
Alkitab menjelaskan bagaimana Raja Daud, memanjatkan doanya 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika hamba Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa. Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun kubu doa. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu.
SIBUK adalah kata kunci penghambat doa.
Oleh karena itu, perlu kita lakukan adalah:
1. Doa memampukan kita menjadi garam dan terang dunia (Mat. 5:13-16; Ef. 6:18).
Menjadi garam dan terang adalah obyek-obyek yang mempengaruhi dunia sekitarnya, dan bukan dipengaruhi, apapun perkataan orang yang negatif tentang kondisi di sekitar kita, mari kita melihatnya dengan berlandaskan kaca mata iman yang positif.
2. Menjangkau dunia melalui Doa (Maz. 2: 8; Ef. 6: 19-20).Dalam pelayanan Tuhan Yesus dari desa ke desa, dari kota ke kota, dari synagog ke synagog Yahudi dalam rangka menjangkau jiwa bagi keselamatan, Tuhan Yesus senantiasa mengawali kegiatan keseharian penjangkauan jiwa dengan berdoa di tempat yang sunyi (Mark. 1:35).
Bagaimana dengan jemaat GBI Pasir Koja?
3. Kelalaian berdoa menutup pintu Injil (Kol. 4: 2-4).
Terkadang disadari atau tak disadari oleh jemaat, bahwa sengaja atau tak disengaja melalaikan kuasa doa dapat menghambat kerja Roh Kudus terhadap pintu-pintu penginjilan, seperti ungkapan C Peter Wagner “Berdoa, mengusir roh-roh territorial yang menghambat di tempat-tempat ketika Injil akan diberitakan berdampak besar terhadap pemenangan jiwa di wilayah tersebut.”
4. Iman yang kuat menciptakan Doa yang kuat (Luk.18: 1-8).
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr. 11:1). Saat kita belum melihat secara real jiwa-jiwa baru datang kepada Kristus, maka beriman seolah-olah kita telah memperolehnya, ditopang pilar-pilar doa secara konsisten, kontinyu dan konstan, maka harapan besar kita jiwa-jiwa tersebut telah ada di dalam jangakauan iman dan mengalami pertobatan.
Karena itu, bulan Februari 2023 saya mendorong seluruh jemaat mari kita tingkatkan waktu-waktu doa pagi, doa malam, doa puasa, doa malam, doa komisi-komisi, Debora & Yabes agar seluruh ibadah di GBI Pasirkoja memenuhi ruang-ruang doa secara aktif seperti sebelum Pandemi Covid 19, jangan tunggu lagi, marilah kita berdoa bersama, Tuhan Yesus memberkati!
GBI Pasir Koja 39 Bandung