Disleksia

Disleksia merupakan suatu gangguan perkembangan anak dalam hal keberbahasaan baik tulisan, lisan maupun berbahasa sosial.

Umumnya, kesulitan yang dialami adalah melihat huruf atau kata seperti terbolak-balik, misalnya huruf “b” terlihat seperti “d”. Semakin dini disleksia pada anak terdeteksi berpengaruh terhadap keefektifan terapi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda disleksia pada anak. Derajat disleksia dapat beragam pada setiap orang yang mengalaminya. Sebenarnya gejala disleksia dapat ditemukan dalam segala usia. Namun, biasanya gejala disleksia sulit untuk dikenali hingga anak memasuki usia sekolah, namun mulai bisa dideteksi sejak anak berusia 3 – 4 tahun saat anak hanya bisa berbahasa lisan, misalnya saat harus menyebutkan “topi” dia akan menyebutkan sebagai “koki”.

Hingga kini belum dapat dipastikan penyebab dari disleksia. Namun, kondisi ini cenderung diturunkan secara genetik. Disleksia tidak berhubungan dengan penurunan tingkat kecerdasan atau retardasi mental. Orang dengan disleksia bisa memiliki tingkat kecerdasan yang sama, bahkan sering kali lebih cerdas dibandingkan orang yang tidak mengalami disleksia. Namun, gangguan pada proses membaca, menulis, dan mengeja tentu bisa menurunkan kualitas belajar seseorang dengan disleksia. Pada akhirnya kondisi ini dapat menimbulkan kesan bahwa ada gangguan pada kecerdasannya.

Mengenali tanda-tanda disleksia

Mari kenali tanda-tanda disleksia pada anak sesuai tingkatan usianya.

  1. Sebelum usia sekolah
  • Perkembangan bicara lebih lamban dibandingkan anak seusianya
  • Lebih lamban dalam mempelajari kata-kata baru
  • Kesulitan dalam memilih atau menyusun kata yang tepat, misalnya bingung dengan kata-kata yang memiliki bunyi serupa
  • Gangguan dalam mengingat huruf, angka, dan warna
  • Kesulitan mempelajari rima atau melakukan permainan yang berima
  1. Usia sekolah
  • Kemampuan membaca di bawah rata-rata anak seusianya
  • Bermasalah dalam mengolah dan mengerti apa yang didengar
  • Kesulitan memilih kata yang digunakan untuk menjawab pertanyaan
  • Bermasalah dalam mengingat rangkaian kejadian
  • Kesulitan dalam melihat atau mendengar perbedaan dan kesamaan pada kata-kata
  • Ketidakmampuan untuk mengucapkan kata-kata baru
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama saat menyelesaikan tugas yang melibatkan aktivitas membaca atau menulis
  • Menghindari aktivitas membaca
  1. Usia remaja
  • Kesulitan dalam membaca, termasuk membaca dengan suara nyaring
  • Lamban dan berupaya keras dalam membaca dan menulis
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan proses membaca
  • Salah menyebutkan nama dan kata-kata
  • Kesulitan dalam mengingat kata-kata
  • Bermasalah dalam mengerti candaan atau ekspresi saat berinteraksi dengan orang lain
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama saat menyelesaikan tugas yang melibatkan aktivitas membaca atau menulis
  • Kesulitan dalam meringkas sebuah cerita, mempelajari bahasa asing, mengingat, mengerjakan persoalan matematika.

Sebaiknya Anda juga lebih mengenali tanda-tanda disleksia apabila ada faktor-faktor risiko seperti:

  • Riwayat disleksia pada keluarga
  • Riwayat gangguan belajar dalam keluarga
  • Kelahiran prematur atau berat lahir rendah
  • Paparan terhadap nikotin, obat-obatan, alkohol, atau infeksi selama kehamilan

Jika ada kecurigaan anak Anda mengalami Disleksia, maka segeralah periksakan anak ke dokter spesialis anak. Meski disleksia tidak dapat disembuhkan, tapi deteksi dini akan meningkatkan efektivitas terapi sehingga kualitas hidup dan produktivitas pengidap disleksia meningkat, anak akan menemukan dan mengenali potensi serta kelemahan diri sendiri sehingga dapat menyusun strategi belajar yang terbaik.

Oleh: Zeffry

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …