
Pertemuan 1
Membangun Kekuatan Produktif
dalam Komunitas (Pkh. 4:9-12)
Pendahuluan
Betapa dahsyatnya kekuatan sebuah komunitas. Alkitab berkata, satu orang dapat mengalahkan seribu musuh, namun dua orang dapat mengalahkan sepuluh ribu musuh (Ul. 32:30). Kebersamaan menciptakan kekuatan dan hasil-hasil yang jauh lebih besar dibandingkan sendiri.
Isi
Pengkhotbah meneguhkan hal ini dengan berkata, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri; karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka” (Pkh. 4:9). Jadi, jika kita hidup dalam komunitas, maka hal yang kita capai juga akan berlipat ganda. Oleh karena itu, sekarang kita akan melihat beberapa alasan mengapa kita dapat berbuah lebih banyak melalui komunitas?
- Kita tidak akan mudah jatuh
“Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pkh. 4:10). Kita lebih mudah jatuh saat kita sendiri. Berbeda halnya saat kita ada di dalam komunitas, kita akan saling membangun dan saling tolong-menolong. Saat kita lemah ada yang menguatkan, saat kita putus asa – ada yang memberi semangat, sehingga kita tetap kuat di dalam iman.
- Kita tidak akan mudah dipadamkan
“Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?” (Pkh. 4:11).
Orang yang hidup sendiri akan seperti arang yang dipisahkan dari kumpulan bara api. Mereka yang suka berpisah dan sendirian akan segera padam. Roh yang berkobar-kobar dan api kebangunan rohani akan semakin besar apabila kita berada di dalam komunitas Kerajaan Allah. Itu sebabnya Tuhan berkata: “Tidak baik manusia itu seorang diri” (Kej. 2:18).
- Kita tidak akan mudah dikalahkan
“Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (Pkh. 4:12).
Setan sangat takut kepada orang yang hidup dalam komunitas yang bersehati. Bila kita menjadi komunitas yang sehati, sepikir dan sepakat, maka kita tidak dapat dikalahkan oleh musuh.
- Kita akan mendapat jawaban doa
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat. 18:18-19).
Kesimpulan
Orang Kristen yang hidup sendiri tanpa sebuah komunitas akan menderita. Tuhan sendiri telah berkata: “Tidak baik manusia itu seorang diri” (Kej. 2:18). Itu sebabnya, Tuhan menempatkan kita bersama saudara seiman yang lain supaya kita berkomunitas dengan mereka.
Pertanyaan dan Penerapan
- Sebutkanlah satu manfaat yang saudara rasakan selama ini setelah bergabung dengan care cell!
- Menurut saudara, langkah praktis apakah yang harus kita lakukan untuk tetap menjaga kesatuan di dalam komunitas care cell kita?
Pertemuan 2
Kebahagiaan tanpa Kumpulan Pencemooh
(Mzm. 1:1-3)
Pendahuluan
Semua orang mencari kebahagiaan. Ada dua jenis kebahagiaan di dalam kehidupan manusia. Yang pertama adalah kebahagiaan semu, atau hanya sekejap saja. Kebahagiaan jenis ini tergantung pada suasana perasaan dan didapat melalui benda-benda materi, maupun oleh situasi yang sedang terjadi di sekitar kita. Misal: ketika orang membeli mobil baru, untuk sejenak memang ia akan merasa bahagia, tetapi kemudian perasaannya menjadi biasa saja. Itu sebabnya kebahagiaan jenis ini tidak langgeng.
Kebahagiaan jenis yang kedua adalah kebahagiaan yang langgeng. Tidak bergantung kepada kondisi ekonomi, juga tidak bergantung pada peristiwa-peristiwa di seputar kehidupan kita. Kebahagiaan ini bersumber dari Allah. Kebahagiaan jenis ini digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang terus-menerus menghasilkan buahnya. Jadi bukan hanya untuk sesaat saja.
Isi
Bagaimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang langgeng?
- Jangan dengarkan nasehat orang fasik (orang yang tidak takut Tuhan)
Orang yang tidak takut akan Tuhan akan memberikan nasihat yang bertentangan dengan firman Tuhan. Pikiran dan hati mereka jauh dari kebenaran. Nasehat mereka pasti menyesatkan. Itu sebabnya kita dilarang meminta nasehat dari mereka.
- Jangan ikuti tingkah laku orang berdosa
Tingkah laku orang berdosa adalah suatu kekejian di mata Tuhan. Sama seperti Israel dilarang mengikuti tingkah laku bangsa-bangsa di sekitar mereka yang tidak mengenal Allah. Demikian juga kita sekarang dilarang mengikuti tingkah laku orang berdosa. Israel tidak mengindahkan nasihat ini. Akibatnya mereka jatuh ke dalam tingkah laku yang jahat seperti yang dilakukan bangsa-bangsa di sekitar mereka dan dihukum oleh Allah.
- Jangan berkomunitas dengan para pencemooh
Pencemooh adalah orang-orang yang mencela firman Tuhan, mencela dan mengejek cara hidup yang benar, mencela dan mengejek para pemimpin rohani.
- Hidup menurut pedoman-pedoman yang ditetapkan Tuhan dalam taurat-Nya (firman-Nya)
Dengan hidup berdasarkan pedoman-pedoman yang ditetapkan Tuhan dalam taurat-Nya, Tuhan menjamin bahwa kita pasti akan berhasil.
Kesimpulan
Dunia menawarkan kebahagiaan yang semu, tetapi Tuhan menawarkan kebahagiaan yang sejati dan langgeng kepada kita. Kebahagiaan itu didapat bila kita hidup berdasarkan pedoman-pedoman yang ditetapkan Tuhan dalam taurat-Nya.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Saudara, mengapa kita harus menjauhi para pencemooh?
- Menurut Saudara, apakah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dapat tersandung ke dalam jalan hidup orang fasik (yang tidak takut Tuhan), orang berdosa dan pencemooh yang dikatakan oleh pemazmur? Jelaskanlah alasannya!
Pertemuan 3
Kuasa Persekutuan Berdampak Pertambahan Jiwa
(Kis. 2:41-47)
Pendahuluan
Cara hidup gereja mula-mula adalah pola yang harus diteladani oleh gereja di akhir zaman. Cara hidup mereka telah mengakibatkan pertobatan jiwa-jiwa dan Injil semakin disebarluaskan ke seluruh dunia.
Isi
Cara hidup gereja mula-mula yang harus kita teladani sekarang yaitu:
- Menerima firman Tuhan yang disampaikan kepada mereka (ay. 41) Dari perumpamaan tentang penabur, kita tahu bahwa tidak semua orang menerima firman Tuhan yang diberitakan pada mereka. Ada tanah hati yang keras, tanah berbatu-batu, tanah yang ditumbuhi onak dan duri, namun ada tanah yang subur dan menghasilkan buah. Tanah yang subur menggambarkan orang yang menerima firman Tuhan dalam hati mereka dan menjaganya. Jemaat mula-mula menerima firman Tuhan dengan sukacita. Demikianlah hendaknya kita.
- Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (ay. 42)
Mereka tidak hanya menerima firman Tuhan sekali saja. Selanjutnya mereka terus bertekun mendengar dan menerima pengajaran firman Tuhan secara terus-menerus. Kita pun tidak cukup menerima firman Tuhan sekali saja. Kita perlu terus bertekun mendengar dan menerima pengajaran firman Tuhan.
- Bertekun dalam persekutuan (ay. 42)
Sementara mereka tetap bekerja mencari nafkah dan melakukan berbagai kegiatan usaha, namun mereka selalu menyediakan waktu untuk bersekutu bersama saudara-saudari seimannya. Itu sebabnya kita membentuk care cell di berbagai wilayah, sehingga tersedia wadah bagi jemaat untuk tetap berada dalam persekutuan.
- Bertekun dalam doa
Selain bersekutu, jemaat mula-mula juga melakukan doa sepakat bersama-sama. Mereka saling mendoakan, mereka mendoakan kesejahteraan kota dan bangsanya, mereka berdoa bagi para pemimpin, dan mereka berdoa agar Injil makin disebarluaskan. - Saling tolong menolong (ay. 44-45)
Mereka bahkan rela berkorban untuk menolong saudara saudari seimannya yang sedang kekurangan atau menderita.
Akibatnya: mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis. 2:47).
Kesimpulan
Jika cara hidup gereja mula-mula diterapkan juga di dalam kehidupan jemaat sekarang, pastilah Injil akan lebih cepat disebarluaskan dan setiap hari akan semakin banyak orang yang percaya dan diselamatkan.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut pendapat Saudara, manakah dari cara hidup jemaat mula-mula yang sudah hilang dari praktek hidup bergereja sekarang?
- Menurut pendapat Saudara, bagaimanakah cara hidup gereja mula-mula itu dapat kita praktekkan kembali di care cell kita?
Pertemuan 4
Transforming Discipleship (Pemuridan yang Mengubahkan)
(Mat. 10:1-8)
Pendahuluan
Satu-satunya strategi yang Tuhan Yesus teladankan dan ajarkan untuk membuat Injil dapat tersebar ke seluruh dunia adalah PEMURIDAN. Melalui pemuridan, Tuhan Yesus telah melipatgandakan “diri-Nya” ke dalam diri murid-murid dan selanjutnya murid-murid itu melipatgandakan “diri Tuhan Yesus” yang ada di dalam diri mereka kepada orang lain lagi yang mereka muridkan.
Isi
Apa yang dilakukan Tuhan Yesus dalam pemuridan?
- Mengajarkan firman Tuhan
Murid harus bersedia terlebih dahulu menerima pengajaran di bawah asuhan guru (pemurid) mereka.
- Melatih
Tidak cukup hanya mendengar pengajaran, seorang murid juga butuh pengalaman nyata dalam pelayanan, itu sebabnya mereka dilibatkan langsung dalam pelayanan.
- Mengimpartasi (memberi kuasa)
Kuasa yang ada di dalam diri Tuhan Yesus juga diimpartasikan (disalurkan) kepada murid-murid dan melalui diri murid-murid kepada orang yang mereka muridkan di kemudian hari.
- Mengutus untuk memberitakan Injil
Murid yang telah belajar, dilatih dan diperlengkapi dengan kuasa pada akhirnya harus memberitakan Injil.
- Bergantung pada pemeliharaan Allah untuk kebutuhan hidup mereka
Tuhan Yesus melarang mereka untuk membawa bekal dalam pelayanan (ay. 9-10). Ini artinya, Tuhan Yesus mengajarkan mereka untuk bergantung pada pemeliharaan Allah untuk semua kebutuhan hidup mereka. - Memuridkan orang lain lagi
Selanjutnya, murid-murid harus memuridkan orang lain lagi. Dan orang-orang yang mereka muridkan pada gilirannya harus memuridkan orang lain lagi. Demikianlah proses ini harus terus berlangsung sampai Injil Kerajaan Allah menjadi kesaksian bagi semua bangsa.
Kesimpulan
Satu-satunya strategi yang diteladankan dan diajarkan Tuhan Yesus untuk menjangkau dunia ini adalah PEMURIDAN. Karena itu, setiap orang percaya harus dimuridkan dan kemudian memuridkan orang lain lagi.
Pertanyaan dan Penerapan
- Sudahkah Saudara dimuridkan? Jika belum mintalah pemimpin care cell agar bersedia memuridkan Saudara!
- Sementara Saudara dimuridkan, berdoalah agar Tuhan juga mengaruniakan orang lain lagi untuk Saudara muridkan!
GBI Pasir Koja 39 Bandung