MISI
Misi ke bangsa-bangsa; jadikan segala bangsa murid (Markus 16:14-20)
Sebelum Yesus datang kedua kali, tuaian jiwa secara besar-besaran akan terjadi di seluruh dunia. Kita mendengar laporan dari negara Cina yang mengatakan bahwa disana sekarang rata-rata ada 25.000 orang menjadi percaya Yesus setiap harinya. Di Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah, puluhan ribu jiwa dimenangkan setiap hari. Tuaian jiwa itu tentu saja terjadi sebagai akibat diberitakannya Injil ke seluruh dunia (Mat. 24:14).
Sebagai akibat begitu banyak jiwa yang dimenangkan, maka di berbagai penjuru dunia bermunculan perintisan gereja-gereja baru, dan setiap Gereja yang menginjil telah mengalami pelipatgandaan dan urapan yang lebih kuat. Gereja yang menginjil seperti sungai yang mengairi tanah gersang, membawa kehidupan dan berkat (Yeh. 47:9). Roh Kudus akan bekerja dengan dahsyat di dalam gereja yang berbelas kasihan pada jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.
Perintah penginjilan yang Tuhan Yesus berikan mencakup segala bangsa atau “pantata etne” (Mat. 28:19-20), dan segala makhluk (Mrk. 16:15).
- Pantata etne berarti injil harus sampai kepada setiap suku. Menurut Alkitab, suku berarti sekelompok masyarakat yang mempunyai wilayah geografis, bahasa dan budaya Misalnya suku Sunda, suku Anak Dalam, Suku Dayak dll. Menurut catatan, di Indonesia saja diperkirakan ada 105 suku yang belum terjangkau oleh Injil. Ilmu misi menetapkan standar bahwa satu suku dikatakan telah terjangkau oleh Injil bila ada 1% dari seluruh populasi suku tersebut telah menjadi percaya Yesus.
Sebagai akibat perkembangan arus urbanisasi, terutama di kota-kota besar, maka dalam arti yang lebih luas suku juga bisa berbicara tentang kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai “bahasa” dan “budaya tertentu” walaupun tidak menetap di satu wilayah geografis tertentu. Suku yang termasuk dalam kategori ini misalnya adalah kelompok “anak-anak funk”, kelompok “anak-anak vandalisme”, kelompok “pemulung di pekuburan Pandu Bandung”. Mereka juga adalah suku atau kelompok masyarakat yang perlu dijangkau oleh Injil.
Pantata etne juga berbicara tentang kelompok-kelompok atau “suku-suku” masyarakat yang ada di dunia “market place”. Market place termasuk di dalamnya: dunia usaha (bisnis), pendidikan, pemerintahan, seni. Maka injil juga perlu diberitakan di perusahaan-perusahaan, pusat-pusat bisnis, perbankan, sekolah-sekolah, kampus-kampus, dunia seni dan sebagainya.
- Perintah penginjilan berikutnya adalah mencakup segala makhluk. Segala makhluk berbicara bahwa bersamaan dengan penginjilan itu, ada kuasa juga untuk membawa tranformasi kepada alam ini. Termasuk dunia hewan, tumbuh-tumbuhan, lingkungan hidup, penataan kota. Orang-orang Kristen juga dipanggil untuk terlibat dalam penataan kota dan lingkungan ke arah yang lebih baik.
Penginjilan dan Tanda-Tanda
Tuhan berjanji bahwa jika kita taat memberitakan Injil, maka Ia akan menyertai penginjilan kita dengan tanda-tanda. “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” (Mrk. 16:20). Ciri dari penginjilan yang sejati adalah penginjilan yang disertai dengan kuasa Allah. Tanpa kuasa Allah berita Injil tidak akan mempunyai dampak yang besar terhadap hidup seseorang. Hanya Rohlah yang bisa membuat seseorang berubah, dipulihkan dan mengalami mujizat dalam hidupnya. Tanpa kuasa: Injil seperti bunga tanpa wangi. Mobil tanpa mesin, ada bentuknya tetapi tidak ada kehidupan di dalamnya.
Orang-orang yang memberitakan Injil dengan penuh kuasa:
- Rasul Paulus. Paulus berkata bahwa semua pelayanannya disampaikan dengan kuasa Roh (1 Kor. 2:4). Bila penginjilan dinyatakan dengan kuasa, maka orang akan dibungkamkan dan akan tersungkur di kaki Tuhan. Di dalam Kisah Para Rasul kita melihat gereja memberitakan Injil dengan penuh kuasa (Kis. 4:12-14; 4:33; 5:12-16).
- Pelayanan Stefanus penuh dengan kuasa sehingga mereka dengan bulat hati menerima berita yang dia sampaikan (Kis. 6:8). Pelayanan Filipus pun penuh dengan mujizat (Kis. 8:6-8). Padahal dua orang ini bukan terhitung sebagai rasul-rasul Yesus.
Pertanyaan dan penerapan
- Apakah Anda pernah memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal Yesus?
- Jika belum, sharingkan alasan-alasan Anda tidak pernah memberitakan Injil dan bagaimana mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
- Jika sudah, sharingkanlah tanda-tanda apa saja yang menyertai pemberitaan Injil tersebut.
- Berdoalah bersama, agar terjadi tanda-tanda ajaib dalam Care Sel Anda, juga agar penginjilan menjadi gerakan yang menggairahkan seluruh anggota Care Sel.
Pertemuan 2
Apa Bagianku Dalam Misi? (1 Kor. 9:6)
Di manakah posisi Anda? Mintalah Tuhan untuk memimpin dan menuntun Anda dalam segi apa Anda harus ambil bagian dalam misi, sebab seluruh Tubuh Kristus harus berfungsi (I Kor. 12:18). Bila kita terlibat dalam proyeknya Tuhan, maka kita akan melihat kasih dan kuasa-Nya akan dinyatakan dengan melimpah dalam hidup kita.
Setiap orang percaya bisa terlibat dalam pelayanan misi melalui tiga bidang:
Penginjilan yang berhasil selalu dimulai dengan doa. Sebelum Petrus berkhotbah, ia berdoa selama 10 hari bersama 120 orang murid yang lain, lalu Roh Kudus mengurapi perkataan-perkataannya. Akibatnya ada 3.000 orang yang bertobat (Kis. 1:12-14; 2:14, 41).
- Dana
Selain doa, penginjilan juga membutuhkan dukungan dana dalam jumlah yang sangat besar. Untuk itu saudara dapat terlibat dengan memberikan dukungan dana. Beberapa perempuan kaya tercatat dalam Injil Lukas sebagai orang-orang yang memberi dukungan dana bagi pelayanan Tuhan Yesus (Luk. 8:3). Jemaat-jemaat Makedonia telah menjadi teladan dalam kemurahan karena di tengah-tengah penganiayaan yang berat dan dalam keadaan sangat miskin, tetapi mereka memberi dukungan dana bagi penginjilan dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan Paulus berkata bahwa mereka telah memberi melampaui kemampuan mereka (2 Kor. 8:1-3).
- Daya
Daya berarti kita terlibat langsung dalam penginjilan atau misi. Bila kita sibuk, mungkin sewaktu-waktu kita mengambil waktu cuti untuk terlibat dalam misi. Untuk terlibat dalam pelayanan misi dalam kota, saudara dapat terlibat dalam pelayanan care sel di mana Tuhan menempatkan Anda.
- Jika Anda adalah seorang pelajar, Anda bisa membuka care sel di sekolah, atau kampus.
- Bila Anda adalah ibu rumah tangga, Anda bisa membuka care sel di rumah atau apartemen Anda dengan mengundang para tetangga.
- Bila Anda adalah pimpinan perusahaan, Anda bisa membuka persekutuan doa di perusahaan Anda.
- Bila Anda sopir angkot, Anda bisa memulai care sel di antara para sopir angkot.
