Berjalan dalam Kesembuhan

Empat tahun yang lalu,  jam 15.00 tepatnya, saya diberikan ijin oleh tempat kerja untuk pelayanan di  Persekutuan Murid Kristen SMAN 6 Cimahi, seperti biasa semuanya berjalan lancar dan dengan kendaraan sepeda motor saya bergegas untuk kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan sebab saya menyadari sudah semakin sedikit sisa waktu jam kerja.

Saat perjalanan, hujan turun dengan deras dan saya merasakan pusing yang sangat, pada saat itu saya menepi untuk mengenakan jas hujan kemudian bergegas kembali melanjutkan perjalanan ke kantor, saat hampir tiba di kantor tiba-tiba saya merasakan tubuh sebelah kanan dari kepala sampai kaki dingin dan kesemutan. Saya bertanya-tanya sendiri kenapa begini? Saat tiba di kantor, saya merebahkan diri sejenak, akhirnya saya memutuskan untuk segera pulang ke rumah dan meminta ijin untuk pulang, dan puji Tuhan diijinkan.

Tiga hari kemudian, pusing itu tetap ada. Saya seorang yang tidak biasa ke dokter apalagi ke rumah sakit, jadi hanya beristirahat dan minum obat di rumah saja.

Suatu malam, saya merasa pusing yang lebih hebat dari sebelumnya yang membuat  saya menyerah, akhirnya meminta di antar oleh mami papi dan adik untuk berobat ke rumah sakit, pada saat itu untuk keperluan berobat saya berikan  nomor pin ATM saya kepada mereka. Aneh sekali, karena dalam keadaan tidak bisa bepikir karena terlalu pusing, untuk memberikan nomor pin ATM-pun saya menggunakan isyarat dengan menunjukkan angka-angka di keyboard.

Setiba di rumah sakit, saya segera ditangani di UGD, saya merasakan kepala sudah dingin, tapi orang-orang mengatakan kalau kepala saya panas sekali. Dokter memeriksa dan memutuskan untuk melakukan rawat inap. Pada saat itu, bukannya memikirkan diri sendiri tetapi saya memikirkan anak-anak PA, saya berpikir mereka belum bisa di lepas sendiri tanpa ada yang mengawasi mereka, dan saya mengucapkan itu kapada Tuhan, dan saya mengucapkan lagi berulang-ulang, “Tuhan kasihan mereka, mereka memerlukan saya di kehidupan mereka, mereka perlu ada yang seperti rambu-rambu lalu lintas untuk tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.” Saya menangis sejadi-jadinya buat kehidupan mereka.

Sayapun menjalani perawatan dan di diagnosa menderita penyakit Takayashu atau penyumbatan pembuluh darah leher sebelah kanan atau yang biasa disebut dengan Stroke, akibatnya saya tidak bisa berbicara dan tubuh bagian kanan berkurang kekuatanya, indra perasa-pun berkurang 50%, memang masih bisa berjalan, dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang normal.

Sesudah dua minggu saya diperbolehkan dirawat di rumah, saya lihat di invoice-nya dan Mami berkata “tenang uang kamu sama sekali tidak terpakai untuk rumah sakit, semua dana dari donatur-donatur yang Tuhan kirimkan”.

Saya ucapkan terima kasih untuk bantuan secara moril dan materil dari bapak ibu dan teman-teman atas dukungannya, itu sangat berarti buat saya.

Keadaan sakit yang saya alami membuat saya begitu depresi karena yang dulunya  berani karena bisa berkelit dan bisa meyakinkan orang-orang dengan perkataan saya, sekarang saya tidak bisa berbicara! Kemudian yang kedua adalah  saya salah satu pengurus Youth di gereja dan sering melayani di pelayanan sharing firman Tuhan, dan sekarang saya tidak bisa berpikir dan berbicara.  Itu menjadi pukulan yang telak sekali. Dan saya menyadarinya. Saya yang dulunya berani sekarang menjadi seorang yang penakut karena kelemahan saya.

Saya kecewa pada Tuhan, akhirnya saya mencoba untuk bunuh diri, untunglah niat itu digagalkan oleh mami dan adik saya.

Banyak proses dilewati, akhirnya saya berbaikan dengan Tuhan, saya katakan God is good all the time, Tuhan pun menjadikan penyembuhan tubuh saya dengan cepat dan baik adanya, Dia memberikan banyak impresi ke dalam jiwa saya, dan memang yang  saya butuhkan adalah impresi dari Tuhan dan  Dia seringkali memeluk saya, saya sangat memerlukan kasih-Nya.

Satu orang yang sungguh kuat dan itu adalah Mami, dia sangat sabar merawat, terus memberikan semangat dan dia mempunyai iman yang kuat mengenai saya, bahwa saya akan pulih seperti sediakala. Dan I love my Mom!

Kondisi saya sekarang semakin sehat dan bugar, saya mulai lagi berolahraga dan sudah kembali bekerja di tempat kerja saya yang dulu. Saya sungguh beriman bahwa saya disembuhkan dan sehat kembali seperti sedia kala, sama seperti iman Mami.

Pesan saya untuk semua terutama untuk anak-anak muda:

  1. Jaga  kesehatan, jangan berpikir terlalu berat, jika itu terjadi di pikiran Anda, Anda harus istirahat.
  2. Ini mengenai panggilan di pelayanan anak muda,  dengan kasus sakitnya saya, saya mungkin dihentikan sejenak oleh Tuhan untuk  membantu anak muda supaya mereka tetap bersih tangannya dan murni hatinya di hadapan Tuhan. Sebenarnya dulu sebelum sakit, saya mau pindah kerja di kota lain, namun saya terlanjur mengalami sakit dan rupanya Tuhan mau mengatakan kepada saya agar tetap di kota Bandung.
  3. God is good all the time, ini yang saya pelajari dari empat tahun masa penyembuhan: kalau Anda diberikan cobaan berat yang mungkin orang lain tidak bisa menanggungnya, Anda seharusnya bersyukur karena kekuatan yang diberikan Tuhan kepada Anda lebih besar dari orang-orang lain.

Dan akhirnya oleh anugerah Allah, saya bisa hidup sampai sekarang. Oleh mujizat Allah saya dapat terus bernafas sampai sekarang. Oleh kebaikan Allah saya dapat tetap melayani musik sampai sekarang.

Akhir kata, saya mengajak bapak, ibu, saudara-saudara, teman-teman semua mari rasakan dan syukuri anugerah Tuhan sampai bagian-bagian terkecil di hidup kita.

That’s all. Thank you.

Oleh: Rinaldo Stefanus

 

 

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …