
Care Cell Juni 2022
PERTEMUAN I
Pernikahan Dasar Sebuah Keluarga (Kej. 1:26-28)
Pendahuluan
Keluarga adalah desain Allah. Keluarga bukanlah terjadi secara kebetulan apalagi sebagai suatu tragedi.
Isi
Berdasarkan Kejadian 1:26-28, kita dapat melihat beberapa pengajaran penting tentang keluarga:
1. Allah yang mendesain keluarga.
Kata “baiklah Kita menjadikan manusia . . . .” menunjukkan, bahwa keluarga adalah inisiatif Allah sendiri, maka kebahagiaan keluarga hanya dapat terjadi bila keluarga mengikuti rencana Allah. Setiap laki-laki dan perempuan pasti memiliki persepsinya masing-masing tentang bagaimana sebuah keluarga itu harus dijalankan. Tetapi setiap persepsi harus diselaraskan dengan rencana Allah. Desain Allah bagi keluarga, yaitu: Tuhan harus menjadi pusat di dalam keluarga. Suami adalah kepala keluarga. Suami menjalankan kepemimpinannya dengan kasih. Isteri menghormati suami. Suami dan isteri mendidik anak bersama-sama. Care Cell Juni 2022
2. Berkat atas keluarga berasal dari Allah.
Kata “Allah memberkati mereka . . .” berarti Allah adalah sumber berkat dan sumber kebahagiaan keluarga. Berkat sukacita, damai sejahtera, berkat kesehatan, berkat umur panjang, berkat keturunan, berkat keberhasilan semua berasal dari Allah. Berkat datang melalui ketaatan kepada firman Tuhan.
3. Laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda untuk saling melengkapi.
Perbedaan antara laki-laki dan perempuan dimaksudkan supaya suami dan isteri itu saling membutuhkan, saling mendukung, dan saling melengkapi. Care Cell Juni 2022
Kesimpulan
Keluarga yang kuat, berbahagia dan diberkati, hanya didapatkan bila dibangun sesuai rencana Allah.
Pertanyaan Diskusi:
1. Sudahkah Tuhan menjadi pusat di dalam keluarga Anda?
2. Sebutkanlah tiga tindakan praktis yang dapat dilakukan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat dalam keluarga?
PERTEMUAN II
Hormati Pernikahan (Ibr. 13:4; Ef. 5:31-33; Mat. 19:4-6)
Pendahuluan
Salah satu cara membangun pernikahan yang berhasil adalah dengan menghormati pernikahan itu sendiri. Mereka yang tidak menghormati pernikahan akan dihakimi Allah.
Isi
Beberapa cara praktis yang dapat kita lakukan untuk menghormati pernikahan kita:
1. Mengucapkan terima kasih atau apresiasi kepada pasangan kita.
Banyak orang menganggap, bahwa apa yang dilakukan pasangannya adalah hal yang wajar sehingga tidak perlu lagi mengucapkan terima kasih atau memberi apresiasi. Misalnya, isteri yang memberi segelas air dianggap sebagai tindakan biasa saja. Bayangkan dampak positif dalam keluarga itu bila setiap anggota keluarga membiasakan mengucapkan terima kasih kepada tindakan-tindakan yang dilakukan setiap anggota keluarga yang walaupun tampak kecil.
2. Suami mengasihi isteri dan isteri menghormati suami.
Kasih suami dapat ditunjukkan dengan upaya terbaik untuk mencari nafkah, mendoakan dan memberkati isteri. Cara isteri menghormati suami ditunjukkan dengan cara tidak meremehkan atau tidak merendahkan suami baik di dalam keluarga atau di hadapan orang lain.
3. Menghormati Tuhan
Keluarga yang menghormati Tuhan menyediakan waktu untuk berdoa dan membaca Alkitab. Melibatkan Tuhan dalam segala hal. Beribadah bersama umat Tuhan yang lain. Menjaga kekudusan.
Kesimpulan:
Tuhan menghendaki agar suami isteri menghormati pernikahan mereka, karena pernikahan itu dilakukan di hadapan Tuhan. Menghormati pernikahan dilakukan dengan cara menghormati dan mengapresiasi pasangan kita, sekaligus menghormati Tuhan.
Pertanyaan Diskusi:
1. Menurut Anda, hal-hal praktis apakah yang dapat dilakukan oleh suami isteri untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada pernikahan?
2. Berdoalah bersama untuk keluarga semua anggota cell Anda, supaya setiap keluarga menghormati pernikahan mereka dan menghormati Tuhan.
PERTEMUAN III
Komitmen Beribadah Kepada Tuhan (Yos. 24:1-15)
Pendahuluan
Ibadah dalam Alkitab dapat diartikan secara sederhana sebagai cara hidup yang mengasihi, bersekutu dan melayani Allah. Ibadah tidak terbatas hanya pada waktu dan tempat tertentu, seperti di Bait Suci atau gedung Gereja.
Isi
Dari teladan keluarga Yosua, dapat kita simpulkan bahwa keluarga yang menjadi panutan dalam beribadah kepada Tuhan adalah:
1. Keluarga yang mengasihi Tuhan lebih dari apa pun.
Keluarga yang mengasihi Tuhan pasti akan menempatkan Tuhan sebagai yang terutama atau prioritas di dalam kehidupan mereka. Secara praktis dapat dilihat melalui:
· Taat kepada kebenaran. Alkitab mengatakan, bahwa kasih kepada Allah ditunjukkan dengan cara taat kepada kebenaran (Yoh. 14:15).
· Takut akan Tuhan dan menghormati Tuhan dengan menjaga kekudusan.
2. Keluarga yang bersekutu dengan Tuhan.
Keluarga yang bersekutu dengan Tuhan secara praktis dapat dilihat melalui adanya:
· Mezbah Doa Keluarga. Setidak-tidaknya sekali dalam seminggu. Di dalam mezbah doa keluarga, setiap anggota keluarga saling mendoakan, menaikkan penyembahan, ucapan syukur kepada Tuhan. Ada pengajaran, nasihat dan penghiburan dari firman Tuhan yang disampaikan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Sehingga, anak-anak selalu diajarkan untuk hidup takut akan Tuhan.
· Persekutuan dengan Tuhan juga dikuatkan dengan adanya saling mengasihi, menerima apa adanya, mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan antar sesama anggota keluarga.
· Ibadah bersama saudara seiman yang lain. Bisa dilakukan lewat care cell, pertemuan doa jemaat, ibadah kategorial maupun ibadah hari Minggu. Melalui ibadah bersama ini, setiap anggota keluarga mengalami persekutuan dengan saudara-saudari seimannya, sehingga mereka juga belajar peduli terhadap sesama mereka dan akhirnya melayani umat Tuhan yang lain.
3. Keluarga yang melayani Tuhan.
Melayani Tuhan dapat dilakukan dengan mengambil bagian dalam pelayanan sesuai dengan bakat, karunia, keterampilan ataupun talenta yang dimiliki. Misalnya: Pemain musik, worship leader, pendoa, pemimpin cell, kunjungan, konseling, atau yang lainnya.
Kesimpulan
Keluarga yang mengasihi Tuhan adalah keluarga yang mengasihi Tuhan lebih dari apa pun, bersekutu dengan Tuhan dan saudara seiman, dan melayani Tuhan. Hal itu dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana dan praktis di dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah setiap anggota care cell untuk merencanakan satu tindakan kasih praktis yang mereka tujukan kepada keluarga mereka dan saudara seiman mereka dalam satu minggu ke depan!
2. Doakanlah rencana tersebut, agar Allah dapat memakainya sebagai sarana untuk menyatakan kasih dan kemuliaan-Nya di dalam keluarga setiap anggota care cell maupun di dalam persekutuan jemaat!
PERTEMUAN IV
Rahasia Berkat Dalam Keluarga (Mzm. 128:1-6)
Pendahuluan
Allah merancang agar keluarga orang percaya mengalami berkat dan segala yang baik di dalam kehidupan mereka.
Isi
Menurut Mazmur 128:1-6, berkat yang diberikan Allah kepada keluarga orang percaya adalah:
1. Berkat keberhasilan (ay. 2).
Keluarga menikmati hasil jerih payah tangan mereka. Artinya apa yang mereka kerjakan Tuhan buat berhasil.
2. Berkat damai sejahtera dan sukacita (ay. 3).
Isteri digambarkan seperti pohon anggur yang adalah lambang sukacita. Dan anak-anak dilambangkan seperti pohon zaitun. Getah pohon zaitun dipakai untuk menyembuhkan luka dan wewangian. Artinya anak-anak menjadi berkat yang menyembuhkan luka, memberikan penghiburan dan mengharumkan nama orang tua mereka dan terutama nama Tuhan.
3. Kesehatan dan umur Panjang (ay. 5, 6).
Orang tua dapat melihat kebahagiaan anak dan cucu mereka. Kalau ada orang yang hidup sampai bisa melihat cucu mereka, itu berarti mereka berumur panjang. Dan tentu saja umur panjang berkaitan juga dengan kesehatan.
Rahasia supaya berkat tersebut terjadi adalah takut akan Tuhan.
Kesimpulan
Allah merancang agar setiap keluarga orang percaya mengalami berkat-berkat-Nya. Keberhasilan, sukacita, damai sejahtera, kesehatan dan umur panjang. Untuk mengalami itu, Tuhan mensyaratkan supaya keluarga hidup takut akan Tuhan dan taat kepada firman-Nya.
Pertanyaan Diskusi:
1. Menurut Anda, apakah janji Tuhan tersebut pasti digenapi bagi setiap keluarga?
2. Sebutkanlah paling sedikit 3 cara untuk menumbuhkan takut akan Tuhan di dalam keluarga kita masing-masing!
GBI Pasir Koja 39 Bandung