Orang percaya mula-mula banyak melakukan pelayanan di lingkungan mereka masing-masing. Dorkas dapat membawa masyarakat di sekitarnya kepada Yesus karena ia menabur banyak kebaikan pada mereka, padahal ia hanya berprofesi sebagai tukang jahit (Kis. 9:36-43). Bahkan beberapa gereja dimulai sebagai akibat orang-orang membuka rumah mereka sebagai tempat persekutuan (care sel). Misalnya: Gereja di rumah Filemon (Fil. 1:1-2 ), Gereja di rumah Priskila dan Akwila (Rm. 16:3-5).
Pertanyaan dan Penerapan
- Sharingkanlah apa bagian yang bisa setiap anggota Care Sel lakukan untuk mendukung penginjilan baik di Care Sel Anda maupun di GBI Pasirkoja 39 Bandung.
- Apakah akibat yang Anda rasakan dan terima dalam hidup ketika Anda terlibat ambil bagian dalam pekerjaan misi/pemberitaan Injil? Sharingkan!
Pertemuan 3
Berkat Melimpah dalam Proyeknya Tuhan (misi) (Rm. 15:14-21; Mrk. 10:28-31)
Tuhan menjanjikan bahwa orang-orang yang telah memberi hidup mereka bagi proyeknya Tuhan (misi) akan menerima berkat yang berlimpah-limpah.
- Janji dalam Perjanjian Lama
Sejak Perjanjian Lama kepada kita telah dijanjikan bahwa: “Pada waktu itu engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.” (Yes. 60:5).
- Janji dalam Perjanjian Baru
Ketika Petrus bertanya apakah upahnya bagi mereka yang telah mempersembahkan hidupnya untuk mengikut Tuhan dan penginjilan? Tuhan Yesus menjawab “Sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” (Mrk. 10:28-30). Janji yang diberikan Tuhan Yesus tidak hanya terbatas untuk hidup di dunia ini saja, tetapi juga mencakup kehidupan pada zaman yang akan datang.
Dari situ kita tahu, bahwa Tuhan ingin memberikan kekayaan bangsa-bangsa kepada umat-Nya. Dia ingin umat-Nya bukan hanya cukup untuk dirinya sendiri, tetapi juga berkelimpahan, sehingga ia bisa memberi bagi keluarga, sesama, gereja dan dapat membiayai penuaian besar di akhir zaman ini. Dia sedang mencari bendahara-bendahara-Nya yang bisa dipercaya.
Bagaimana caranya?
- Komitmen untuk memberi bagi pekerjaan-Nya
Untuk mengalami tuaian besar kekayaan bangsa-bangsa kita harus memiliki hati yang suka memberi dan membagi. Tuhan menjanjikan keamanan, perlindungan dan berkat melimpah bagi mereka yang mau ambil bagian dalam memberi bagi pekerjaan-Nya (Mal. 3:10-12). Dia juga menjanjikan tuaian berlimpah-limpah bagi yang mau peduli dengan kesengsaraan orang lain (Ul. 15:7-8, 10). Bila kita punya hati memberi, maka bersiap-siaplah untuk memiliki hidup yang sangat diberkati secara ekonomi.
- Menabur
Penerobosan dalam bidang ekonomi didapat bukan hanya dengan doa dan aktivitas rohani, akan tetapi dengan menabur uang. Pemberian-pemberian yang murah hati akan membawa mujizat dalam bidang rohani kita. Ingat bahwa berkat yang Tuhan berikan dalam hidup kita selalu terbagi dalam dua hal: roti untuk dimakan dan benih untuk ditabur kembali (2 Kor. 9:10). Sama seperti petani, ia tidak mengolah semua hasil panennya menjadi bahan makanan. Ia harus menyisihkan sebagian hasil panennya untuk dijadikan benih sehingga dapat ditabur kembali supaya ia mendapatkan kembali hasil tuaian pada musim berikutnya. Demikian juga kita, setiap berkat keuangan yang kita terima, perlu ada yang disisihkan untuk ditabur kembali dalam ladang Kerajaan Allah supaya mendapat tuaian kembali.
Pertanyaan dan penerapan
- Rindukah saudara mengalami tuaian kekayaan bangsa-bangsa seperti yang Tuhan janjikan?
- Apa sajakah yang sudah saudara lakukan untuk mengalami tuaian itu?
Pertemuan 4
Pilih Ladang Misi Anda Sesuai Potensi dan Talenta Anda (2 Pet.2:9; Rm. 1:16-17; 10:4-15)
Setiap orang percaya diberi tempat (peran) pelayanan dalam misi. Sebab gereja digambarkan seperti tubuh (1 Kor. 12:12-31). Tuhanlah yang memberikan tempat (peran) yang harus saudara mainkan di dalam gereja. Cara yang paling mudah untuk mengetahui apa peran yang diberikan Tuhan bagi saudara adalah dengan langkah-langkah berikut:
- Lihatlah apa bakat saudara
Bakat adalah kemampuan atau kecenderungan yang Tuhan tanam di dalam diri kita sejak kita lahir, misalnya: musik, menyanyi, kecenderungan untuk menyukai anak-anak, kecenderungan untuk menyukai bisnis dll. Saudara perlu memikirkan bagaimana bakat yang saudara miliki itu dapat berguna bagi pelayanan misi dan penginjilan. Saya mengenal seorang mahasiswa teologi di Batam yang mempergunakan bakat musiknya untuk membuka kursus musik secara gratis. Dan ternyata ada anak-anak dan remaja yang tertarik sehingga mereka mengikuti kursus tersebut. Dari situlah ia akhirnya membuka sebuah care sel baru. Di Perjanjian Lama kita melihat contoh bagaimana Daud menggunakan bakat musiknya untuk menyembah Tuhan. Tuhan mengurapi bakatnya dan memakainya untuk melepaskan orang dari kerasukan setan (1 Sam. 16:23). Jadi kalau saudara menyerahkan bakat saudara pada Tuhan, pasti Tuhan mengurapinya.
- Lihatlah keahlian/keterampilan saudara.
Keahlian atau ketrampilan adalah kemampuan yang kita dapat melalui suatu pelatihan, pendidikan dan pengalaman tertentu. Contoh: Dorkas, Ia mempunyai keahlian menjahit baju. Keahliannya dipakai untuk melayani banyak orang (Kis. 9:36-39). Baru-baru ini saya mendengar seorang ahli hukum yang menyelenggarakan beberapa kali seminar tax amnesty untuk banyak pengusaha secara gratis. Dari beberapa seminar tersebut ada beberapa pengusaha yang akhirnya bisa dilayani dan diajak ke gereja.
Yang lain lagi, karena diberkati secara materi dan melihat ada banyak anak yang kesulitan membayar keuangan sekolah, lalu membangun gerakan pelayanan menjadi orang tua asuh.
- Lihatlah karunia rohani saudara (Rm. 12:1-8)
Karunia rohani adalah kemampuan supranatural yang diberikan Allah saat kita lahir baru. Setiap kita pasti mempunyai paling sedikit satu karunia rohani, maka layanilah Tuhan dengan itu.
- Lihatlah kebutuhan-kebutuhan di sekitar saudara.
Bukalah “mata” dan “telinga” sehingga saudara bisa merasakan apa kebutuhan orang-orang di sekitar saudara. Dan bertindaklah! Di Tangerang, ada seorang bapak yang sederhana selalu merasakan ada belas kasihan yang besar saat melihat orang-orang gila berkeliaran di jalan-jalan. Lalu ia mulai melayani satu dua orang dengan kelainan jiwa (gila) sampai sembuh. Akhirnya ia melayani lebih banyak lagi orang gila dan sekarang ia membuka sebuah pelayanan khusus untuk menangani dan menyembuhkan orang-orang gila. Sudah ada puluhan orang gila yang disembuhkan dan kembali kepada keluarga mereka masing-masing melalui pelayanannya.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah Tuhan untuk memimpin dan menuntun saaudara dalam segi apa saudara harus ambil bagian dalam misi. Sebab seluruh tubuh Kristus harus berfungsi!
- Coba renungkan keadaan masyarakat di sekitar Anda, apakah ada kebutuhan-kebutuhan masyarakat tersebut yang cocok dengan bakat atau keahlian saudara. Jika Anda terbeban, Anda bisa memulai pelayanan misi saudara dari situ!
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung
