Pertama-tama kami mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memimpin dan menyertai acara doa KU 2 (rombongan berjumlah 17 orang) secara luar biasa di Ungaran, Semarang mulai tanggal 30 Agustus – 2 September 2017. Kami tiba di bukit doa Getsemani – Ungaran dengan antusias dan kerinduan untuk berdoa.
Ibadah pembuka diisi dengan pesan dari gembala ibadah Bpk. Pdp. Haresh T. Keswani, bahwa kita punya potensi yang sudah Tuhan berikan dan potensi itu perlu kita gali, dengan datang ke bukit doa ijinkan Tuhan bekerja dalam hidup kita dengan harapan meningkatkan doa syafaat kita. Setelah pesan dari gembala ibadah dilanjutkan dengan doa berdua-dua mendoakan berbagai pokok-pokok doa. Malam harinya kami semua berdoa di gua-gua.
Keseriusan dan kesungguhan para peserta doa Ungaran ditunjukkan dengan ketepatan waktu mengikuti acara demi acara serta seluruh tim berpuasa pada hari Jumat, 1 September 2017. Pada hari kedua diawali doa pagi di ruangan yang telah ditentukan, kemudian kami bergabung dengan acara dari bukit doa yaitu renungan dan doa, dalam renungan kami diingatkan beberapa hal yaitu motivasi mencari Tuhan, hati ukuran yang terkoneksi dengan Tuhan, apakah kita mau jadi murid atau mau jadi penonton. Dilanjutkan dengan doa pribadi di gua-gua, setelah istirahat, kami mendoakan beban-beban doa jemaat KU 2. Beban doa jemaat ini terus dibawa dalam doa-doa di gua pada waktu malam hari. Setelah berbuka puasa kami mengikut acara Worship Intercession yang diselenggarakan oleh bukit doa Getsemani. Di sini kami menikmati hadirat Tuhan melalui pujian penyembahan secara luar biasa. Acara dilanjutkan kembali dengan doa di gua-gua.
Secara pribadi saya mendapatkan sesuatu dari Tuhan yang sungguh ajaib cara Tuhan berbicara. Ketika saya berdoa di gua pada hari pertama, Tuhan berbicara: “Tingkatkan jemaat dalam doa” ketika Tuhan berbicara seperti itu saya bertanya: ”Bagaimana caranya Tuhan?” karena mengimbau sudah, mengajak sudah. Namun, kala itu Tuhan terdiam tidak berbicara apa-apa. Jumat, 1 September ketika saya berdoa di gua juga Tuhan berbicara: “Persekutuan dengan-Ku yang Aku rindukan.” Dua hal yang saya dapat ini, saya catat tanpa bilang ke siapa-siapa. Siang hari Pak Haresh mengetuk pintu kamar saya ketika saya sedang istirahat dan berbicara kepada saya: “Kita datang ke sini, ada kerinduan dan kegairahan dalam doa, namun Allah tidak dibatasi oleh tempat. Di Bandung pun ada rumah doa Trinity, Menara doa Hyper Square, Ruang Doa GBI Pasirkoja 39. Kita bisa berdoa di tempat-tempat tersebut.” Saya langsung menangkap jawaban Tuhan atas pertanyaan saya di atas melalui Pak Haresh. Bahwa, kami jemaat KU 2 akan mengobarkan api doa melalui doa-doa yang di gereja khususnya doa Senin, berdoa ke menara doa Hyper Square, dan berangkat ke rumah doa Trinity. Inilah pesan Tuhan yang ingin disampaikan dalam Doa Staf KU 2 di Ungaran. Hal ini saya sampaikan ke peserta doa Ungaran pada acara refleksi sebelum buka puasa.
Acara refleksi merupakan evaluasi diri setiap peserta doa dari aspek pribadi dan pelayanan. Selain evaluasi diri juga peserta menuangkan dalam tulisan apa yang didapat selama mengikuti doa Ungaran serta menuliskan apa komitmen yang akan dilakukan setelah pulang ke Bandung baik hubungan dengan Tuhan secara pribadi maupun aspek pelayanan setiap peserta.
Sabtu, 2 September 2017 jam 06.30 kami bersiap-siap untuk Check Out. Namun yang namanya ibu-ibu tidak lepas dari foto-foto, semua sibuk berselfie-ria mencari spot masing-masing dan bapak-bapak juga tidak mau ketinggalan, kami berfoto bersama (lihat aja foto-fotonya, ceria kan?). Kami sangat bersukacita dan menikmati perjalanan ini dengan rasa ucapan syukur kepada Tuhan Yesus karena semua perjalanan sesuai dengan rencana dan tidak kekurangan satu apa pun. Bersyukur juga kami tidak terhambat dan terjebak macet, semua perjalanan lancar jaya. Segala puji hanya bagi Allah saja. Amin. See u next trip.
Oleh: Hokie Wijaya
GBI Pasir Koja 39 Bandung