Bahan Care Sel Juni 2016

carecellPertemuan 1

Tujuan Allah membentuk keluarga (Kej. 2:18-25; Mal. 2:13-16)

Berhasil atau tidaknya suatu gereja ditentukan oleh kondisi keluarga-keluarga yang ada di dalamnya. Salah satu kunci sukses gereja adalah pelayanan terhadap keluarga-keluarga. Gereja yang kuat adalah gereja yang terdiri dari keluarga-keluarga yang kuat.

Allah merencanakan hal-hal yang baik bagi keluarga. Sebab ketika Adam masih sendiri, Allah memandang hal itu tidak baik (Kej. 2:18). Tujuan baik Allah membentuk keluarga di antaranya adalah: Untuk melahirkan keturunan-keturunan yang ilahi (Mal. 2:15) bukan keturunan duniawi.

Keturunan ilahi berbicara tentang anak-anak yang takut akan Allah dan mengasihi Dia dengan segenap hati mereka, sehingga hidup mereka memberi dampak positif di dunia ini. Sementara keturunan duniawi adalah gambaran tentang anak-anak yang hidup di dalam kejahatan.

Perbedaan antara anak-anak duniawi dengan anak-anak ilahi dapat terlihat dalam tabel berikut:

Anak-anak duniawi Anak-anak Ilahi
Ciri-cirinya:

1.      Berpikiran pendek (short view)

2.      Tidak menyadari bahwa pilihan-pilihan yang dibuat saat ini berpengaruh besar bagi masa depannya

3.      Cenderung mencari kesenangan sesaat sehingga mudah jatuh dalam dosa

 

Contoh:

1.      Esau (Kej. 25:29-34) akhirnya tidak dapat lagi memperbaiki hidupnya walaupun sudah mencucurkan air mata (Ibr. 12:16-17)

2.      Simson (Hak. 14:1-3 ; 16:1), akhirnya mati dengan cara yang sangat tragis (Hak. 16:23-31)

Ciri-cirinya:

1.     Berpikiran panjang dan melihat rencana Allah yang kekal

2.     Menyadari bahwa pilihan-pilihan yang dibuat saat ini berpengaruh besar bagi masa depannya

3.     Bertanggung jawab atas waktu, uang, sekolah, pelayanan dan pekerjaan

4.     Rela menderita dan diejek karena menjaga kekudusan daripada menikmati kesenangan dari dosa

5.     Di tengah penderitaan dan kesulitannya dapat melihat campur tangan Allah

 

Contoh:

1.      Yakub, rela bekerja keras demi masa depan (Kej. 31:38-42)

2.      Musa (Ibr. 11:24-25) rela meninggalkan kesenangan Mesir (dosa) untuk hidup dalam rencana Allah.

3.      Yusuf (Kej. 50:20) melihat rencana Allah dibalik penderitaannya

Anak-anak menjadi keturunan ilahi apabila mereka mengalami kelahiran kembali, itu berarti:

1.      Setiap orang tua bertanggung jawab memperkenalkan Tuhan Yesus kepada anak-anak mereka sedini mungkin.

2.      Setiap orang tua bertanggung jawab mengajarkan firman Tuhan berulang-ulang kepada anak-anak mereka.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Menurut Anda, apakah langkah-langkah yang harus ditempuh oleh orang tua untuk membentuk anak-anak mereka menjadi keturunan-keturunan ilahi dan bukan keturunan duniawi?
  2. Jika seorang anak telah terlanjur menjadi anak-anak duniawi, apakah masih mungkin ia diubah menjadi anak-anak ilahi? Bagaimanakah caranya?

Pertemuan 2

Memberi waktu dan hubungan (time and relationship) (Tit. 2:1-5)

Apabila anggota-anggota dalam satu keluarga terlibat dalam banyak sekali kegiatan dan masing-masing punya acara sendiri-sendiri, maka dalam waktu sekejap hal-hal itu akan mengacaukan dan menghancurkan kehidupan keluarga. Hal itu dapat dihindari apabila setiap anggota keluarga bersedia menyelaraskan waktu pribadinya dengan kegiatan bersama keluarga. Beberapa kegiatan yang dapat disepakati untuk wajib diikuti oleh seluruh anggota keluarga misalnya:

  1. Mezbah doa keluarga.

Mezbah doa keluarga bisa dilakukan pagi atau malam hari menjelang akan tidur. Melalui mezbah doa keluarga orang tua berkesempatan mengajarkan firman Tuhan secara terus-menerus kepada anak-anak (Ul. 6:6-7). Selain itu setiap anggota keluarga dapat belajar saling mendoakan satu dengan yang lain serta berkomunikasi dari hati ke hati. Jika ternyata ada ganjalan-ganjalan timbul dalam hati dalam hubungan antar anggota keluarga, maka ganjalan-ganjalan tersebut dapat segera dibereskan. Dengan cara itu, iblis tidak pernah diberi kesempatan untuk bekerja atas kehidupan setiap anggota keluarga.

  1. Acara makan keluarga.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk membina hubungan antar anggota keluarga adalah acara makan bersama. Di meja makan hubungan-hubungan yang kaku bisa mencair dan percakapan terjadi secara alami. Tuhan Yesus sendiri memanfaatkan waktu makan bersama dengan murid-murid sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai firman Tuhan, misalnya: di meja makan orang dapat belajar menahan nafsu keserakahan supaya setiap orang dapat kebagian makanan.

  1. Ibadah bersama (Yos. 24:15)

Tentu sangat baik bagi keluarga untuk menyepakati waktu ibadah bersama, entah itu ibadah Minggu atau care cell. Dengan beribadah bersama setiap anggota keluarga akan menerima arahan firman yang sama sehingga lebih mudah untuk memiliki visi rohani yang sama. Selain itu, anak-anak dapat melihat contoh langsung dari orang tua mereka, bagaimana cara mengasihi dan melayani Tuhan.

  1. Merayakan hari ulang tahun

Hal lain yang dapat dilakukan untuk memberi waktu dan hubungan dalam keluarga adalah merayakan hari ulang tahun setiap anggota keluarga. Melaluinya, anggota keluarga yang berulang tahun diteguhkan bahwa diri mereka spesial dan berharga dan bahwa seluruh keluarga mencintai mereka.

  1. Mendampingi anak belajar

Dengan memberikan pendampingan kepada anak-anak pada saat mereka belajar, memberikan kesempatan bagi orang tua untuk sekaligus menanamkan nilai-nilah hidup yang penting bagi anak-anak. Selain itu akan tercipta komunikasi yang dapat meningkatkan hubungan batin antara anak dengan orang tua.

  1. Hadir pada saat ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Hadir di sisi anggota keluarga kita yang sedang sakit memiliki nilai yang berarti sekali bagi mereka. Dengan kehadiran kita mereka akan mendapatkan dukungan di tengah-tengah pergumulannya. Sehingga ia tidak merasa menanggung beban sendiri.

  1. Rekreasi bersama

Acara rekreasi bersama umumnya dapat dilakukan pada masa liburan sekolah atau pada hari-hari besar tertentu. Untuk mewujudkannya, tentu saja perlu perencanaan jauh-jauh hari sebelumnya.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Menurut Anda sikap yang bagaimanakah yang perlu dimiliki oleh setiap anggota keluarga agar mereka dapat memiliki kegiatan bersama untuk mengembangkan hubungan antar anggota keluarga?
  2. Menurut Anda, apakah setiap keluarga wajib memperjuangkan waktu-waktu bersama secara terus-menerus? Mengapa?

Pertemuan 3

Jangan sepelekan kuasa pengampunan dalam keluarga (Markus 11:20-26).

Interaksi antar anggota keluarga memiliki potensi unik bagi timbulnya ganjalan-ganjalan maupun luka-luka dalam perasaan dan hati. Umumnya perasaan seseorang menjadi lebih sensitif sehingga lebih mudah tersinggung atau terpancing amarahnya ketika: lelah, lapar, sedang tergesa-gesa, sakit, sedang menghadapi masalah serius, masa pergantian hormon (menstruasi dan menopause), berpuasa, atau gabungan yang mana pun dari hal-hal tersebut.

Selama saat-saat itu, anggota keluarga sebaiknya menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan ganjalan-ganjalan di hati. Di saat-saat seperti tersebut di atas, orang perlu berhati-hati serta lebih peka, bisa menerima keadaan, penuh pengertian dan sabar. Sikap menahan diri, termasuk menahan lidah dalam situasi-situasi tersebut sangat penting.

Kalaupun di dalam keluarga timbul ganjalan-ganjalan yang melukai perasaan dan hati, maka setiap anggota keluarga seharusnya segera melakukan pemberesan-pemberesan dan bersedia saling mengampuni, sehingga tidak ada kesempatan bagi iblis (Ef. 4:27).

Selain itu, Alkitab juga menasihati kita untuk meninggalkan perilaku jahat dalam keluarga karena akibat-akibat mengerikan yang ditimbulkannya:

Sikap dan Tindakan Akibat Ayat
Suami tidak mengasihi isteri, menyeleweng, tidak bertanggung jawab, ringan tangan pada isteri dan anak Doanya tidak dijawab Tuhan, anak dan isteri menjadi pahit hati dan memberontak 1 Ptr. 3:7

Ef. 6:4

Isteri tidak menghormati suami, cerewet (bicara kasar) terhadap suami maupun anak Terjadi percekcokan dalam keluarga, suami tidak berhasil  dan tidak betah di rumah sehingga berpotensi nyeleweng, anak tidak betah tinggal di rumah sehingga berpotensi terjerat narkoba dan pergaulan buruk Ams. 19:13b

Ams. 31:23

Anak-anak tidak taat dan berontak pada orang tua Tidak bahagia, pendek usia dan tidak berhasil Ul. 20:12

Ef. 6:1-3

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Suatu kali Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus berapakalikah ia harus mengampuni saudaranya yang bersalah. Yesus menjawab, bahwa Petrus harus mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali (Mat. 18:21-22). Menurut Anda, apakah ayat tersebut juga dapat diterapkan dalam keluarga? Jelaskanlah!
  2. Mengapa menahan lidah menjadi sangat penting, bagi terciptanya suasana damai dalam keluarga?

Pertemuan 4

Kesatuan kunci keluarga kuat dan diberkati (Yos. 24:14-18).

Salah satu kisah yang dapat menggambarkan bahwa kesatuan adalah kunci keluarga kuat dan diberkati adalah kisah minyak seorang janda yang terdapat dalam 2 Raj. 4:1-7. Kita semua tahu jalan ceritanya. Janda tersebut ditinggal mati oleh suaminya. Dan sekarang ia dalam kesulitan sehingga harus menjual semua barang miliknya. Saat mengadukan nasibnya, nabi Elisa menyuruh dia meminta bejana milik orang lain dan menuangkan minyak yang ada dalam buli-buli kecil miliknya pada bejana-bejana yang sudah terkumpul.

Sesuai nasihat Elisa, janda tersebut menyuruh anaknya untuk meminjam bejana-bejana dari para tetangga mereka. Dan sementara ia menuangkan minyak, anak-anaknya membantu menggeser bejana-bejana yang sudah penuh dan menggantinya dengan bejana-bejana yang masih kosong sehingga minyak dari buli-buli tersebut terus mengalir dan memenuhi semua bejana yang telah disiapkan.

Perhatian kita terhadap kisah tersebut sering hanya terfokus pada minyak yang tidak berhenti mengalir sampai semua bejana terisi penuh. Padahal ada satu hal yang sangat penting dari peristiwa itu, yaitu kesatuan hati keluarga itu. Semua anggota keluarga janda itu, termasuk anak-anaknya bersatu saling membantu dan akhirnya mereka menerima berkat. Jadi kesatuan keluargalah yang menjadi dasar mengapa mereka diberkati.

Kesatuan sebagai kunci berkat bagi keluarga ditegaskan kembali dalam Mzm. 133:1-3. Itu sebabnya penting sekali setiap keluarga menumbuh kembangkan sikap saling mengasihi dan menjaga kesatuan, karena di situlah letak kunci berkat dalam keluarga.

Pesan dan Penerapan

  1. Mengapa menjaga kesatuan keluarga adalah hal yang sangat penting bagi keluarga kita?
  2. Apakah hal-hal yang dapat merusak kesatuan keluarga?

Oleh: Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …