Bahan Care Sel Januari 2016

carecellPertemuan 1

MEMBESARKAN NAMA TUHAN

Allah menghendaki supaya nama-Nya dimasyurkan di seluruh bumi (Kel. 9:16). Orang-orang percaya diperintahkan baik untuk memuji maupun memasyurkan nama-Nya. Ada banyak cara di mana setiap orang percaya dapat memuliakan dan membesarkan nama Tuhan. Bulan ini kita akan belajar membesarkan nama Tuhan melalui 4 cara:

  1. Melalui Kesalehan

Kesalehan (Ibrani “tam” dan Yunani “amemptos”) artinya hidup benar, sempurna, utuh atau tidak pura-pura, dan sekarang lebih sering disebut integritas. Kesalehan dalam Alkitab selalu dihubungkan dengan ibadah kepada Allah. Jadi kesalehan artinya adalah kehidupan ibadah yang utuh (tidak pura-pura, tidak setengah-setengah), yang tampak di dalam kehidupan sehari-hari. Ayub disebut saleh, dan dalam kesalehannya tampak pula kejujuran, takut akan Allah dan kehidupan yang menjauhi kejahatan (Ayb. 1:1). Karena itu, kesalehan atau integritas harus tampak dalam perkataan, pengelolaan keuangan, pikiran, cara berpakaian, cara berbisnis dll. Orang yang punya integritas juga pasti menetapkan batas-batas bagi matanya seperti Ayub (Ayub 31:1), tetapi orang yang tidak mempunyai integritas membiarkan matanya melihat hal-hal yang najis seperti Salomo (Pkh. 2:10).

Menurut Yesaya 33:14-16, Allah menyediakan berkat penyertaan-Nya, keamanan, perlindungan, promosi (keberhasilan), dan penyediaan kebutuhan secara berlimpah-limpah bagi orang yang hidup dalam integritas (hidup benar, jujur dan menjauhi kejahatan). Itulah yang terjadi dalam kehidupan Yusuf. Yusuf mendapatkan perlindungan Allah walaupun ia dibenci oleh saudara-saudaranya. Ia mendapat promosi walaupun difitnah oleh isteri Potifar. Dan berkat penyediaan kebutuhan secara berlimpah-limpah pada masa kelaparan karena ia hidup dengan integritas. Sebab walaupun isteri Potifar menggodanya setiap hari, ia tidak mau berbuat dosa (Kej. 39:10). Di rumah Potifar, Yusuf mengalami penyertaan Allah, sehingga selalu berhasil dalam pekerjaannya (Kej. 39:2-4). Pada akhirnya Yusuf menjadi perdana menteri di Mesir dan membuat nama Tuhan dimasyurkan atas banyak bangsa (Kej. 41:39-40).

Sebaliknya orang yang tidak punya integritas (kesalehan) akan kehilangan penyertaan Allah. Israel menang ketika menghadapi Yerikho, kota yang berkubu. Tetapi kalah ketika menghadapi kota Ai yang kecil karena kehilangan integritasnya (Yos. 7:1-6). Gehazi kehilangan panggilan Allah dan kesempatan untuk mewarisi urapan besar karena tidak menjaga integritasnya dalam bidang keuangan (2 Raj. 5:19-27). Karena itu jagalah integritas (kesalehan) hidupmu di hadapan Allah!

  1. Melalui karya besar

Cara berikutnya untuk membesarkan nama Tuhan adalah dengan melakukan karya-karya besar bagi Kerajaan Allah. William Carey, bapa misi modern pernah berkata: “Harapkanlah perkara-perkara besar dari Allah, dan usahakanlah perkara-perkara besar bagi Dia.” Orang-orang yang mengenal Tuhan di dalam Alkitab, adalah orang-orang yang telah melakukan karya-karya besar bagi Allah di dalam hidupnya. Salah satunya adalah Nehemia. Ia melakukan karya besar bagi Allah dengan cara membangun kembali tembok Yerusalem yang telah runtuh hanya dalam 52 hari (Neh. 6:15).

Ada beberapa tahap bagaimana Nehemia akhirnya melakukan hal itu:

*) Ia menerima beban pembangunan itu dari Allah (Neh. 1:1-4). Karya-karya besar bagi kerajaan Allah selalu dimulai dari beban ilahi. Beban itu datang ketika kita melihat kebutuhan dalam pelayanan.

*) Ia menggumuli beban itu dengan doa yang sungguh-sungguh (Neh. 1:5-11). Setelah Nehemia bergumul dengan sungguh-sungguh di dalam doa, Tuhan bekerja dengan cara membuat Nehemia mendapat kemurahan di hadapan raja Artahsasta, sehingga ia mendapat dukungan untuk melakukan pembangunan tembok Yerusalem. Kebutuhan pelayanan yang begitu besar selalu melampaui kekuatan kita. Melalui doalah, kita menggerakkan tangan Tuhan untuk campur tangan.

*) Ia menghadapi setiap tantangan dengan bersandar pada Tuhan sampai ia menang. Padahal tantangan yang ia hadapi bertambah, baik dari segi jumlah maupun bobotnya. Sebab dituliskan bahwa tantangan pertama datang berasal dari dua orang (Neh. 2:10), kemudian berkembang menjadi tiga orang (Neh. 2:19), dan berlanjut menjadi empat orang (Neh. 4:7). Bobotnya pun meningkat, mulai dari olok-olok (Neh. 4:1-6), ancaman senjata atau pembunuhan (Neh. 4:7-8; 6:2) dan terakhir adalah nubuat palsu, ini bicara tentang serangan spiritual/spiritual war (Neh. 6:10-12).

*) Ia mengorganisir semua sumber daya (para pelayan) dengan bijak. Nehemia tidak mengerjakan proyeknya sendiri (lone ranger), ia tahu apa artinya kekuatan kesatuan. Itu sebabnya ia mengorganisir semua sumber daya melalui kelompok-kelompok kerja (Neh. 3:1-32). Sebagai contoh, kelompok kerja yang dipimpin imam besar Elyasib mendapat tugas menuntaskan pembangunan pintu gerbang Domba (3:1), sementara pintu gerbang Ikan dibangun oleh bani Senaa (3:3a) dst.

*) Pelayanannya didorong oleh belas kasihan. Belas kasihan membuat Nehemia memiliki kepekaan terhadap kesusahan atau penderitaan orang-orang yang dipimpinnya (Neh. 5:1-5). Dan belas kasihan pula yang membuat Nehemia rela berkorban bagi mereka dengan cara tidak mau menerima gaji yang menjadi haknya sebagai bupati selama 12 tahun (Neh. 5:14).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Kesalehan atau integritas harus tampak dalam setiap bidang kehidupan kita, seperti: perkataan, pengelolaan keuangan, pikiran, cara berpakaian, cara berbisnis dll. Ungkapkanlah salah satu bidang kehidupanmu yang mempunyai nilai kesalehan/integritas yang paling rendah, dan menurutmu bagaimana bidang itu bisa dipulihkan?
  2. Tahun 2016, gereja kita mempunyai sasaran untuk membangun 140 care sel. Untuk itu dibutuhkan 140 Care Leader dan 140 wakil Care Leader. Menurut Anda, bagaimanakah setiap anggota care selmu bisa terlibat untuk mewujudkan sasaran tersebut sebagai bagian dari upaya melakukan karya besar bagi Allah?

Pertemuan 2

  1. Melalui hikmat dan hidup yang beribadah

Menurut Alkitab, hikmat adalah hal yang sangat penting untuk bisa menjalani kehidupan yang berhasil. Di dalam Alkitab, kita bisa melihat beberapa kegunaan hikmat:

  • Membuat seseorang dapat memberikan pertimbangan/nasihat yang tepat untuk situasi yang dihadapi, seperti Yusuf memberikan pertimbangan/nasihat yang tepat kepada Firaun bagaimana caranya menghadapi bahaya kelaparan yang akan datang (Kej. 41:33-36).
  • Menyanggupkan kita untuk memecahkan masalah yang rumit, seperti raja Salomo yang dapat memecahkan persoalan dua orang ibu yang datang kepadanya (1 Raj. 3:16-28).
  • Membuat seseorang dapat menyingkapkan rahasia-rahasia (pengetahuan yang ada di dalam pikiran Allah), seperti Daniel yang menyingkapkan rahasia-rahasia atau makna di balik mimpi Nebukadnezar (Dan. 2:47).

Hikmat seperti itu berasal dari Allah, dan Allah berjanji untuk memberikannya kepada siapa saja yang memintanya dengan sungguh-sungguh (Yak. 1:5-6). Itu sebabnya, hikmat mengalir ke dalam hidup orang-orang yang bergaul erat (beribadah) kepada Allah, seperti Daniel. Rahasia-rahasia besar baik tentang masa depan Israel, kesudahan pemerintahan bangsa-bangsa, dan akhir zaman diberikan Allah kepada Daniel karena ia telah dengan sungguh-sungguh memintanya kepada Allah (Dan. 10:12), dengan cara berpuasa selama tiga minggu penuh (Dan. 10:2-3).

  1. Melalui iman

Cara lain di mana kita dapat membesarkan nama Tuhan adalah melalui perbuatan-perbuatan iman. Iman adalah hal yang sangat penting dalam relasi kita dengan Allah. Allah memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada seseorang yang beriman. Allah membenarkan Abraham karena iman (Kej. 15:6), Yesus menyembuhkan seorang wanita yang telah 12 tahun sakit pendarahan juga karena iman (Mrk. 5:34). Bahkan Yesus memberikan kepastian keselamatan (masuk Firdaus) kepada seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama-sama Dia juga karena iman/percaya (Luk. 23:42-43).

Tuhan Yesus selalu menanggapi iman yang dimiliki seseorang. Dengan senang hati Ia menyembuhkan anak seorang perempuan Sirofenisia yang beriman padahal ia bukan orang Israel/bukan umat Tuhan (Mrk. 7:24-30). Di Nazareth Yesus hanya menyembuhkan beberapa orang saja karena ketiadaan iman mereka (Mrk. 6:5-6a), padahal sebelumnya Ia menyembuhkan semua orang sakit di Galilea (Mrk. 1:33-34; Mrk. 3:10). Sama seperti Yesus sangat senang bila seseorang datang kepada-Nya dengan iman, demikian juga Ia bereaksi keras terhadap ketiadaan iman (Luk. 8:25).

Yesus senang apabila Ia menemukan iman di dalam hati kita, karena dengan iman kita membesarkan nama Tuhan. Mazmur 60:14 berkata bahwa bersama Allah saja kita melakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa. Dan Tuhan Yesus menjamin bahwa orang yang percaya (beriman) akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang pernah dilakukan oleh Tuhan Yesus sendiri (Yoh. 14:12a). Kalau dengan iman kita dapat melakukan perbuatan-perbuatan besar (gagah perkasa), maka dengan cara itu kita juga pasti kita dapat membesarkan nama Tuhan.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Dalam pelayanan, terkadang kita diperhadapkan dengan orang-orang yang sedang mengalami masalah hidup yang sangat sukar. Untuk kasus-kasus seperti itu, Allah memberikan hikmat kepada kita untuk bisa memberi nasihat yang tepat sehingga ada jalan keluar. Berdoalah dengan sungguh-sungguh supaya hikmat Allah mengalir di dalam kehidupan setiap anggota care sel!
  2. Bersama Allah, orang-orang percaya akan melakukan perkara-perkara besar. Perbincangkanlah apa perkara-perkara besar yang diharapkan oleh setiap anggota care sel. Doakan dan perjuangkanlah bersama-sama supaya hal itu terwujud!

Oleh: Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …