Berdoa di Tengah Kesibukan

eproSeberapa sering Anda mendengar jawaban “Gak ada waktu” dan “Capek” atau malah keduanya, ketika bertanya pada seseorang tentang apakah mereka menyediakan waktu khusus untuk berdoa?

Dengan semua kesibukan ini, ditambah dengan rutinitas kehidupan yang berjalan cepat, cukup menjadi tantangan untuk dapat menemukan waktu untuk berdoa. Bahkan, ketika kita benar-benar menemukan waktu, biasanya kita akan merasa tidak mampu menghargai dan menikmati kehadiran Tuhan, dan menenangkan roh kita. Belajar bagaimana berdoa ketika kehidupan kita kian sibuk dan tertekan adalah sangat penting.

Yesus adalah Pribadi yang cukup sibuk! Ia memiliki banyak kesibukan dalam hidup-Nya, yaitu berkhotbah, menyembuhkan, melakukan mujizat, dan memimpin murid-murid-Nya. Namun, seperti yang sering kita baca dalam Injil Markus, Ia secara teratur menyediakan waktu untuk berdoa.

“Sesudah itu, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.” -Markus 6:45-46

Ini terjadi setelah Yesus memberi makan lima ribu orang, ketika Ia baru saja mengajarkan sebuah pesan yang mengagumkan dan luar biasa sehingga banyak orang yang mendengarkan-Nya. Mereka pun akhirnya mengalami “piknik yang ajaib” bersama-sama.

Namun, Yesus mengetahui kapan waktunya untuk bekerja dan kapan mengakhiri pesta. Ia menyadari kapan Ia perlu menyuruh orang-orang tersebut untuk pulang, dan mengambil waktu untuk berdoa serta menghabiskan waktu bersama Bapa-Nya.

Ini adalah contoh yang sangat bagus bagi kita. Yesus tahu pentingnya mengutamakan doa, bahkan di tengah-tengah pelayanan-Nya, dan tidak membiarkan tuntutan-tuntutan atas waktu-Nya merampas kebutuhan untuk berdoa dari-Nya. Kita bisa mengambil teladan Yesus tersebut untuk mengaplikasikannya di tengah kesibukan pekerjaan kita dengan cara :

  1. Tentukan Waktu Secara Teratur

Banyak orang mendoakan hal utama pada pagi hari untuk menyiapkan diri kita selama sehari. Bagi mereka,  doa pagi hari cenderung menjadi waktu yang terbaik buat saya. Ketika sudah mulai beraktifitas, orang seperti ini merasa lebih mudah dalam mengisi waktu mereka dengan melakukan hal-hal lain dan tidak pernah tergerak untuk berdoa. Namun, saya tahu bahwa bagi sebagian orang, hal ini bukanlah waktu terbaik mereka dalam sehari.

Ada sebuah saran yang saya ingat dari seorang pembimbing rohani yang saya kenal. Ketika saya masih di masa sekolah, Ia memberi saran agar saya menunggu jam istirahat pertama di sekolah dan menggunakannya untuk berdoa. Untuk Anda, mungkin saja saat terbaik pertama Anda adalah pada waktu anda mengemudi menuju tempat kerja, setelah Anda mengantar anak-anak ke sekolah, atau di ruangan kantor / usaha Anda ketika keadaan kantor masih sepi.

Kapan pun waktu yang Anda sisihkan, sangat bijaksana untuk menyediakan waktu yang teratur sebagai waktu bersaat teduh bersama Tuhan, setiap hari.

  1. Buatlah Janji Doa

Untuk orang-orang dengan pekerjaan / kondisi tertentu,  membentuk sebuah kebiasaan untuk berdoa secara teratur adalah tidak mungkin karena jadwal pekerjaannya mungkin tidak sama setiap hari. Mereka memiliki pola perpindahan waktu yang berbeda atau mereka membagi waktu antara pekerjaan paruh waktu dan pengasuhan anak.

Anda tetap bisa mengusahakan diri supaya teratur. Gunakan buku agenda / reminder di smartphone Anda untuk mencatat ‘janji pertemuan’ Anda dengan Tuhan di setiap awal minggu, kemudian disiplinkan diri anda dan lakukanlah seperti yang Anda catat untuk pertemuan berikutnya.

  1. Jangan Mengutamakan “Kegiatan” Melebihi Doa

Jerat kesibukan menggoda kita untuk menjadi terlalu sibuk bagi Tuhan sehingga kita kehilangan waktu hanya untuk bersama-Nya

Kita mengisi waktu dengan melayani Dia dalam komunitas, keluarga, gereja, sekolah, dan tempat kerja. Dan, tiba-tiba kita kehabisan waktu karena kita terlalu sibuk dengan banyak kegiatan sehingga kita putus hubungan dengan Tuhan karena kita tidak memiliki waktu untuk berdoa.

Akan tetapi, berdoa bagi pelayanan yang di dalamnya kita terlibat juga sangat penting. Kita harus menjadikannya sebagai prioritas seperti yang dilakukan Yesus dan tidak berpikir bahwa aktifitas kitalah yang penting untuk memperluas Kerajaan Allah. Namun ketika semua kegiatan tersebut (walaupun kelihatannya baik dan rohani) mulai membuat Anda hilang waktu pribadi bersama Tuhan, cobalah untuk berpikir ulang dan minta hikmat Tuhan atas hal itu.

  1. Nikmatilah Keheningan

Di tengah gaya hidup yang sibuk, mengambil waktu untuk berdoa dapat menjadi sebuah berkat bagi kita secara rohani, jasmani, emosional, dan mental. Di dunia, kesibukan dan tekanan sering kali membuat orang merasa stres dan khawatir. Kita perlu menerima anugerah Tuhan dengan tinggal dalam keheningan-Nya. Dalam keheningan-Nya, kita akan menerima pemulihan, kekuatan, dan damai yang kita perlukan untuk bertahan.

Oleh: Victor Apriando

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …