Care Cell Januari 2022

Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

PERTEMUAN 1
Pengharapan Adalah Sauh Kehidupan Yang Kuat (Ibr. 6:19-20)

Pendahuluan
Pengharapan artinya percaya, bahwa hal-hal yang baik pasti akan terjadi pada masa yang akan datang.

Isi
Fungsi pengharapan di dalam kehidupan orang Kristen:
1. Pengharapan membuat orang Kristen kokoh di tengah badai.
Pengharapan orang Kristen diibaratkan sebagai sauh (jangkar). Bila sebuah kapal diterpa oleh angin gelombang, maka para awak kapal akan menurunkan jangkar ke dasar laut. Sehingga kapal tidak terbalik atau hancur, karena ada jangkar yang menahannya untuk tetap kokoh di tengah terpaan angin dan gelombang.
Demikian pengharapan dalam hidup orang Kristen. Pengharapan akan membuat orang Kristen tetap teguh di tengah gempuran gelombang, dan angin badai kehidupan. Sebaliknya, bila orang hidup tanpa pengharapan, orang akan menjadi gelisah, dan putus asa.

2. Pengharapan memberikan semangat dalam perjuangan hidup.
Orang akan terhibur dan menjadi kuat dalam perjuangan hidup, apabila menyadari bahwa masa yang baik pasti akan datang. Sekalipun saat ini sedang berjuang, bila orang tahu bahwa setelah itu masa yang baik pasti akan datang, mereka akan bersemangat dalam perjuangannya. Seorang mahasiswa kedokteran misalnya, rela mengurangi jam istirahatnya sehingga dia bisa belajar lebih banyak dan mengerjakan tugas-tugasnya, karena ia tahu bahwa setelah semua perjuangannya selesai ia akan menjadi seorang dokter. Tetapi orang yang tidak memiliki pengharapan akan putus asa dan mudah menyerah.

Karena pengharapan begitu penting dalam kehidupan, maka kita harus meningkatkan pengharapan di dalam hidup kita, dengan cara:
1. Senantiasa ingat bahwa Allah mengasihi kita.
Seseorang yang tahu pasti, bahwa Allah mengasihi dia akan memiliki rasa tentram dan jauh lebih mudah untuk percaya, bahwa Allah selalu turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan di dalam hidupnya.

2. Percaya, bahwa Allah setia dan berkuasa untuk memenuhi janji-janji-Nya.
Janji Allah kepada kita adalah merancang rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan (Yer. 29:11). Seperti Abraham ia percaya pada janji Allah, dan sekaligus juga percaya bahwa Allah berkuasa menggenapi apa yang Ia janjikan. Sekalipun Abraham dan Sara secara jasmani sudah tidak mungkin memiliki keturunan, tetapi karena Allah yang menjanjikan hal itu, mereka tetap percaya dan berpengharapan, maka akhirnya pengharapan mereka terkabul dengan lahirnya Ishak (Rm. 4:20-21).

3. Pengharapan kita akan dikuatkan oleh perkataan-perkataan kita.
Bila kita mengucapkan perkataan-perkataan positif berdasarkan firman Tuhan, maka awan gelap keputusasaan akan sirna dari pikiran dan hati kita. Sebagai gantinya kita akan diselimuti iman dan kuasa Allah. Karena itu kita harus menata perkataan-perkataan kita. Hati-hati dengan apa yang kita ucapkan tentang kehidupan dan masa depan kita. Ingat Yehezkiel baru bisa melihat tulang-tulang kering dihidupkan kembali dan dibangkitkan menjadi tentara yang besar setelah bernubuat dengan perkataan-perkataannya (Yeh. 37:10)!

Kesimpulan
Tuhan tahu, bahwa selama kita hidup di dunia, kita akan mengalami berbagai musim kehidupan. Supaya kita tidak putus asa dalam perjuangan hidup, maka Tuhan memberikan pengharapan ke dalam hati kita. Karena itu kita harus terus meningkatkan pengharapan dalam hati kita dengan selalu mengingat, bahwa Tuhan mengasihi kita, bahwa Tuhan berkuasa menggenapi apa yang Ia janjikan, dan mengucapkan perkataan-perkataan positif yang membangkitkan iman.

Pertanyaan Diskusi:
1. Karena pengharapan begitu penting dalam kehidupan kita, menurut Anda: apakah langkah-langkah lain yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan pengharapan kita?
2. Berdoalah bersama-sama untuk meminta agar Roh Kudus meningkatkan pengharapan dalam hati setiap anggota care cell dan keluarganya!

