BELL’S PALSY

Oleh: Hanna, dr., M.Kes., PhD

Gangguan saraf wajah atau yang dikenal dengan Bell’s palsy ditandai dengan kelemahan tiba-tiba dari otot wajah. Biasanya terjadi pada satu sisi wajah sehingga sering disalah artikan sebagai stroke. Pada sebagian besar kasus bersifat sementara dan membaik dalam waktu beberapa minggu.

Bell’s palsy dapat timbul pada siapa saja, dan penyebab pastinya belum diketahui. Kemungkinan, Bell’s Palsy disebabkan oleh pembengkakan saraf dan peradangan saraf yang mengatur kontraksi otot wajah. Bell’s Palsy dapat juga timbul setelah infeksi virus.
Gejala Bell’s palsy adalah:
– Kelemahan otot wajah di salah satu sisi dalam beberapa jam.
– Kesulitan membuat ekspresi wajah, seperti menutup mata atau tertawa.
– Nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada sisi yang terkena.
– Nyeri kepala.
– Kehilangan kemampuan mengecap.
– Perubahan jumlah air mata dan air liur yang diproduksi tubuh.

Penyebab Bell’s Palsy
Walaupun penyebab dari Bell’s Palsy belum dapat ditentukan hingga saat ini, beberapa infeksi virus memiliki hubungan dengan kejadian Bell’s Palsy seperti: herpes simplex, cacar air, cytomegalovirus, mumps, influenza B, flu Singapore.

Saraf yang mengontrol wajah melewati celah kecil menuju otot wajah kita. Pada Bell’s Palsy, saat saraf ini membengkak dan radang– biasanya terjadi pada infeksi virus, maka saraf ini terjepit dan mengganggu fungsinya. Di samping otot wajah, saraf ini juga mengatur keluarnya air mata, air liur, pengecapan dan tulang kecil di dalam telinga.

Faktor resiko:
Bells palsy sering timbul pada orang yang memiliki faktor resiko sebagai berikut: wanita hamil yang hampir melahirkan, memiliki infeksi saluran nafas atas, diabetes.

Komplikasi:
Pada umumnya gejala Bell’s Palsy akan hilang dalam beberapa bulan. Proses penyembuhan akan menjadi lambat pada beberapa orang. Bila tidak diobati dengan tepat, ada beberapa komplikasi yang dapat timbul seperti: kerusakan serabut saraf, gangguan kontraksi otot, kebutaan akibat kornea mata yang kering.

Pengobatan
Pada umumnya bells palsy akan membaik tanpa pengobatan. Pada beberapa kasus perlu diberikan anti inflamasi untuk mengurangi pembengkakan saraf pada Bell’s Palsy.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …