Care Cell Desember 2021

Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

Pertemuan 1
Natal adalah Tindakan Kasih yang Nyata (Yoh. 3:16; 1 Yoh. 4:7-21)

Pendahuluan
Kasih sejati tidak saja ditunjukkan dengan kata-kata, melainkan terutama dengan tindakan atau perbuatan (1 Yoh. 3:18). Allah juga menyatakan kasih Nya melalui sebuah tindakan nyata, yaitu mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus, supaya kita yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).

Isi
Ada tiga kebenaran penting dalam Yohanes 3:16
1. Motivasi Allah untuk bertindak adalah kasih
Menurut Alkitab apa saja yang kita perbuat tanpa kasih merupakan semacam omong kosong seperti tong kosong nyaring bunyinya (1 Kor. 13:1). Berbeda dengan Allah, Ia selalu bertindak karena kasih-Nya yang begitu besar. Dan karena kasih-Nya yang begitu besar Ia bertindak agar kita diselamatkan.
2. Tindakan Allah adalah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal
Karena kasih-Nya yang begitu besar membuat Allah melakukan suatu tindakan nyata, agar kita orang berdosa dapat diselamatkan. Tindakan Allah adalah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebab hanya tindakan itu yang dapat menyelamatkan kita.
3. Tindakan kasih Allah harus disambut dengan percaya
Sama seperti orang yang sedang tenggelam di dalam pasir atau lumpur hisap yang tidak mungkin bisa selamat bila tidak ada orang lain yang mengulurkan tangan untuk menolong. Uluran tangan pertolongan itu harus disambut agar orang yang tenggelam dalam pasir/lumpur hisap dapat dikeluarkan dari kematian. Demikian juga orang berdosa harus menyambut kasih Allah dengan percaya kepada Tuhan Yesus sehingga mereka diselamatkan dari kematian kekal.


Kesimpulan
Karena kasih-Nya yang besar, Allah bertindak untuk menyelamatkan kita orang berdosa. Tindakan Allah adalah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tindakan kasih Allah itu harus kita sambut dengan percaya kepada Tuhan Yesus sehingga kita diselamatkan dari kematian kekal.


Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah setiap anggota care cell untuk menceritakan, apakah mereka semua sudah betul-betul menyambut kasih Allah di dalam hati mereka dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus?
2. Mintalah pendapat 2 atau 3 orang anggota care cell, tindakan-tindakan sederhana apakah yang mereka dapat lakukan satu terhadap yang lain sebagai cara mereka mengasihi sesamanya?

Pertemuan 2
Natal adalah Memberi – Belajar dari Majus (Mat. 2:1-12)

Pendahuluan
Orang Majus mencari Yesus dengan tujuan untuk menyembah Yesus (Mat. 2:2). Berbeda dengan Horodes, ia mencari Yesus dengan tujuan untuk membunuh-Nya. Jadi orang-orang bisa mencari Yesus dengan tujuan yang berbeda-beda. Sangat disayangkan, bila orang Kristen mencari Yesus sekedar supaya mereka mengalami mujizat dari Yesus dan setelah itu meninggalkan atau melupakan Tuhan Yesus. Seperti sepuluh orang kusta yang menerima kesembuhan dari Tuhan Yesus, namun hanya satu yang kembali datang kepada Tuhan Yesus dan menyembah-Nya, sementara yang sembilan lainnya sama sekali tidak mengingat apa yang telah diperbuat Tuhan Yesus atas hidup mereka. Setelah sembuh mereka melanjutkan kehidupan mereka, dengan mengejar impian-impian mereka sendiri, cita-cita mereka yang sebelumnya tertunda, dan keinginan-keinginan mereka sendiri.
Karena itu marilah kita belajar dari para Majus yang mencari Tuhan Yesus karena memang ingin menyembah-Nya.

Isi
Paling sedikit ada dua pelajaran rohani penting yang bisa kita pelajari dari orang Majus, yaitu:
1. Mereka membayar harga yang sangat mahal untuk mencari Yesus
Dalam mencari Tuhan Yesus, mereka membayar harga yang sangat mahal. Mereka harus pergi dari tempat mereka yang jauh, mengorbankan banyak waktu yang diperkirakan membutuhkan waktu 2 tahun. Selain itu di sepanjang perjalanan mereka menempuh resiko dimangsa binatang buas, dirampok dan segala bentuk ketidaknyamanan cuaca.
2. Setelah bertemu Tuhan Yesus, mereka menyembah Tuhan Yesus dan mempersembahkan persembahan-persembahan yang sangat mahal
Ada banyak orang yang ingin bertemu Tuhan Yesus, karena ingin disembuhkan, ingin mengalami mujizat, dijawab doa-doanya, diberkati dan lain sebagainya. Berbeda dengan orang Majus ini, mereka mencari Tuhan Yesus dari tempat yang jauh, hanya untuk menyembah Tuhan Yesus dan memberikan persembahan-persembahan yang sangat mahal, berupa: emas, kemenyan dan mur (Mat. 2:11).

Kesimpulan:
Motivasi yang benar untuk mencari Tuhan Yesus adalah untuk menyembah-Nya dan sekaligus mempersembahkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. Itulah yang diteladankan oleh para majus bagi kita.

Pertanyaan Diskusi:
1. Apakah pendapat Anda, bila seseorang datang mencari Tuhan Yesus hanya untuk diberkati, mendapat mujizat dan sesudah itu melupakan Tuhan Yesus sama sekali? Mintalah 2 atau 3 anggota care cell untuk memberikan pendapat.
2. Menurut Anda, apakah hal yang paling berharga yang patut kita persembahkan kepada Tuhan Yesus selama kita hidup di dunia ini?

Pertemuan 3
Natal adalah Panggilan untuk Taat (Fil. 2:5-11)

Pendahuluan
Ketaatan dan kerendahan hati adalah dua kunci utama yang tidak bisa dipisahkan dalam mengikut Tuhan. Filipi 2:5-11 memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai kerendahan hati Kristus dan ketaan-Nya yang mutlak untuk melaksanakan kehendak Bapa. Walaupun untuk hal itu Ia harus menderita dan mati di kayu salib.

Isi
Ada tiga kebenaran rohani yang sangat penting dalam Filipi 2:5-11, yaitu:
1. Kerendahan hati Kristus
Kerendahan hati Kristus dinyatakan dengan rela mengosongkan diri-Nya, yaitu “menganggap bahwa kesetaraan dengan Allah bukanlah milik yang harus dipertahankan.” Ini berarti Kristus meninggalkan seluruh kemuliaan-Nya di sorga dan datang ke dunia. Selain itu saat datang ke dunia, Ia menambahkan natur manusia dalam dirinya. Dengan menambahkan natur manusia ke dalam diri-Nya, itu berarti Tuhan Yesus rela menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan.

2. Ketaatan Kristus kepada kehendak Bapa
Karena manusia berdosa, maka untuk diselamatkan manusia membutuhkan seorang Juruselamat yang bersedia mati bagi mereka. Kristus datang ke dalam dunia untuk memenuhi tugas ini. Bapa telah mengutus Anak-Nya (yaitu Tuhan Yesus Kristus) ke dalam dunia ini untuk menjadi juruselamat manusia. Itu sebabnya Tuhan Yesus harus mati di kayu salib, sebab itulah jalan satu-satunya agar manusia berdosa diselamatkan.

3. Setelah merendahkan diri dan menderita, Kristus dimuliakan
Kristus tidak selama-lamanya dalam keadaan direndahkan. Kristus juga tidak selamanya dalam kematian. Setelah merendahkan diri dan taat sampai mati, kemudian Tuhan Yesus bangkit, dimuliakan dan kembali kepada kedudukannya yang semula, yaitu “setara dalam ke Allahan dengan Bapa”. Yang artinya, Ia menerima kemuliaan yang dulu Ia kosongkan karena berinkarnasi menjadi manusia. Itu sebabnya, Tuhan Yesus menerima semua kemuliaan dan di dalam Nama-Nya semua orang harus bertekuk lutut dan mengaku “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Kesimpulan
Ada tiga tahap yang dialami oleh Kristus untuk menyelamatkan kita, yaitu: merendahkan diri, taat kepada kehendak Bapa sampai mati di kayu salib, lalu kemudian bangkit dan kembali dalam kemuliaan yaitu kedudukan setara dalam ke-Allah-an bersama Bapa.

Pertanyaan Diskusi:
1. Apakah yang dapat Anda pelajari dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui teladan Tuhan Yesus dalam kerendahan hati?
2. Apakah yang dapat Anda pelajari dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui teladan Tuhan Yesus dalam ketaatan?

Pertemuan 4
Natal Memberitakan Kabar Baik (Luk. 2:10-14; 28-32)

Pendahuluan
Tidak ada kabar lain yang lebih dibutuhkan oleh manusia di bawah kolong langit ini selain Injil. Sebab di dalam Tuhan Yesuslah manusia yang berdosa diampuni dan diperdamaikan kembali kepada Allah. Berita ini dibutuhkan oleh semua manusia dari berbagai golongan, baik kaya atau miskin.

Isi
Berdasarkan Lukas 2:8-20, kita ketahui bahwa:
1. Berita kesukaan yang diberikan Allah bagi dunia ini adalah telah lahir Juruselamat
Kelahiran Juruselamat ke dalam dunia adalah berita kesukaan yang diberikan Allah bagi semua bangsa. Tidak ada kesukaan yang terbesar yang bisa dialami oleh seseorang selain kepastian akan adanya Juruselamat yang rela berkorban baginya sehingga ia diselamatkan.


2. Berita ini ditujukan kepada semua orang dan kepada semua golongan
Berita ini pertama kali diberikan kepada para gembala. Menunjukkan bahwa berita ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang kaya, tetapi juga termasuk kepada orang-orang miskin dan tidak terpandang seperti para gembala.


3. Allah menghendaki agar kita semua terlibat dalam memberitakan kabar baik ini
Para gembala telah menerima kabar baik ini dan mereka telah memberitakannya kepada kita, dan sekarang adalah giliran kita untuk memberitakannya kepada orang lain lagi.

Kesimpulan
Injil adalah kabar baik yang dibutuhkan oleh semua orang di dunia ini. Sebab di dalam Injil nyata kasih Allah yang menghendaki agar semua orang beroleh pengampunan dosa dan diselamatkan. Berita ini ditujukan untuk semua golongan dan harus diteruskan kepada semua orang. Allah memanggil kita untuk juga ikut memberitakan Injil ke semua bangsa.

Pertanyaan Diskusi:
1. Apakah arti Natal bagi Anda secara pribadi?
2. Menurut Anda, apakah orang Kristen dewasa ini masih memiliki pemahaman yang benar tentang Natal? Bila telah terjadi pergeseran makna Natal, mengapa hal itu terjadi? Diskusikanlah!

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …