Terima kasih kepada para gembala, panitia, pengisi acara, dan juga seluruh jemaat yang hadir untuk mendukung care cell gathering GBI Pasirkoja 39 pada hari Rabu, 04 April 2018 di Graha Sakura, sehingga acara tersebut berjalan dengan baik.
Care cell gathering ini dilayani oleh dua orang hamba Tuhan dari gereja JPCC yang memiliki pengalaman dan keberhasilan dalam mengembangkan komsel.
Pembahasan care cell gathering kali ini lebih kepada hal-hal praktis yang harus diterapkan dalam mengembangkan care cell, terutama dalam membentuk calon care leader baru. Untuk memahami lebih lanjut, berikut merupakan rangkuman dari apa yang disampaikan oleh kedua pembicara dalam care cell gathering tersebut.
Sesi 1 : Ps. Ari M Wibowo
Untuk membangun dan mengembangkan pelayanan care cell ada beberapa hal penting yang harus dimengerti dan dilaksanakan, yakni:
1). Fondasi atau dasar. Care cell harus dibangun dalam pondasi yang tepat supaya mengalami pertumbuhan, ada dua fondasi yang harus dimengerti dan dilaksanakan untuk mengembangkan pelayanan care cell, yakni:
Fondasi pertama, hukum yang terutama (Mat. 22:37- 39)
Fondasi kedua: Amanat Agung (Mat. 28:19)
Jika melihat kedua fondasi tersebut maka care cell harus menjadi rumah kedua bagi jemaat di mana mereka dapat mendemonstrasikan kasih Tuhan. Selanjutnya, care cell harus menjadi tempat untuk terbuka, berbagi, sehingga terjadi pemulihan. Apabila terjadi pemulihan maka akan terjadi pertumbuhan. Apabila terjadi pertumbuhan maka setiap anggota care cell akan berbuah.
Selanjuntya, setiap anggota care cell harus tunduk dan mau dimuridkan oleh pemimpinnya. Namun, untuk mewujudkannya, setiap care leader harus menjadi contoh, teladan dalam seluruh kehidupannya bagi semua anggotanya. Prinsip ini harus dikerjakan oleh setiap care leader yakni “sedikit berbicara tetapi banyak bertindak”. Selain itu, care leader harus bisa dipercaya, supaya anggotanya mau terbuka, apabila mereka mau terbuka, maka mereka akan dipulihkan, apabila mereka dipulihkan, maka mereka akan bertumbuh, apabila sudah bertumbuh maka mereka akan menghasilkan banyak buah, yakni jiwa-jiwa.
2). Discipleship. Dalam hal ini harus terjadi proses pemuridan, di mana setiap anggota care cell harus mau dimuridkan dan memuridkan yang lainnya sehingga akan memudahkan terjadinya mutipikasi care cell.
3). Tujuan care cell. Setiap jemaat harus memahami bahwa tujuan utama care cell haruslah tercapainya perubahan hidup setiap anggota yang pada akhirnya menjadi serupa dengan Kristus.
Sesi II: Ps. Johannes Remi Ramiano
Pengkaderan merupakan proses mempersiapkan pemurid baru yang dilakukan secara sengaja (artinya: dipikirkan, direncanakan, terlihat dalam jadwal atau agenda yang telah dibuat) dan konsisten (artinya: menggunakan semua kesempatan yang telah diagendakan atau dijadwalkan secara terus menerus) dalam kurun waktu tertentu.
Adapun proses untuk mencari pemurid baru harus melalui tahap 3D:
1). Discover. Dalam hal ini mencari dan menemukan dalam care cell yakni jemaat yang sudah tertanam, memiliki kerinduan untuk melayani dan mau menjadi pemimpin. Syaratnya ialah anggota tersebut punya hati yang mau belajar dan komitmen untuk tertanam. Komitmen tersebut tidak hanya dilihat dari kehadiran anggota care cell tetapi juga dilihat dari tanggung jawab dan kontribusinya dalam care cell.
2). Develop. Calon pemurid baru (care leader) yang sudah ditemukan tersebut harus dibimbing, dilatih supaya kemampuannya berkembang. Caranya harus melalui tahap berikut, yakni:
- I do, you watch, we talk. Pada tahap ini care leader harus memperlihatkan dan memberikan contoh kepada calon pemurid baru, setelah selesai, mendiskusikannya sejauh mana ia memahami apa yang sudah diperlihatkan atau dicontohkan oleh care leader tersebut.
- I do, you help, we talk. Pada tahap ini selain memberi contoh, care leader memberi tanggung jawab kepada calon pemurid baru. Porsi pelayanannya 75% care leader, 25% calon pemurid baru. Setelah selesai, kemudian mendiskusikannya sejauh mana calon pemurid memahami dan apa kendala yang dihadapi.
- You do, I help, we talk. Pada tahap ini care leader harus lebih banyak memberikan porsi pelayanan kepada calon pemurid baru. Perbandingannya, calon pemurid baru 75% sedangkan care leader 25%. Setelah selesai, keduanya mendiskusikan kembali keberhasilan dan kesulitan yang dihadapi.
- You do, i watch, we talk. Pada tahap ini, porsi pelayanan semua dilakukan oleh calon pemurid baru. pempimpin hanya menyaksikan pelayanan tersebut, setelah itu pempimpin dan calon pemurid baru tersebut, mendiskusikan atau mengevaluasi keberhasilan dan kesulitan yang dialami.
3). Deploy. Setelah semua proses di atas dilaksanakan dengan berhasil maka calon pemurid baru tersebut harus segera diluncurkan atau dipromosikan. Dalam hal ini harus segera dipikirkan waktu dan tempat care leader baru tersebut untuk melayani atau memuridkan kembali.
Oleh : Adi Suhenra Sigiro
GBI Pasir Koja 39 Bandung