dia pulang ke rumah ayah mertuanya, Jonathan Edwards, di Northampton. Mempercayakan pekerjaannya yang terbaru di antara suku Susquehanna kepada saudaranya, John, akan tetapi David Brainerd meninggal tiga bulan kemudian, pada tahun 1747.

Rentang waktu pelayanan David Brainerd kurang dari lima tahun, tetapi sayang sekali sang pendoa ini tutup usia dalam umur 29 tahun, masih sangat muda, dia telah memberikan keteladanan doa dan pengorbanan diri, seorang pendoa, dan selalu melakukan saat teduh sedemikian rupa, sehingga jurnalnya, yang diterbitkan setelah kematiannya, menginspirasi ratusan orang untuk menjadi pembawa berita sukacita (Injil) dan pemikul salib Yesus Kristus. Meskipun pelayanannya singkat dan jumlah orang yang bertobat kecil jumlahnya dan hasilnya tidak spektakuler dibandingkan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani penginjilan yang besar pada hari-hari ini, namun ratusan misionaris terdorong masuk ke ladang pelayanan lewat keteladanan doanya dan ratusan ribu orang dibawa mengenal Kristus sebagai buah pelayanannya. “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yohanes 12:24).

Tuhan pasti memberkati seluruh jemaat GBI Pasirkoja 39, dan marilah kita senantiasa membina kehidupan iman dalam keintiman komunikasi dengan Tuhan Yesus Kristus melalui doa.

Untuk membaca artikel Pesan Gembala yang lain silahkan klik disini  

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …