Anggota tim dari GBI Pasirkoja : Bapak Simon Irianto, Ibu Indri Haans, Bapak Dede Imawan, Nunik, Agus Rustandi, drg. Suryadinata, Indra Haans
Berangkat Pk.09.00 Wib dari Mekarwangi yang diawali dengan doa oleh Bapak Jantje Haans. Dan karena ada kegiatan konferensi Asia Afrika, ternyata Jakarta menjadi lenggang. Pk. 11.00 kami sudah memasuki tol kota Jakarta. Tiba di Palangkaraya di Panti Galilea sekitar Pk.18.00 dan ibadah Paskah dimulai Pk.18.30 Wib. Firman Tuhan dilayani oleh Bp.Simon Irianto dengan tema “Kuasa Darah Yesus” Efesus 1:1-7;17-20.
Keesokannya setelah sarapan pagi, kami memulai perjalanan ke pedalaman dengan menggunakan 4mobil. Berangkat Pk.09.00 dari Posko Misi yakni Panti Galilea hingga Tumbang Hiran dan dilanjut dengan menggunakan dua perahu kolotok mengarungi sungai Katingan menuju Tumbang bemban. Sekitar Pk. 16.00 kami tiba di pastorinya Daud Lolo, disambut jemaat dengan kalungan bunga dan tarian. Sukacita meliputi kami ketika bisa bertemu dengan rekan sepelayanan seperti Daud, Wellem, Adi dan tentu jemaat GBI Tumbang Bemban yang setia.
Ibadah Paskah di Tumbang Bemban dilaksanakan Pk.19.00 dengan tema Firman Tuhan
“Kuasa Darah Kristus” Keluaran 17:11 oleh Bapak Dede Imawan. Jemaat diingatkan mahalnya harga penebusan dosa manusia oleh Darah Kristus di kayu salib, oleh karena itu kita harus melaksanakan keselamatan itu dengan taat dan setia dengan bukti buah dalam kehidupan.
Rabu 22 April 2015, pagi hingga siang dilaksanakan pengobatan dan sunatan masal, ibadah sekolah minggu yang diisi dengan panggung boneka oleh Indra dan ibu Nunik, dan baptisan air 4 anak remaja yang dilaksanakan di sungai katingan oleh Bpk. Dede Imawan.
Siang harinya kami melanjutkan pelayanan ke Rantau Bahai yang akan ditempuh sekitar 5 jam menggunakan perahu “kolotok” ( mungkin karena bunyi mesinnya , hingga dinamakan kolotok ). Diiringi hujan, penumpang salah satu perahu yang tidak memiliki tudung , harus rela basah kuyup sedangkan perahu kami mengalami mati mesin dan masalah pada baling-baling. Namun semua bisa diatasi dan kami tiba dengan selamat walau harus dalam kondisi basah. Ibadah malam itu dilayani oleh Ibu Indri sebagai Worship Leader dan bapak Simon yang menyampaikan Firman Tuhan.
Kamis pagi, drg Surya, dr. Hera dan Pak Ade melayani pengobatan, Indra dan bu Nunik melayani panggung boneka untuk anak sekolah minggu, yang lain mendoakan setiap penduduk yang datang berobat dibantu beberapa staf bang Dodi dalam hal bahasa. Sekitar Pk. 11.00 Wib kami pamit untuk kembali ke Tumbang Bemban dan selanjutnya menuju Palangkaraya. Saat pulang perahu mengikuti arus sungai, sehingga waktu yang ditempuh relatif lebih singkat, dan lagi-lagi kami diiringi hujan namun justru membuat cuaca sejuk.
Dalam perjalanan kami sempat singgah ke sebuah desa di mana terdapat sebuah gereja GBI yang tidak memiliki gembala dan meminta agar GBI Galilea (Bang Dodi) mau melayani mereka minimal satu kali sebulan (perjamuan kudus). Kami mampir di Tumbang Bemban, untuk mengambil sisa barang- barang yang sebelumnya dititipkan dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya.
Setelah melewati perjalanan sungai, kami kembali melalui jalan darat yang cukup menegangkan. Akibat hujan deras malam sebelumnya, jalanan tanah menjadi licin dan lembek sehingga tercatat sekitar enam kali, mobil yang kami tumpangi harus mengalami selip dan “ngecot” (bagian belakang bergerak ke kiri ke kanan walau dalam jalan lurus) persis seperti arena “off road”. Puji Tuhan, seluruh perjalanan bisa ditempuh dengan baik dan selamat, kami tiba di panti Galilea Palangkaraya sekitar Pk. 00.30 Wib.
Hari Jumat siang, kami meninggalkan Palangkaraya dan sekitar pukul 21.00 kami tiba di Bandung. Terima kasih kepada Tuhan Yesus atas kasih karunia dan penyertaan-Nya, kepada seluruh jemaat yang telah mendukung baik dana juga doa sehingga seluruh pelaksanaan misi Kalteng bisa terlaksana. Kiranya apa yang kita bersama lakukan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus. Amin (Nunik Yosana)
GBI Pasir Koja 39 Bandung