
Doa adalah suatu aspek kerohanian dalam kekristenan yang memiliki kedudukan yang penting, karena merupakan indikasi seseorang mengetahui dan mengenal Allah. Pengenalan akan Allah merupakan dasar keselamatan seseorang (Yoh. 17:3). Dalam tulisan-tulisannya, Luther memperlihatkan hubungan yang erat antara doa dengan teologi dan keterkaitannya dengan problema kehidupan manusia di dunia ini.
Luther adalah orang yang bukan hanya mengajarkan tentang doa, namun juga meneladankannya secara konsisten di dalam hidupnya. Ia adalah seorang yang sangat sibuk, tetapi memiliki jam doa yang amat konsisten. Salah satu kalimatnya yang terkenal tentang doa adalah: “Hari ini saya harus menyediakan waktu lebih banyak untuk berdoa. Sebab banyak sekali yang harus saya lakukan.”
Oleh sebab itu, di bulan Maret 2025 GBI Pasirkoja akan menekankan tentang bagaimana perlunya berdoa pada tema-tema khotbah mingguannya:
Pertama, pada awal Maret, akan menekankan, bahwa ‘Doa Adalah Nafas Hidup Orang Percaya’ (Yeh. 37:5-14; Rm. 8:11). Dalam Lukas 11:1-13 menceritakan tentang sebuah perikop yang berbicara tentang hal berdoa. Pada bagian ini, Yesus Kristus sedang mengajar para murid-Nya untuk berdoa, dan mendorong serta menyemangati mereka untuk sering, tekun, dan gigih dalam berdoa.
Kedua, penekanan mendasar, bahwa Doa Adalah Fondasi Kokoh Dalam Kekristenan (Yes. 55:6-7; Luk. 18:1). Betapa munafik dan gersangnya kita apabila tidak pernah berdoa, tidak pernah menaikkan pujian kepada Penciptanya, tidak menyadari kebaikan-Nya atau pun tidak merasa bergantung kepada-Nya. Oleh sebab itu, salah satu rancangan agung yang ada dalam kekristenan adalah untuk membantu kita berdoa.
Ketiga, perlunya mempraktekkan Doa Yang Berkenan Menurut Kehendak-Nya (1 Yoh. 5:14-15). Gaya hidup Yesus adalah doa dan berdoa. Dia selalu berdoa dan memberikan contoh serta teladan yang baik tentang berdoa. Ketika Tuhan Yesus menghadapi penyaliban-Nya, Dia tetap berpegang pada kehendak Bapa-Nya, bukan kehendak Yesus sendiri (Luk. 22:42).
Keempat, Doa Dapat Mengubah Segala Sesuatu (Daniel 6:11-14; Fil. 4:6). Karena Daniel memiliki waktu berdoa yang konsisten dan mantap, maka ancaman apa pun yang datang, dia tidak menghiraukan akibatnya, bahkan singa-singa yang lapar ketika melihat Daniel, maka singa pun tidak menyentuhnya.
Kelima, Kuasa Mujizat dalam Doa (Yoh. 14:13-14; Yak. 5:17-18). Kuasa doa dalam mujizat dunia menurut Alkitab adalah kekuatan doa yang tidak terlihat kasat mata, tetapi sangat dahsyat. Doa yang dipanjatkan dengan iman dan kesungguhan dapat menggerakkan Tuhan untuk melakukan mujizat-Nya. Apakah Anda percaya masih ada mukjizat dalam doa?
Tuhan Yesus memberkati seluruh jemaat GBI Pasirkoja. Haleluya! AMIN!
GBI Pasir Koja 39 Bandung