
Sejarah membuktikan bahwa doa mempengaruhi dunia. Seorang prajurit doa memberikan lututnya untuk mulai mengambil bagian dalam misi agar mampu mengubah nasib orang banyak dan bangsanya. Dalam sejarah gereja mula-mula menyatakan bahwa doa dan bersaksi dalam kuasa Roh Kudus merupakan hal yang penting dan utama. Seperti yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 4:29-31; bahwa para murid memerlukan keberanian baru untuk bersaksi dan berbicara tentang Kristus. Sepanjang kehidupan Kristen, kita juga perlu berdoa supaya dapat mengatasi ketakutan, penolakan, kecaman, dan penganiayaan. Kasih karunia Allah, lewat kepenuhan Roh Kudus, akan membantu kita untuk berbicara tentang Yesus dengan berani.
Dalam Kisah Para Rasul 4:31 dinyatakan bahwa Allah memberi mereka Roh dalam kadar yang lebih besar, seperti yang mereka minta dalam doa. Tidak diragukan lagi bahwa doa mereka diterima, sebab doa itu dikabulkan. Mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lebih dari sebelumnya. Dengan demikian hati mereka tidak saja dikuatkan, tetapi mereka juga dimampukan untuk memberitakan firman Allah dengan berani, sehingga tidak takut lagi terhadap manusia yang sombong dan tinggi hati.
Roh Kudus mengajar mereka bukan saja apa yang harus dikatakan, melainkan juga bagaimana mengatakannya. Orang-orang yang sudah terbiasa dianugerahi dengan kuasa Roh Kudus masih berkesempatan menerima pembekalan yang baru dari Roh Kudus, sesuai dengan keperluan dalam pelayanan mereka. Hal ini mengajarkan kepada setiap kita untuk menjalani hidup dengan mengandalkan kasih karunia Allah, sesuai dengan yang kita perlukan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Kita juga melihat contoh dalam Kisah Para Rasul 4:29-37, mengenai pemanfaatan pemberian itu, yang diharapkan dari semua orang yang dianugerahkan dengan pemberian itu. Terimalah dan gunakanlah, maka akan diberikan lebih banyak lagi. Ketika mereka penuh dengan Roh Kudus, mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Sebab kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Talenta harus dijalankan, bukan dikubur. Waktu mereka mendapati bahwa Tuhan Allah menolong mereka melalui Roh-Nya, mereka tahu bahwa mereka tidak akan mendapat noda. Amin.
Oleh: Yanuar
GBI Pasir Koja 39 Bandung