
Dalam Kitab Kisah Para Rasul 16, Paulus dan Silas mengalami penderitaan di dalam penjara akibat pemberitaan Injil kepada orang-orang yang di Filipi. Alkitab menceritakan bahwa mereka berkali-kali didera, dan dilemparkan ke dalam penjara di Filipi. Bahkan kepala penjara Filipi memasukkan Paulus dan Silas ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat, yang artinya tidak ada harapan bagi mereka untuk dapat melepaskan diri.
Hal yang sangat luar biasa adalah Paulus dan Silas menderita di dalam penjara dengan kaki terbelenggu, dan punggung terkulai, namun di tengah penderitaan ini, mereka masih berdoa dan menyanyikan pujian-pujian kepada Allah. Melalui pengalaman yang dialami oleh Paulus dan Silas ini kita dapat belajar bahwa:
- Sukacita setiap orang percaya ada di dalam hatinya dan tidak ditentukan oleh keadaan lahiriah. Penganiayaan yang terjadi dalam hidup kita tidak dapat melenyapkan damai dan sukacita, karena Tuhan Yesus Kristus adalah pokok sukacita dalam kehidupan, Selain itu dalam Yakobus 1:3-4 dikatakan bahwa ujian terhadap iman kita itu akan menghasilkan ketekunan; serta dari ketekunan tersebut kita akan memperoleh buah yang matang sehingga kita menjadi sempurna dan utuh, tak kekurangan sesuatu apa pun dihadapan Allah, Bapa kita.
- Musuh-musuh Tuhan Yesus Kristus tidak dapat menghancurkan iman dan kasih setiap orang percaya kepada Allah, karena kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati setiap orang percaya di dalam Tuhan Yesus Kristus, sehingga setiap orang percaya dapat selalu menang dalam setiap tantangan dan penganiayaan yang dialami, oleh karena Yesus telah mengasihi kita sejak kita masih orang berdosa.
- Dalam keadaan yang paling buruk sekalipun Allah senantiasa menyediakan kasih karunia yang cukup bagi mereka yang berada di dalam kehendak-Nya dan menderita oleh karena nama-Nya, karena justru di dalam setiap kelemahan kitalah kuasa Tuhan menjadi sempurna.
- Menunjukkan bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hidup setiap orang percaya yang menderita karena nama Yesus, dan Roh Kudus akan selalu setia menolong setiap orang percaya yang senantiasa melakukan kehendak Allah di dalam kehidupannya sehari-hari.
Oleh sebab itu, apapun keadaan kita saat ini, marilah senantiasa berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia dan selalu menolong kita yang dengan rela hati melakukan kehendak-Nya dalam kehidupannya sehari-hari. Amin.
Oleh: Yanuar
GBI Pasir Koja 39 Bandung