BUAH ROH

Artikel Doa
Oleh: Adwi

Buah Roh merupakan karakter dari pada Roh Kudus yang menyerupai Kristus yang akan memerdekakan setiap orang yang memilikinya.

Galatia 5: 22-23. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Dalam bahasa Yunani “Buah” dalam Galatia 5 adalah “KARPOS” yang didefinisikan sebagai ‘Suatu Hasil dari Sesuatu’. Yang berarti, jika buah Roh itu menjadi pegangan dalam hidup kita, nantinya akan menjadi pertanda juga bahwa kita dipimpin oleh Roh Allah.

Kenapa bisa ada buah Roh? Karena di ayat sebelumnya juga disebutkan bahwa adanya kedagingan dalam diri manusia. (Galatia 5:17‭-‬21 TB).‬‬‬‬‬

Apa itu kedagingan? Kedagingan merupakan sifat yang terdapat dalam diri manusia di mana sifat/perbuatan daging yang menginginkan hal-hal yang mencegah Roh Kudus memimpin kita sepenuhnya. Dan sifat itulah yang akan menjauhkan kita dari Allah.
Buah Roh dihasilkan oleh Roh Kudus yang akan muncul dalam diri kita ketika kita menyerahkan diri sepenuhnya untuk dipimpin oleh Roh Allah. Buah Roh Kudus di dalam hidup kitalah yang menunjukkan kedewasaan rohani. Saat kita menampilkan buah Roh itu adalah manifestasi kehidupan yang telah diubahkan oleh kuasa Tuhan.

Mungkin pernah mendengar kata-kata: “Hidup bersama Tuhan bukanlah terbebas dari kesulitan, namun merasa damai di tengah kesulitan.” Itulah manifestasi buah Roh, yaitu: Kasih, Sukacita, dan Damai Sejahtera.
Kasih adalah kemampuan untuk bersikap tidak mementingkan diri, mampu memberi, dan berbakti kepada Tuhan dan sesama. Kasih itu penuh harapan, tahan menderita, dan percaya. Kasih yang menjauhkan kebencian, ketidakpedulian, dan membela diri.

Sukacita membawa kita untuk dapat selalu bergembira di dalam Tuhan dan dalam segala hal. Bukan berarti kita selalu dalam suasana hati yang baik, tetapi kita dapat merasakan kepuasan daripada kasih Tuhan. Orang yang bersukacita tidak membiarkan kesusahan, kesuraman, kesedihan, atau keputusasaan memerintah pikiran kita atau menuntun tindakan kita.

Damai Sejahtera yang merupakan keyakinan dalam diri yang datang karena bersandar terhadap janji-janji Tuhan. Orang yang penuh damai sejahtera tidak berperang dengan tindakan dan perkataan, karena tahu bahwa itu tidak membawa kelegaan untuk situasi apa pun.

Selanjutnya Kesabaran, Kemurahan, dan Kebaikan. Kesabaran adalah sikap dimana kita menunggu tanpa mengeluh, tenang di tengah situasi menekan, tidak bersungut-sungut, tidak mudah jengkel, tidak gelisah dan mampu bertoleransi.

Kemurahan adalah sifat rendah hati, berbaik hati dengan sungguh-sungguh kepada siapa saja. Orang yang baik hati tidak mempertunjukkan permusuhan, keinginan buruk, atau iri hati terhadap orang lain.
Begitupun Kebaikan adalah sifat yang memiliki sikap jujur, sopan, bermoral, terhormat, berbudi luhur, dan penuh integritas. Orang yang baik tidak hanya berbuat benar, tapi juga membuat segalanya benar.
Yang terakhir Kesetiaan, Kelemahlembutan, dan Penguasaan diri. Kesetiaan yang pastinya bergantung pada hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Orang yang setia itu teguh, taat dan tekun dalam segala interaksi, patuh, dan memegang teguh komitmen.

Kelemahlembutan, bukan berarti lemah melainkan sikap yang dapat mengendalikan kedagingan. Butuh kekuatan yang besar untuk menyikapinya. Orang yang lemah lembut tidak kasar atau tebal muka. Sikap dimana kita selalu mengandalkan Tuhan dan membiarkan Tuhan yang menangani agar kita tidak bersikap menurut kehendak dan nafsu kita.

Penguasaan Diri, teruji di situasi di mana kita dapat lepas kendali tetapi dapat mengendalikan dengan tidak menuruti keinginan hati atau bahkan kedagingan. Dalam kehidupan kekristenan kita harus melepaskan kendali diri kita sendiri untuk mendapatkan penguasaan diri.

Buah Roh adalah hasil dari suatu hidup yang berserah kepada Tuhan. Itu sebabnya kita jangan focus pada menghasilkan buah tetapi fokuslah kepada Roh Tuhan. Agar kita bisa menghasilkan buah Roh, maka kita harus belajar untuk membangun hubungan dengan Roh Kudus dan memberi diri sepenuhnya untuk dipimpin oleh-Nya.

Berdoa dan milikilah keintiman dengan Roh Kudus, maka niscaya buah Roh pasti muncul dalam kehidupan kita. Janganlah tunduk pada kedagingan, tetapi tunduklah kepada kehendak Roh Kudus.
Saat kita menjadikan Roh Kudus sebagai pemegang kendali hidup kita, Roh Kudus akan mulai bekerja untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Yesus.

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …