COKLAT VALENTINE, Emang Boleh?

Kesehatan
Oleh: Christiana Lenny, S.Ked.

Coklat Valentine dalam konteks kekristenan dapat menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Ajaran kekristenan menekankan pentingnya memberikan dengan hati yang tulus. Dalam konteks coklat valentine, tindakan memberikan coklat dapat dilihat sebagai ungkapan kasih sayang yang tulus dan kepedulian terhadap orang lain. Saudara tidak boleh melupakan dasar utama dalam memberi coklat adalah kasih Kristus. Kasih yang berkorban untukmenyelamatkan manusia dari dosa sehingga sudah sewajarnya manusia untuk mengasihi sesama tanpa mengharapkan balasan.

Tindakan memberi coklat valentine dapat memperkuat hubungan baik dengan sesama, tetapi Anda harus bijak mengkonsumsinya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengkonsumsi coklat Valentine dengan bijak:
1. Batasi Konsumsi Coklat
Meskipun coklat dapat bermanfaat bagi kesehatan, saudara harus mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak berlebihan atau sesuai takaran saji, yakni 15-30 mg per hari.

2. Lakukan Aktivitas Fisik
Jangan lupa untuk menyeimbangkan konsumsi coklat dengan aktivitas fisik. Olahraga ringan setelah menikmati coklat dapat membantu membakar kalori dan menjaga keseimbangan tubuh.

3. Bagikan Dengan Orang Lain
Berbagi coklat Valentine dengan orang-orang terdekat juga dapat menjadi cara yang bijak untuk menikmati kelezatan ini. Berbagi momen kebahagiaan dengan orang lain dapat meningkatkan pengalaman secara keseluruhan.

4. Pertimbangkan Kandungan Coklat
Anda perlu memperhatikan kandungan kalori, lemak dan gula dalam coklat menghindari dampak negatif kesehatan dari konsumsi gula berlebih. Banyak coklat komersial mengandung tambahan gula yang tinggi, Anda dapat mempertimbangkan mengkonsumsi coklat dengan varian kadar gula yang rendah. Adapun Anda dapat memilih tipe varietas dark chocolate yang kaya antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan tepat.

Meskipun identik dengan suasana romantis, coklat yang dipilih dengan bijak dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan tubuh. Tetaplah bijak dalam menyikapi momen Valentine ini , agar coklat tidak menjadi berhala dalam hidup. Jadi, sambutlah momen coklat Valentine untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kasih dan kepedulian yang ditanamkan dalam ajaran kekristenan dengan penuh kebahagiaan dan tetaplah jaga kesehatan!


Sumber:
Kemenkes. Diakses pada 2023. Manfaat dan Tips Memilih Coklat
Samanta S, Sarkar T, Chakraborty R, Rebezov M, Shariati MA, Thiruvengadam M, Rengasamy KRR. Dark chocolate: An overview of its biological activity, processing, and fortification approaches. Curr Res Food Sci. 2022 Oct 15;5:1916-1943. doi: 10.1016/j.crfs.2022.10.017. PMID: 36300165; PMCID: PMC9589144.

Check Also

Kesehatan

BATU EMPEDU (Ketika Perut Mulai Sakit: Apa yang Kita Perlu Tahu tentang Batu EMpedu?)

By: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Kesehatan adalah anugerah Tuhan yang sering kali kita syukuri setelah …