“CARE CELL GATHERING GBI PASIRKOJA 39 BANDUNG” – “MAKING DISCIPLE MAKING LEADER”

Melalui care cell gathering diharapkan seluruh jemaat GBI Pasir Koja 39 terlibat dalam kegerakan care cell, dengan cara: bergabung menjadi anggota care cell dan membuka rumah untuk menjadi tempat care cell. Jika seluruh jemaat bersehati dan aktif dalam kegerakan care cell ini, maka dipastikan visi gereja akan terwujud yaitu: 2018, 1500 jemaat.

Pdt. Obaja Tanto Setiawan (GBI Keluarga Allah – Solo)

Sesi I “ Making Disciple Making Leader By Prayer”

Care Cell merupakan cara Tuhan Yesus untuk mencapai visi Ilahi bagi dunia, yakni keselamatan bagi seluruh umat manusia yang berdosa. Tuhan Yesus membangun care cell melalui 12 murid dalam waktu 3,5 tahun untuk mempersiapkan penjangkauan jiwa-jiwa sampai ke ujung bumi.  Melalui care cell keduabelas murid-Nya dibentuk menjadi murid yang berkualitas bagi kerajaan sorga. Demikian juga gereja harus menyadari bahwa amanat agung hanya bisa diraih melalui care cell. Dengan demikian jemaat harus bersedia dimuridkan, supaya mereka diajar dalam firmanTuhan, dilatih untuk melayani, memberitakan Injil, selain itu melalui care cell dapat diketahui perkembangan iman atau kerohanian setiap murid atau jemaat. Setelah jemaat bersedia dimuridkan dalam care cell, mereka harus bertumbuh dan menjadi pemimpin (care leader) yang baru yang siap memuridkan jemaat yang baru bergabung sehingga care cell bermulitipikasi.

Dalam mengembangkan care cell, setiap yang terlibat harus meminta supaya Api Roh Kudus bekerja sehingga setiap anggota care cell yang dimuridkan menjadi kuat dan memiliki kerinduan dan keberanian untuk bersaksi dan memberitakan Injil bagi orang lain, sama seperti murid-murid Tuhan Yesus ketika mereka menerima Api Roh Kudus, mereka memiliki keberanian untuk memberitakan Injil. Mereka menjadi murid yang berkobar-kobar untuk melayani Tuhan bahkan ada yang sampai mati demi memberitakan Injil.

Selanjutnya, kunci keberhasilan care cell ialah tekun belajar, tekun mencari jiwa, tekun memuridkan. Tekun bisa diartikan rajin dan pantang menyerah. Sekalipun ada masalah, selama tidak meyerah pasti Tuhan akan menolong.

Sesi II “Making Disciple Making Leader By Fathering and Mentoring”

Tuhan Yesus menggunakan sebutan “anak-anak-Ku” kepada keduabelas murid yang diajar dan dibimbing-Nya walaupun usianya ada yang lebih muda dan lebih tua dari Tuhan Yesus (Mat. 10:24, Yoh. 13:33, Yoh. 21:5). Selain itu, Paulus juga mengunakan sebutan “anak-anak ku” kepada Timotius dan Titus (1 Tim. 1:2, Tit. 1:4).

Hal tersebut menggambarkan hubungan antara gembala dengan jemaat, care leader dengan murid-murid yang dilayani harus seperti hubungan dalam keluarga, yakni ayah dengan anaknya. Hubungan tersebut menjadi kunci untuk mengatasi berbagai gesekan, tantangan atau permasalahan yang terjadi dalam care cell.

Dalam peristiwa penyaliban, hubungan Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya menjadi terputus atau retak. Namun, setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian, Ia mencari murid-murid-Nya. Tuhan Yesus tidak menghakimi, meninggalkan, melupakan para murid yang menyakiti-Nya melainkan Ia menemui dan merangkul mereka.

Hubungan seperti itu haruslah dimiliki oleh gembala/care leader dengan jemaat/murid yang dilayani. Selanjutnya, kunci lain ialah gembala/care leader harus berperan sebagai ayah yang mengayomi dan jemaat/murid harus berperan sebagai anak yang taat dan menghormati gembala/care leader sehingga terjadi keseimbangan.

Pdt. Simon Irianto

Sesi III “Making Disciple Making Leader By The Power Of Holy Spirit”

Apapun strategi, metode, pola pelayanan yang dikerjakan dalam gereja tidak akan berjalan tanpa keterlibatan kuasa Roh Kudus. Oleh karena itu, dalam kaitanya dengan memuridkan, maka seseorang yang memuridkan harus penuh denganRoh Kudus, supaya kuasa yang diterimanya mengubahakan kehidupannya sendiri dan hidup orang yang dimuridkan. Pengurapan dan roh yang menyala-nyala membuat pintu pelayanan terbuka dan proses pemuridan akan berhasil.

Seseorang yang dipenuhi oleh urapan Roh Kudus akan menerima pengurapan yang membuat orang tersebut menjadi istimewa dan ia akan mengalami promosi pelayanan dari Tuhan dan Tuhan juga yang akan memberkati seluruh aspek kehidupannya.

Oleh karena itu, milikilah Roh yang menyala-nyala dalam pemuridan di setiap care cell sehingga akan membuat care cell yang dilayani berkemenangan dan mengalami kemajuan rohani serta bermultipikasi dengan jiwa-jiwa yang dimenangkan.

Pdt. Jantje Haans

Sesi IV “Penajaman Visi Gereja, Penutupan dan Kesimpulan”

Untuk mencapai Visi GBI Pasirkoja 39, 1500 jemaat pada tahun 2018. Setidaknya ada 3 hal yang harus dilakukan, yakni:

 

  1. KONSISTEN. Dalam hal ini setiap jemaat harus aktif dalam care cell dan membuka pintu rumahnya untuk menjadi tempat care cell. Dalam care cell jemaat diajar dengan firman Tuhan dan mempraktekkannya. Selain itu dalam membentuk murid dan pemimpin harus dengan doa (1 Tes. 5:17)
  2. KONSTAN. Dalam hal ini para pemimpin dan murid harus mau dibapai.
  3. KONTINU. Dimana para pemimpin dan murid harus memiliki roh yang menyala-nyala sampai mencapai target gereja yang telah ditetapkan.

Oleh: Adi Suhenra Sigiro

Check Also

Artikel Ibadah awal tahun 2026 copy

IBADAH AWAL TAHUN 1 Januari 2026

Oleh: Dedy Gunawan (Koordinator Komisi Kompas) Puji syukur kepada Tuhan Yesus,  Kamis, 01 Januari 2026, …