Dele Alli Challenge sedang viral di dunia maya. Dele Alli Challenge adalah gerakan jari tangan yang membentuk lingkaran dan ditempelkan di depan mata. Pertama melihatnya terkesan mudah, ternyata gerakan ini cukup sulit dilakukan. Ini membuat banyak orang ingin mencoba melakukan Dele Challenge. Gerakan ini dipelopori oleh Dele Alli, pesepakbola profesional asal Inggris, bermain untuk klub Tottenham Hotspur. Lalu siapa sebenarnya Dele Alli? Dele Alli bernama lengkap Bamidele Jermaine “Dele” Alli lahir di di kota Milton Keynes, Inggris 11 April 1996. Ayahnya berasal dari suku Yoruba Nigeria bernama Kenny dan ibunya bernama Denise Alli asli Inggris, sosok perempuan pencandu alkohol. Dengan alasan itu dia mengambil keputusan untuk merelakan Alli untuk diadopsi oleh satu keluarga Sally Hickford. Pada salah satu pertandingan, Dele Alli berhasil mencetak gol dan ia melakukan selebrasi dengan melakukan gerakan jari di depan matanya. Sejak saat itu, banyak orang yang mencoba meniru selebrasi dari Dele Alli hingga akhirnya jadi viral! Sebenarnya apakah Dele Alli Challenge? Apakah itu hiburan semata?
Dele Alli Challenge merujuk ke lambang satu mata, lambang dari gerakan Illuminati. Illuminati sebenarnya memiliki arti tercerahkan, ini kemudian menjadi nama dari sebuah gerakan yang didirikan untuk menunjukkan persekongkolan yang dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa dunia melalui pemerintahan dan korporasi untuk mendirikan tatanan dunia baru. Adam Weishaupt adalah sosok yang paling dikenal di kalangan zionisme dan freemason (freemason adalah aliran kebatinan bebas atau penyembah setan) yang menjadi pelopor atas gerakan Illuminati.
Keberadaan Illuminati (mata satu) sudah muncul dari berbagai bangsa seperti Mesir (Eye of Horus), India (Kabandha), China (Jian), dll. Seiring perkembangan zaman, Illuminati kemudian digambarkan dengan berbagai versi yang modern yang sebenarnya sangat mudah ditemui di mana-mana seperti lambang mata satu dan bentuk segitiga. Lambang mata satu menunjukkan pengendalian dunia di bawah pengawasan mata tuhan (the eye of Lucifer), sedangkan segitiga/piramida menunjukkan lambang Firaun/Piramid Gaza, Menara Babel, hirarki kekuasaan (piramida terdiri dari 13 baris sebagai angka keberuntungan). Penggambaran ini mudah diselipkan dan ditemui di film-film (Spongebob, Minions, Raider, Avengers, dll.), musik (Hollywood, K-Pop, dll.), bahkan di berbagai mata uang seperti rupiah dan dolar.
Pada intinya Illuminati dibentuk sebagai alat propaganda antikristus dan mengenalkan Lucifer sebagai pembawa cahaya, bintang pagi, kesempurnaan, kebijaksanaan yang akan membimbing manusia untuk kembali sempurna seperti pada awalnya ia diciptakan (Yesaya 14:12-14). Mereka berusaha membawa orang keluar dari keyakinannya yaitu percaya Yesus adalah Tuhan. Mereka bekerja agar manusia mengenal setan sebagai penguasa bumi dan mengantarkan manusia ke millennium baru, sebuah peradaban yang hanya ada satu golongan di bawah kekuasaan Illuminati (itulah alasan generasi masa kini sering dikatakan generasi milenial, 2 Timotius 3:1-9).
Dalam Kejadian 1:28, Allah memberkati manusia dan memerintahkan manusia untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Namun dalam Kejadian 11:4, manusia berniat untuk bersatu dengan membangun menara Babel. Tujuan membangun menara babel ini agar manusia tidak terserak ke seluruh bumi. Ini adalah pemberontakan terhadap perintah Allah. Babel, lambang pemberontakan terhadap Allah. Babel adalah kerajaan antikristus yang menguasai dunia ini. 1 Yohanes 4:3 berkata, “dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.”
Wahyu 17 menyatakan tujuan dari antikristus, yaitu mempersatukan seluruh bangsa-bangsa di dunia dan menyembah Iblis. Wahyu 17:5 menyatakan Babel sebagai ibu dari wanita-wanita pelacur yang berarti penyembah berhala yang tidak mau menyembah Allah yang sebenarnya. Ayat 6, antikristus ini akan menganiaya orang-orang percaya. Ayat 7-9 menyatakan bahwa antikristus akan berkuasa atas sebuah negara tujuh gunung. Negara tujuh gunung adalah kerajaan Roma, tempat lahirnya Katolik yang merupakan agama dunia, memiliki satu pemimpin di seluruh dunia. Intinya tujuan antikristus adalah menolak Tuhan Yesus sebagai Allah.
Saat kita mengikuti tren seperti Dele Challenge, itu berarti kita menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan, semua agama sama. Gerakan ini menyatakan bahwa Tuhan Yesus sama dengan tokoh agama lain, nabi biasa, manusia biasa. Ini berbicara tentang kekuasaan roh. Secara sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, hal-hal seperti tren ini dimanfaatkan oleh si Iblis untuk menjalankan rencananya yaitu pemberontakan terhadap Allah. Kita bisa saja berkata, tren hanya untuk hiburan, tetapi ini sebenarnya merupakan celah yang baik untuk si Iblis bertindak.
Oleh: Marshalline Tannuwiejaya
GBI Pasir Koja 39 Bandung