 

PERTEMUAN 2
Jangan Berhenti di Tengah Badai (Yes. 40:28-31)

Pendahuluan
Ada masa di mana kita merasakan kehidupan kita terasa sangat sukar. Segala sesuatu tampaknya tidak mengalami kemajuan sedikitpun walaupun kita telah berusaha sekuat tenaga. Kita kehilangan semangat, menjadi putus asa, sangat tertekan dan ingin mati saja rasanya. Nabi Yesaya pun pernah mengalaminya. Di tengah-tengah keputusasaan, Tuhan menghibur Yesaya dengan janji “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yes. 40:31).

Isi
Dari ayat tersebut, ada 3 janji yang diberikan Tuhan kepada kita agar tidak putus asa:
1. Tuhan berjanji membuat kita terbang seperti rajawali
Dengan membuat kita terbang, berarti Tuhan mengangkat kita keluar mengatasi persoalan-persoalan kita. Dengan membuat kita terbang, itu juga berarti Tuhan membuat kita melihat persoalan kita dari perspektif yang tinggi yaitu perspektifnya Tuhan, sehingga kita bisa melihat bahwa ternyata persoalan kita itu kecil dibandingkan dengan kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan. Itu membuat kita sadar, bahwa Tuhan lebih dari mampu untuk menolong kita.

2. Tuhan berjanji membuat kita dapat berlari
Berlari berbicara tentang kecepatan, yaitu melakukan berbagai urusan dengan cepat dalam waktu yang singkat. Saya teringat ketika Agustus 2019 jatuh dari motor dan mengalami patah tulang. Maka isteri saya harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Ia harus melakukan berbagai urusan dengan cepat setiap hari selama 8 bulan masa perawatan saya. Dari mana ia bisa melakukannya? Saya percaya, Tuhan yang telah memberi kekuatan kepadanya.

3. Tuhan berjanji membuat kita dapat berjalan
Berjalan berbicara tentang ketahanan dalam jangka panjang. Tuhan berjanji memampukan kita untuk berjalan melewati masa-masa yang sukar, bahkan kalaupun itu berlangsung dalam jangka yang panjang.
Kadang-kadang Tuhan mengijinkan kita seolah-olah seperti seorang yang sedang berjalan dalam jalan yang panjang. Semua keadaan tampaknya tidak berubah dalam jangka yang panjang, sehingga hari lepas hari kita lalui tampaknya hanya sebagai rutinitas yang tanpa makna.
Ada saat di mana lebih sulit untuk berjalan daripada berlari dan terbang. Berlari dan terbang membuat kita menjadi lebih cepat, tetapi kadang-kadang Tuhan tidak membuat kita berlari atau terbang tetapi tetap berjalan. Dan itu membutuhkan ketahanan yang luar biasa. Satu-satunya yang bisa membuat kita bertahan adalah kekuatan Tuhan. Dan Tuhan berjanji memberikannya kepada kita.

Bagaimana kita bisa mendapatkan ketiga janji tersebut di dalam kehidupan kita?
Yesaya 40:31 tadi mengatakan caranya adalah dengan menanti-nantikan Tuhan. Menanti-nantikan Tuhan, berarti kita harus menyediakan waktu untuk menghadap Dia di dalam doa, perenungan firman dan penyembahan. Kita harus menunggu dengan sabar sampai Tuhan memberikan kekuatan-Nya kepada kita. Sebab Dia memiliki semua kekuatan yang kita perlukan untuk terbang, berlari dan berjalan supaya kita tidak menjadi lesu dan lelah. Itulah kekuatan yang kita perlukan di masa-masa sukar.

Kesimpulan:
Jangan putus asa ketika Anda menghadapi badai. Tuhan berjanji untuk memberikan kekuatan kepada Saudara. Nantikanlah Dia setiap hari, sehingga Tuhan melimpahkan kekuatannya kepada saudara.

Pertanyaan Diskusi:
1. Pernahkah suatu saat dalam hidupmu, Anda merasa bahwa segala sesuatu seolah-olah sangat berat untuk dilalui? Jika pernah, bagaimanakah caranya saudara dapat melewati semua itu? Ceritakanlah!
2. Berdoalah bersama meminta kekuatan Tuhan bagi seluruh anggota care cell dan keluarganya sehingga mereka menjadi para pemenang di dalam kehidupan!

 

PERTEMUAN 3
Rahasia Mengatasi Badai (Yos. 1:1-8)

Pendahuluan
Tidak ada seorang pun kebal terhadap badai kehidupan. Setiap orang pernah mengalaminya. Murid-murid yang taat kepada perintah Tuhan pun mengalami badai di danau Galilea. Orang Kristen yang taat pun bisa mengalami badai dalam kehidupan mereka.

Isi
Yosua 1:1-8 memberikan rahasia bagaimana kita dapat mengatasi badai kehidupan dengan penuh kemenangan.
1. Lupakan masa lalu dan fokus pada masa depan
Tidak ada apa pun yang dapat kita buat untuk mengubah masa lalu kita. Yang dapat kita buat adalah mengubah masa depan kita. Banyak orang tidak mencapai apa-apa karena mereka terus terkungkung entah itu pada kegagalan atau kesuksesan masa lalu. Yosua di minta untuk tidak memandang ke belakang tetapi kepada masa depan setelah Musa yang mementornya mati (ay. 1-2)

2. Percaya bahwa Tuhan berkuasa menggenapi apa yang Ia janjikan
Tuhan meminta Yosua untuk percaya, bahwa setiap tempat yang diinjak telapak kakinya akan diberikan kepada bangsa Israel. Dan Tuhan akhirnya menggenapi apa yang Ia janjikan (ay. 3-4). Tuhan pun sekarang meminta kita untuk percaya kepada janji-janji-Nya. Karena itu kita harus tekun membaca Alkitab, sehingga kita tahu apa yang dijanjikan Allah pada kita.

3. Percaya, bahwa Tuhan menyertai kita
Tuhan meminta Yosua untuk percaya, bahwa Ia yang akan menyertainya. Karena Tuhan yang menyertai, maka Tuhan pasti memberi kemenangan dan tidak ada musuh Israel yang dapat tahan menghadapi mereka (ay. 5). Kita pun harus percaya pada penyertaan Tuhan, karena Ia disebut sebagai Imanuel yang artinya Allah beserta kita.

4. Menguatkan dan meneguhkan hati dengan memperkatakan firman Tuhan (ay. 7-9)
Tuhan meminta Yosua menguatkan dan meneguhkan hatinya dengan cara memperkatakan firman Tuhan. Perkataan-perkataan yang kita ucapkan sangat berpengaruh terhadap suasana hati dan iman kita. Karena itu ucapkanlah janji-janji firman Tuhan, sehingga selimut iman dan pengharapan datang ke dalam hati Anda.

Kesimpulan
Jangan takut menghadapi badai, karena Tuhan berjanji menyertai kita dan membuat kita menang. Lupakan masa lalu dan fokus pada masa depan. Percaya pada janji-janji Tuhan dan penyertaan-Nya. Dan jangan lupa untuk terus menguatkan dan meneguhkan hati dengan terus memperkatakan firman Tuhan.

Pertanyaan Diskusi:
1. Menurut Anda, apakah kita masih harus memperkatakan firman Tuhan untuk menguatkan dan meneguhkan hati kita saat ini seperti yang dulu dilakukan oleh Yosua?
2. Bila memperkatakan firman Tuhan itu penting, apakah menurut Anda berarti kita harus membaca Alkitab setiap hari? Bila ya, menurut Anda bagaimana Anda membangun kedisiplinan membaca Alkitab setiap hari?

 

PERTEMUAN 4
Menabur di Tengah Badai (Mzm. 126:1-6)

Pendahuluan
Mazmur 126 adalah mazmur dengan tema pemulihan umat Tuhan dari masa yang penuh penderitaan. Latar belakang Mazmur ini adalah kembalinya orang Yahudi dari pembuangan, yang mana masa pembuangan selalu menjadi gambaran tentang masa yang penuh penderitaan.

Isi
Pemulihan dari Tuhan di dalam kehidupan kita digambarkan melalui beberapa hal:
1. Seperti pemulihan batang air di Tanah Negeb
Proses pemulihan itu digambarkan seperti pemulihan batang air di Tanah Negeb. Tanah Negeb adalah padang pasir di sebelah Selatan Yerusalem. Padang pasir itu tandus dan kering tetapi pada musim tertentu setelah hujan turun, keadaannya berubah drastis. Dari padang pasir yang tandus menjadi padang hijau yang penuh bunga warna warni dan berbagai pepohonan. Dari batang air yang biasanya kering berubah penuh dengan air yang mengalir.
Ini adalah gambaran pemulihan dari Tuhan, bahwa kalau Tuhan memulihkan, Tuhan mengubah krisis menjadi berkat. Itu sebabnya pemulihan dari Tuhan selalu mendatangkan sukacita dan sorak sorai di dalam kehidupan kita.

2. Seperti petani yang menuai benih yang ditaburnya
Setelah kembali dari pembuangan, Israel harus kembali mengolah tanah mereka yang telah tandus. Itu sebabnya mereka harus mengolahnya dengan banyak susah payah, keringat, dan banyak mencucurkan air mata. Namun karena berkat Tuhan, maka benih yang mereka tabur akhirnya menghasilkan tuaian, bahkan tuaian yang berlimpah-limpah. Saat tuaian itu menjadi saat yang penuh sukacita dan nyanyian. Semua jerih payah, keringat air mata mereka terbayar sudah.
Tuhan tidak mendidik orang Kristen menjadi anak-anak gampangan. Ia menghendaki kita tekun mengolah tanah kehidupan kita, dan terus menabur benih kita. Menabur doa, menabur ketekunan, menabur kerja keras, menabur kebaikan, bahkan menabur benih keuangan kita. Atas berkat Tuhan, akhirnya kita mendapat tuaian berlimpah-limpah. Tuaian jawaban doa, tuaian keberhasilan, dan tuaian sukacita.

Kesimpulan
Tuhan adalah sumber pemulihan hidup kita. Kalau Tuhan memulihkan, Ia mengubah secara drastis. Mengubah krisis menjadi berkat, mengubah air mata menjadi sukacita. Karena itu jangan menyerah. Teruslah menabur benih doa, benih ketekunan, benih kerja keras, benih kebaikan, dan benih keuangan saudara, maka saudara akan mendapatkan tuaian yang berlimpah-limpah.

Pertanyaan Diskusi:
1. Diskusikanlah dengan semua anggota care cell Anda, bidang-bidang apakah yang masih harus dipulihkan di dalam kehidupan mereka.
2. Aturlah agar setiap anggota care cell mendoakan orang yang di sebelahnya untuk mengalami pemulihan di bidang-bidang kehidupan yang telah mereka sampaikan tadi!

 

PERTEMUAN 5
Mengelola Keuangan Keluarga (Ibr. 13:5; Luk. 3:14)

Pendahuluan
Banyak orang Kristen mengalami kesulitan keuangan bukan karena mereka tidak memiliki penghasilan yang cukup, tetapi karena salah mengelola keuangan mereka.

Isi
Beberapa tips pengelolaan keuangan keluarga yang kita dapatkan berdasarkan firman Tuhan:
1. Muliakanlah Tuhan dengan penghasilan kita
Hal ini dapat kita lakukan dengan cara mengutamakan Tuhan. Segera berikan perpuluhan dari penghasilan yang kita dapatkan. Tuhan berjanji, “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Ams. 3:10).

2. Prioritaskan membelanjakan uang untuk kebutuhan-kebutuhan pokok
Tuhan menasihati kita agar prioritas membelanjakan uang untuk kebutuhan-kebutuhan pokok dan bukan keinginan-keinginan kita apalagi demi gengsi. Yesaya 55:2 berkata, “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”

3. Cukupkan diri dengan apa yang ada
Jangan membelanjakan uang melampaui penghasilan. Nasihat bijak berkata “jangan besar pasak dari tiang.” Ibrani 13:5 berkata, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

4. Menabung
Tabunglah uang paling tidak 10% dari penghasilanmu secara rutin setiap bulannya. Tuhan meminta kita belajar dari semut yang mengumpulkan atau menabung bahan makanannya pada musim panas dan musim panen sehingga memiliki persediaan pada musim dingin ketika mereka tidak dapat beraktifitas (Ams. 6:8). Kita pun harus menabung untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pada masa yang akan datang.

Kesimpulan
Untuk menghindari kita dari kesulitan keuangan, Tuhan telah memberikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan kepada kita. Pertama-tama, muliakan Tuhan dengan penghasilanmu dengan cara memberikan perpuluhan. Belajar menguasai diri dan tidak tergoda oleh keinginan apalagi gengsi dengan membelanjakan uang prioritas untuk kebutuhan-kebutuhan pokok. Cukupkan diri dengan apa yang ada “jangan lebih besar pasak dari tiang,” sehingga Anda pun dapat menabung untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pada masa yang akan datang.

Pertanyaan Diskusi:
1. Bila ada anggota care cell yang sedang mengalami kesulitan keuangan, diskusikanlah apa yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan keuangan tersebut!
2. Bila ada kesalahan pengelolaan yang menyebabkan anggota care cell mengalami kesulitan keuangan, nasihatilah mereka untuk berubah dan mengelola keuangan mereka berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan seperti yang diajarkan firman Tuhan!

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …