Bahan Care Sel September 2016

carecellPertemuan 1

MENCINTAI FIRMAN

Berakar dalam Firman

Untuk menjadi orang Kristen yang kuat dan dapat melakukan hal-hal yang luar biasa, maka kita harus memiliki pondasi yang kuat. Sama seperti sebuah rumah. Jika pondasinya dalam dan dibangun di atas dasar batu karang, maka rumah itu menjadi sangat kuat. Sehingga ketika gelombang dan badai datang, rumah itu tidak akan runtuh (Mat. 7:24-27). Firman Tuhan adalah dasar penting bagi seseorang yang ingin membangun kehidupan rohani yang kuat.

Demikian juga sebuah pohon, ia harus mempunyai akar yang baik untuk bisa bertumbuh dan menjadi kuat. Sebuah pohon memiliki dua arah pertumbuhan akar:

  1. Akar yang melebar.

Akar yang melebar berfungsi menahan pohon dari terpaan angin. Makin lebar akar sebuah pohon, semakin kuatlah ia menghadapi terpaan angin. Demikian pula semakin lebarnya kita berakar di dalam firman, semakin kuat kita menghadapi berbagai angin pengajaran sesat. Berakar lebar di dalam firman adalah merenungkan firman Tuhan secara meluas. Kita merenungkan firman lebih banyak, misalnya satu perikop, satu pasal atau beberapa pasal. Dengan merenungkan firman secara melebar, kita akan mengerti firman dalam kaitan dengan bagian-bagian lainnya, sehingga pemahaman kita akan firman menjadi luas. Dengan demikian, kita akan terhindar dari penafsiran Alkitab yang salah.

  1. Akar yang mendalam.

Meskipun seseorang sudah berakar lebar, ia perlu memiliki akar yang mendalam. Akar yang mendalam berfungsi sebagai alat untuk mencari sumber air di kedalaman tanah. Demikian pula kehidupan rohani kita, perlu berakar secara mendalam di dalam firman Tuhan. Mengapa banyak orang Kristen yang membaca firman Tuhan, tapi kurang mengalami perubahan hidup? Persoalannya adalah karena firman Tuhan yang dibaca hanya menyentuh pengetahuan otaknya saja (hanya mempunyai pengetahuan yang luas terhadap firman Tuhan), tetapi tidak membiarkan firman Tuhan itu merembes ke dalam jiwa dan rohnya seperti akar yang mendalam.

Agar firman Tuhan merembes ke dalam jiwa dan roh kita, maka kita perlu merenungkan firman Tuhan dengan pola 4D, yaitu:

  1. Dicatat

Catatlah setiap firman yang Anda dengar baik dalam pertemuan Ibadah Minggu, Care Leader Training, Care Sel. Hal itu dilakukan supaya:

  • Bisa lebih berkonsentrasi pada firman Tuhan
  • Lebih mengerti firman Tuhan
  • Ada yang bisa dibaca lagi di kemudian hari
  1. Direnungkan

Firman Allah yang sudah kita dengar, kemudian mulai kita renungkan di rumah atau di tempat dimana kita berada (Mzm. 1:2; Yos. 1:8). Bagaimana cara kita merenungkan firman Tuhan?

  • Ingat apa yang Tuhan katakan dari firman yang baru kita dengar atau baca (bisa hanya poin-poinnya saja)
  • Apakah ada hubungan setiap poin-poin itu dengan masalah yang kita hadapi. Contoh: Jika saudara dalam keadaan khawatir, apakah firman Tuhan berbicara tentang rasa khawatir saudara.
  • Tindakan apa yang Tuhan ingin Anda lakukan sehubungan dengan firman dan masalah kita. Coba saudara gambarkan dan ceritakan tindakan nyata yang saudara akan lakukan. Contoh: saudara akan tetap bersukacita meskipun dalam keadaan kekurangan, sakit dll, dengan tidak menyalahkan suami, isteri atau orang lain.
  1. Dilakukan

Setelah firman Tuhan direnungkan dan kita mendapat petunjuk dalam firman Tuhan, maka berikutnya firman itu harus kita lakukan (Yak. 1:22-23). Hal ini dilakukan supaya:

  • Firman menjadi kehidupan kita
  • Mengalami kuasa dan mujizat Tuhan
  1. Diceritakan (Yoh. 4:28-30)

Waktu ada pertemuan Care Sel, maka apa yang telah dialami karena melakukan firman Tuhan harus diceritakan dan menjadi kesaksian yang hidup. Hal ini dilakukan supaya:

  • Menjadi terang/saksi Tuhan dan memuliakan Tuhan
  • Membangun orang lain
  • Sharing firman Tuhan di care sel menjadi hidup dan bergairah.

Pertanyaan dan penerapan

  1. Apakah saudara sudah pernah membaca dan mengenal firman Tuhan dari kitab Kejadian sampai Wahyu?
  2. Apakah saudara melakukan penggalian (mendalami) dan perenungan firman Tuhan selain hanya sekedar membaca firman Tuhan dalam saat teduh saudara?

Pertemuan 2

Keseimbangan dalam Firman dan Roh Kudus

Mengenal dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan sangatlah mutlak dan penting bagi orang percaya, karena:

  1. Iman timbul dari janji firman Tuhan

Iman kita timbul dari janji-janji-Nya (Rm. 10:17), bukan dari perasaan atau pengalaman kita. Kita percaya kepada janji-Nya dan Dia pasti melakukan apa yang Dia janjikan.

  1. Pengenalan akan Tuhan didapat melalui kehidupan firman Tuhan.

Tanpa firman kita tidak dapat mengetahui kehendak Allah; apa yang menjadi kesukaan Allah dan apa yang Dia benci.

  1. Kecintaan kepada firman membuktikan cinta kita kepada Allah.

Kecintaan terhadap firman Tuhan membuktikan kecintaan kita kepada Tuhan (Yoh. 14:15, 21), karena firman itu adalah Allah sendiri (Yoh. 1:1). Jika kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, maka kita pasti akan gemar dan mengasihi Firman Allah.

  1. Salah satu ciri murid Kristus adalah tinggal di dalam Firman (Yoh. 8:31).

Jika kita hidup dan tinggal di dalam kebenaran firman Tuhan, maka hal tersebut membuktikan bahwa kita adalah benar-benar murid-Nya.

Namun tanpa Roh Kudus, pengetahuan kita akan firman hanya sebatas pengetahuan. Sama seperti orang-orang Farisi yang mengenal hukum taurat tetapi menolak firman yang hidup, yaitu Yesus. Firman tidak dapat dimengerti dengan pikiran atau akal budi insani saja. Kepandaian manusia, IQ kita tidak membuat firman itu berkuasa. Karena firman itu roh dan hidup, kita perlu Roh Kudus untuk membuat firman yang tertulis (logos) itu menjadi rhema (Yoh. 14:26), yaitu firman yang dapat diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.

Roh Kuduslah yang menginspirasikan para penulis firman (II Tim. 3:16), sehingga hanya Dia pulalah yang mampu menterjemahkannya kepada kita dengan tepat mengenai arti/maksud sebenarnya dari firman Tuhan dan sesuai dengan kondisi kita saat ini.

Peran Roh Kudus ini tidak bisa dipisahkan dengan firman Allah. Roh Kudus tidak pernah bergerak di luar firman-Nya. Dia selalu bekerja seturut pola yang terdapat dalam firman-Nya (Yoh. 16:12-14). Penyimpangan dalam penggunaan karunia Roh Kudus biasanya disebabkan kurangnya pengetahuan dan pendalaman akan firman Tuhan. Karena itu, kita harus belajar menggali firman Tuhan, sehingga ketika Roh Kudus bekerja, kita akan tahu pasti apakah hal tersebut datangnya dari Tuhan atau bukan. Itulah sebabnya gereja mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul sementara mereka mendemonstrasikan dan menggunakan karunia Roh Kudus (Kis. 2:42).

Pertanyaan dan penerapan

  1. Evaluasilah kehidupan rohani saudara, apakah saudara merasa sudah memiliki kehidupan rohani yang seimbang antara firman Tuhan dan Roh Kudus? Sharingkan!
  2. Berapa banyak waktu yang saudara sediakan untuk bersekutu dengan Roh Kudus setiap hari di dalam doa? Sharingkan!

Pertemuan 3

Perjumpaan dengan Allah (Encounter with God)

Alkitab adalah firman Allah. Alkitab dipakai Allah untuk menyatakan (memperjumpakan diri-Nya) kepada kita, seperti yang terjadi pada Samuel (1 Sam. 3:21; Yoh. 1:1). Kita bisa mengenal Allah hanya sebatas pengetahuan di otak berdasarkan apa yang kita baca atau apa kata orang seperti Ayub. Tetapi untuk mengalami hal-hal besar di dalam Allah, kita harus mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi setiap hari. Ayub diubahkan dan dipulihkan setelah ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi (Ay. 42:5). Perjumpaan pribadi dengan Tuhan itulah yang kita sebut dengan encounter.

Dalam Alkitab, kita bisa melihat kehidupan orang-orang yang telah mengalami encounter atau perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Sewaktu seseorang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, hidupnya akan mengalami perubahan yang drastis. Dia akan mengalami hidup kristen yang berkemenangan dan bahkan menerima berkat-berkat Allah yang luar biasa. Ada perbedaan antara sebelum dan sesudah encounter:

  • Sebelum encounter, Abraham hidup dalam keluarga yang menyembah berhala. Sesudah encounter, Abraham berubah dan mengikuti Allah dengan segenap hati-Nya (Kej. 12:1-4).
  • Sebelum encounter, Yakub banyak hidup dalam tipu-menipu. Ia menipu kakak dan ayahnya (Kej. 27:18-19, 36). Ia ditipu dan menipu mertuanya (Kej. 31:7). Sesudah encounter, ia mengalami perubahan nama dan hidupnya. Tidak pernah lagi ditulis bahwa ia menipu orang lain. Bahkan Tuhan memakai Yakub untuk melahirkan 12 suku yang akhirnya menjadi bangsa pilihan Allah, yaitu Israel.
  • Sebelum encounter, Musa hidup dalam pelarian dan ketakutan sebagai seorang gembala kambing domba. Sesudah encounter, Musa berubah menjadi seorang pemimpin besar yang berani menghadapi Firaun, memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, mengadakan berbagai macam mujizat, membelah lautan dll.
  • Sebelum encounter, Gideon adalah seorang penakut dan pemalu. Ia mengirik gandum secara sembunyi-sembunyi karena takut (Hak. 6:11). Sesudah encounter, Gideon menjadi penyelamat bangsa Israel dari penindasan bangsa Midian.
  • Sebelum encounter, wanita Samaria di tepi sumur Yakub adalah orang yang hidup dalam kebencian terhadap orang Yahudi yang berasal dari wilayah Yudea, hidup dalam penyembahan yang salah, hidup dalam dosa perzinahan, dan ada kehausan dalam dirinya yang tidak pernah terpuaskan, sesudah encounter ia diubahkan menjadi pemberita Injil yang menyelamatkan banyak jiwa.

Seperti orang-orang di dalam Alkitab, kita perlu mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Perjumpaan kita dengan Tuhan harus benar-benar menjadi pengalaman yang mengubahkan hidup kita. Bagaimana mengalami encounter dengan Allah saat kita mendengarkan firman Tuhan?

  1. Mempunyai kehausan rohani

Saudara harus mempunyai kehausan yang sungguh-sungguh untuk mengalami jamahan Allah. Allah berjanji untuk menyatakan diri-Nya apabila kita datang dengan sungguh-sungguh kepada-Nya (Yer. 29:13).

  1. Berdoa dan berpuasa

Saudara perlu berdoa dengan sungguh-sungguh sambil berpuasa, sehingga indra rohani saudara semakin peka dan bisa menangkap saat Allah berbicara. Elia tidak bisa mendengar suara Allah ketika hatinya disibukkan oleh banyak pekerjaan dan pelayanan dan kelelahan. Di tengah-tengah angin sepoi-sepoi barulah ia mendengar suara Allah (1 Raj. 19:11b-14). Banyak berdoa dan berpuasa membuat roh kita menjadi tenang dan teduh sehingga berada dalam kondisi yang paling ideal untuk mendengar suara Tuhan dan mengalami perjumpaan pribadi (encounter) dengan Tuhan.

Pertanyaan dan penerapan

  1. Jika saudara merasa kehidupan rohanimu stagnan atau kering, ini adalah saat yang paling tepat untuk mengalami encounter dengan Allah. Untuk itu sepakatilah dengan para anggota care sel untuk mengadakan waktu doa dan puasa bersama!
  2. Harapkanlah supaya setiap anggota care sel mengalami encounter dengan Allah dalam kehidupan mereka setiap hari!

Pertemuan 4

Saat Teduh

Untuk mengalami perjumpaan (encounter) dengan Allah setiap hari, maka kita perlu melakukan saat teduh setiap hari secara konsisten. Saat teduh adalah waktu khusus setiap hari yang kita sediakan untuk bertemu dengan Tuhan, berbicara dengan-Nya, dan mendengarkan firman-Nya secara pribadi. Melalui saat teduh, kita membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Ada banyak keuntungan besar yang kita dapatkan melalui saat teduh setiap hari:

  1. Saat teduh menjadikan iman kita semakin kuat dan bertumbuh.

Saat kita saat teduh, kita akan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Allah. Ketika kita berjumpa dengan Allah dan merasakan kasih serta kuasa-Nya maka iman kita akan semakin kuat dan bertumbuh. Tuhan menjanjikan kekuatan baru bagi mereka yang menantikan Dia dengan tekun (Yes. 40:31).

  1. Saat teduh membuat hidup kita semakin menyenangkan hati Allah (2 Kor. 3:18).

Kerinduan hati Allah adalah untuk bersekutu dengan anak-anak-Nya. Hal ini dibuktikan sejak manusia jatuh  ke dalam dosa, senantiasa Allah dahulu yang memiliki inisiatif untuk mencari manusia. Ketika kita mau datang mendekat, maka Ia akan dengan sukacita menyambut kita.

  1. Saat teduh membuat kita mendapat rhema dan kuasa untuk menjadi pelaku firman Tuhan.

Ketika kita rindu hidup sebagai anak-anak Allah, maka kita harus bersedia hidup dipimpin oleh Allah (Rm. 8:14). Allah memimpin kita melalui firman-Nya. Ketika kita membaca firman Tuhan setiap hari dalam saat teduh, firman yang kita terima selalu membawa hal yang baru dalam hidup kita meskipun mungkin ayat itu sudah sering kita baca. Firman Allah yang diurapi selalu akan membawa pembaharuan dalam hidup kita.

  1. Saat teduh akan membuat kita peka akan suara Tuhan (Yoh. 10:4)

Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab kehadiran Tuhan dalam pujian dan firman yang kita renungkan akan membuat kita semakin mengenal pribadi Allah. Seperti Daud yang menyatakan bahwa ketika ia dekat dengan Allah, jiwanya menjadi tenang dan ia semakin mengenal bahwa Allah adalah Gunung Batu keselamatan (tempat perlindungan ketika musuh-musuh menyerang). Daud semakin mengenal Allah karena ia dekat dengan Allah.

Bagaimana cara melakukan saat teduh?

  1. Carilah tempat dan waktu yang terbaik.

Bagi sebagian orang mungkin waktu yang terbaik adalah pagi-pagi sekali, namun bagi yang lain mungkin pada malam hari, yang lain mungkin pada jam istirahat di kantor. Tempat yang kita pilih harus dipastikan jauh dari kebisingan sehingga dengan teduh kita bisa mengarahkan pikiran hanya kepada Tuhan tanpa terganggu (Hab. 2:1-2).

  1. Persiapkan Alkitab, catatan dan alat tulis

Alkitab dan alat tulis dipergunakan untuk mencatat firman Tuhan yang menjadi rhema sehingga kita akan selalu ingat apa yang Tuhan firmankan. Membaca dan merenungkan firman Tuhan dapat dilakukan secara berurut (kitab Kejadian sampai Wahyu) atau dengan dibantu buku renungan 39News.

  1. Tenangkan hati dan pikiran

Mulailah dengan sikap rileks (jangan tegang), dan dengan hati yang rindu jamahan Tuhan. Berkonsentrasilah kepada pribadi Tuhan saja, bukan kepada hal lain termasuk persoalan yang sedang kita hadapi. Datanglah ke hadirat-Nya dengan pujian dan ucapan syukur, sebab hal itu akan menolong kita untuk bisa memusatkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan. Berdoa dalam bahasa roh sangat membantu untuk membangkitkan hati yang lesu dan semangat yang padam dalam menantikan hadirat Allah.

Pertanyaan dan penerapan

  1. Mulailah saat teduh hari ini juga. Penundaan akan menciptakan rantai keengganan. Cara memutuskannya adalah mulai sekarang juga!
  2. Evaluasilah apakah setiap anggota care sel telah melakukan saat teduh secara konsisten atau belum!

Oleh: Ferry Simanjuntak

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …