BERDAMAI DENGAN DIABETES MELLITUS

diabetes_tiposDiabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif kronis yang dapat menimbuikan penurunan kualitas hidup penderitanya biia tidak tertangani dengan baik. Panjangnya masa perawatan dan tidak sedikitnya biaya yang harus dikeluarkan tak jarang membuat penderita DM mengalami permasalahan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Menurut drg. Willy, sebagai dokter gigi, kita harus dapat membantu penderita DM dalam meningkatkan kualitas hidupnya dalam arti semua fungsi dan kesehatan mulutnya dapat tetap terjaga.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan penderita DM, antara lain: mengontrol gula darah secara teratur dan merubah pola hidup sehat sesuai anjuran dokter, memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara teratur ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali, menggunakan sikat gigi yang lembut dengan cara yang benar, bila penderita DM memiliki karies gigi harus segera dirawat atau ditumpat serta bila ada gigi yang tanggal atau lepas atau hilang harus segera diganti.

Diabetes mellitus sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan supaya tidak menjadi parah, namun mungkin tidak banyak orang tahu mengenai gejala-gejaia DM dan baru sadar ketika status DM-nya sudah cukup parah. Bila sudah terjadi, penyakit DM dapat dikendalikan dan kualitas hidup penderitanya pun dapat dibantu untuk tetap baik. Menurut dr. Dewa, prinsip penanganan DM meliputi pengaturan pola makan, olah raga teratur, menyadarkan pasien akan kondisi penyakitnya dan konsumsi obat yang teratur.

Dalam pengaturan pola makan, ada perhitungan tersendiri yang harus dipenuhl, misalnya jumlah kalori perhari yang dibutuhkan, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, usia dan aktivitas. Pengaturan waktu makan dan porsi makan biasanya berupa 3 porsi besar dan 3 porsi kecil, sehingga seharusnya penderita DM makan sebanyak 6 kali dalam sehari. “Umumnya orang DM tidak mau makan untuk menghindari gula darah, malah puasa, padahal sebenarnya keliru. Justru seharusnya makan 6 kali sehari, hanya sekarang kalau orangnya gemuk, kebutuhan kalori perharinya lebih kecil dari orang kurus, tetapi porsinya tetep 6 kali sehari, 3 porsi besar dan 3 porsi kecil. Porsi kecil di sini maksudnya snack, penderita DM kadang menginterpretasikan sendiri mengenai pola makan yang menyebabkan kualitas hidup penyandang DM menurun, padahal kualitas hidup orang DM bisa sama dengan yang bukan DM,” terang dr. Dewa. Waktu makan 6 kali ini harus teratur waktunya jadi dalam senari pasien harus makan setiap 4 jam, Untuk penentuan menu sebaiknya dikonsultasikan ke ahii gizi. Kita perlu kolaborasi dengan ahli gizi untuk dibuatkan menu supaya tidak jenuh dengan menu makanan sehari-hari. Terakhir yang perlu dipertimbangkan dalam hal pola makan adalah adanya makanan penukar, misalnya pasien senang makanan A, namun karena pasien menderita DM mungkin porsinya harus dikurangi, harus dipikirkan juga makanan penukarnya itu apa, jadi jangan abaikan makanan kesenangan pasien. “Di sini ahli gizi sangat berperan. Jadi sekarang, pasien DM yang menjalani perawatan bila belum berkonsultasi dengan ahli gizi maka quality of carenya masih ielek,” lanjut dr. Dewa.

Konsumsi diet seimbang, termasuk whole grain, daging rendah lemak dan sayur-sayuran bisa dipertimbangkan sebagai menu makanan sehat bagi penderita DM. selain itu penderita DM harus membatasi asupan lemak jenuh, membatasi alkohol, membatasi kalori untuk mencegah pertambahan berat badan atau untuk membantu menurunkan berat badan, mengurangi asupan minuman ringan, makanan bergula dan makanan cepat saji. Memperbanyak asupan sayur-sayuran, whole grain, dan kacang-kacangan bisa menurunkan risiko DM. Sedangkan mengonsumsi banyak makanan bergula, fast food, dan daging merah (khususnya daging merah olahan) dan minum banyak minuman ringan bisa meningkatkan risiko DM. Olah raga teratur minimal 3 kali seminggu, memang disarankan baik untuk orang sehat maupun untuk penderita DM.

Pada prinsipnya, semua olahraga boleh dilakukan namun perbedaannya adalah, bagi penderita DM, olahraga yang dipilih jangan yang menimbulkan cedera, sepatunya jangon terlalu sempit, jangan juga berupa tantangan yang menimbulkan cedera karena cedera pada pasien diabetes akan sulit disembukan. Cobalah melakukan aktivitas fisik yang meningkatkan detak jantung. Lakukan aktivitas fisik tingkat sedang paling tidak 2,5 jam seminggu. Atau cobalah melakukan aktivitas kuat paling tidak 1,25 jam seminggu. Selain itu, dapat juga dimasukkan latihan peregangan dalam program olahraga Anda. Latihan peregangan termasuk akivitas seperti angkat beban atau berkebun. Tidak berarti Anda harus melakukan aktivitas kuat atau mengikuti program gerak badan yang mahal.

Semua aktivitas yang meningkatkan detak jantung bisa mendatangkan manfaat sama. Berjalan sebanyak 10.000 langkah perhari dan menari selama 1 jam pernari juga terbukti dapat menurunkan risiko diabetes. Pasien juga perlu diinformasikan mengenai kondisi penyakitnya, supaya dapat memahami penyakitnya. Kadang pasien tidak paham penyakitnya, ketika setelah minum obat gula darahnya turun, pasien berinisiatif menghentikan konsumsi obat, sehingga gula darahnya naik lagi, kondisi seperti ini menunjukkan, bahwa pasien tidak paham akan penyakitnya. Terakhir dalam penanganan DM perlu diperhatikan untuk mengkonsumsi obat secara teratur, sehingga kondisi gula darah penderita dapat tetap stabil.

Diambil dari Dental & Dental

Oleh drg. Puti Aulia Rahma, MPH

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …