19 November 2015 hasil MRI ulang di Jakarta menyatakan, bahwa sisa brain tumor yang masih ada di selaput otak 1.2 x 0.5 x 1 cm. Dokter mengajukan untuk upgrade insurance untuk antispasi harus tindakan Gamma Knife (sinar gamma) jika tumor tersebut membesar. Segala kecemasan saya tanggalkan karena saya yakin Tuhan bekerja tidak setengah-tengah dan Tuhan tidak akan mempermalukan.
Sejak pulang ke rumah di bulan Mei 2015 saya dan suami belum pernah membuka arsip-arsip laporan selama di RS Siloam, karena 2 dokter berkata kepada saya hasil MRI terakhir dan operasi saya sangat baik. Sampai suatu malam di bulan November, saya baca nilai ukuran sisa brain tumor dengan tangan gemetar.
27 November 2015 pertemuan ke 4 x dalam hidup saya antara Steve, saya dan Pastor Chia dari Singapore. Dia berkata, bahwa saya adalah pengantin yang berpakaian indah untuk mempelainya Tuhan Yesus. Karena saya adalah mempelai wanita, Tuhan Yesus sebagai mempelainya laki-laki akan mengikuti saya kemana saja dan akan menjaga saya dijauhkan dari orang-orang yang tidak baik.
Sekalipun saya hidup dengan masih adanya sisa brain tumor, tetapi saya pegang apa yang Tuhan katakan pada saya lewat hamba-Nya. KAU Tuhan yang selalu menopang dan pelita hidup saya, Tuhan Yesus bertahta dalam hidup saya. Dalam situasi apapun saya hadapi dengan penuh pengharapan kepada Yesus, karena Tuhan Yesus beserta Roh Kudus-Nya berjalan dengan kita. Saya sangat mengimani sisa tumor akan mengecil bahkan hilang.
Jumat, 8 Januari +/- jam 10 pagi kepala kanan saya tiba-tiba sakit kurang dari 1 menit. Sabtu subuh jam 1.30 saya kejang-kejang kembali, berbusa dan bibir biru +/- 3 menit. 25 menit kemudian kejang-kejang kembali dan pagi-pagi jam 9 Sabtu baru pulih kesadaran saya. Selasa 12 Januari saya kembali ke Jakarta untuk recheck dengan Prof. Eka dan puji syukur tidak perlu adanya tindakan sinar gamma, bahkan dia berkata sisanya sangat kecil. Tgl 14 Januari juga ke DR. Benny di RS Boromeus. Sejak kejang-kejang itu saya harus makan obat anti kejang selama 6 bulan dan setelah itu dosis dikurangi.
Saya percaya semua kejang-kejang boleh terjadi lagi atas kehendak Tuhan. Tuhan tidak pernah gagal untuk menjadikanku lebih dari pemenang. Saya disanggupkan setiap hari anugrah cinta Tuhan tidak pernah terlambat dalam hidup saya. Semua penyakit yang boleh terjadi pada hidup saya dan obat anti kejang yang saya harus konsumsi untuk tempo lama semuanya atas ketetapan Tuhan.
Saya mensyukuri saya jauh lebih beruntung dari pada orang lain yang penyakitnya jauh lebih parah bahkan teman sekamar saya sewaktu dirawat dia harus menjalani 2x sinar gamma dan cukup lama di ICCU.
Oleh: Mimin Rusli
GBI Pasir Koja 39 Bandung