
2 Korintus 3:17
“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada KEMERDEKAAN.”
KEMERDEKAAN adalah hak segala bangsa yang berdaulat penuh di bawah otoritas sebuah negara merdeka dan memiliki pemerintahan yang bebas dari kolonialisme. 17 Agustus 2023, bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke 78 tahun dari penjajahan. Kemerdekaan merupakan pembebasan dari penjajahan bangsa asing yang ingin menguasai atau memperbudak sebuah bangsa. Seperti yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama yang menyatakan, bahwa “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan PERIKEMANUSIAAN dan PERIKEADILAN.”
Dalam konteks masyarakat Yahudi yang pernah dijajah oleh bangsa Romawi pada waktu itu, mereka mengharapkan kedatangan Mesias (yang diurapi) untuk menjadi pembebas atau penyelamat. Arti kemerdekaan di dalam Alkitab adalah pembebasan dari status perbudakan dosa. Bagi umat Kristen, KRISTUS merupakan proklamator sejati, yang membebaskan manusia dari penjajahan dosa yang membawa maut (Maz. 130:7-8; Rom. 5:13-15). Sebab upah dosa adalah maut (Rom 6:23), sehingga kedatangan Sang Mesias, yang adalah Yesus Kristus sangat diharapkan oleh orang-orang Kristen, dan akan menjadi Raja di atas segala raja.
Percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat akan memberi jaminan keselamatan, padahal Kristus tidak saja menyelamatkan, namun Kristus juga adalah benar-benar hadir untuk memberi kemerdekaan (Yes. 35:5-10; Rom. 6:15-23). Sayangnya hal ini tidak disadari oleh banyak manusia di dunia yang masih diperbudak oleh dosa, karena penolakan mereka untuk percaya kepada Yesus Kristus.
Sehingga benar yang dituliskan oleh firman Tuhan, bahwa pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka (2 Kor. 3:14). Hanya Yesus Kristus yang dapat menyingkapkan selubung itu. Seperti tertulis dalam ayat bacaan kita hari ini, “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (2 Kor. 3:17). Dan Kemerdekaan dari Perbudakan dosa dan perbuatan kedagingan bersumber dari sang Proklamator, yaitu Tuhan Yesus Kristus (Rom. 8:1-7). Dengan Kemerdekaan atas dosa yang diberikan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, apakah hidup kita telah benar-benar dimerdekakan dari perbudakan dosa?
Sebagai umat tebusan yang telah menerima anugerah keselamatan, seharusnya hidup kita dimerdekakan dari dosa dan menjadi benar-benar merdeka dan sekaligus menjadi teladan agar orang lain mendapatkan kemerdekaan yang sama. Oleh karena itu, buanglah kemalasan dan kebebalan (Ams. 26:4-5; Ef. 5:13-17). Hiduplah dengan setia, tekun, menghidupi suasana doa, mempraktikkan firman Tuhan secara konsisten-konsekuen dan konstan, maka kita akan dapat sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan sejati di dalam Tuhan Yesus Kristus. MERDEKA – Amin
GBI Pasir Koja 39 Bandung