
“Tragedi besar kehidupan bukanlah doa yang tidak dijawab, tetapi doa yang tidak dinaikkan,” F.B. Meyer.
Kalimat di atas sungguh tepat, karena tidak ada doa yang tidak dijawab oleh Allah. Meski kadang tidak sesuai keinginan kita, tetapi Allah pasti menggantikannya dengan yang jauh lebih baik bagi kita. Meski tidak serta merta langsung kita terima, tetapi jawaban doa pasti kita dapat di waktu Tuhan yang terbaik. Namun, jika Anda dan saya tidak berdoa, sudah pasti kita tidak akan menerima apa-apa karena tidak meminta (Yakobus 4:2).
Selain itu, waktu doa adalah waktu kita berkomunikasi dengan Allah. Anda dan saya tidak dapat benar-benar menjadi seorang Kristen yang baik dan tidak berdoa, sama seperti kita tidak dapat memiliki pernikahan yang baik jika tidak berbicara dengan pasangan kita. Ya, Anda dapat menjadi seorang Kristen dan tidak berdoa, sama seperti Anda dapat menikah dan tidak berbicara dengan pasangan Anda. Tetapi dalam kedua keadaan itu Anda akan sengsara. Doa adalah saluran komunikasi antara Tuhan dan umat-Nya, antara Tuhan dan mereka yang mencintai-Nya.
Lewat karya Kristus di kayu salib, Anda dan saya sebagai orang percaya kini memiliki akses untuk menikmati hubungan dengan Bapa kapan saja dan di mana saja. Kita dapat dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia Allah, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16). Oleh sebab itu, bagi orang percaya, doa adalah hadiah terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita. Karenanya, tetaplah berdoa! (1 Tesalonika 5:17).
GBI Pasir Koja 39 Bandung