AKHIR ZAMAN
Pertemuan 1
Apa Warnamu? (Berjalan dalam Pakaian Kebenaran) – Wahyu 3:14-18
Pendahuluan
Jemaat Laodikia adalah jemaat yang kaya secara materi dan hidup dalam kenyamanan. Tetapi kekayaan dan hidup nyaman membuat mereka merosot secara rohani. Keadaan mereka mirip dengan orang-orang Kristen di Eropa masa kini, yang sudah makmur tapi kemudian melupakan Tuhan dan hidup dalam dosa.
Pokok Bahasan
Kondisi rohani jemaat Laodikia yang ditegur Tuhan:
- Mereka suam-suam (ay. 15-16)
Kekayaan dan kenyamanan membuat rohani mereka suam-suam, artinya tidak ada lagi kesungguhan pada Tuhan. Ibadah hanya berlangsung secara rutinitas, tanpa ada gairah rohani di dalamnya. Bahkan mereka lebih senang liburan, jalan-jalan di mall, nonton, touring, mancing daripada ibadah.
- Mereka miskin secara rohani (ay. 17)
Jemaat di Laodikia, termasuk kita di zaman ini, berjuang mati-matian untuk menjadi kaya, artinya: seluruh hidup kita habiskan untuk mengejar kekayaan dan menumpuk emas. Ketika mereka telah mendapatkan semuanya itu, Tuhan berkata bahwa di mata Dia mereka adalah miskin adanya, artinya: semua yang mereka dapatkan itu tidaklah ada harganya di mata Tuhan, karena seluruh perjuangan hidup mereka bukan mengejar harta yang di sorga (Mat. 6:19-20).
- Kekayaan membuat mereka hidup dalam dosa (ay. 18b)
Orang Laodikia begitu bangga memakai pakaian wool hitam yang mahal, tetapi Tuhan memandang mereka telanjang adanya dan begitu memalukan/hina. Orang Laodikia begitu kaya tetapi hidupnya memalukan. Kekayaan justru membuat mereka hidup najis. Sangatlah sedikit orang kaya di Laodikia yang jalan hidupnya lurus. Semakin kita kaya maka godaan/tantangan semakin besar pula, maka janganlah minta menjadi kaya kalau tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi kekayaan. Alkitab mengatakan bahwa adalah lebih susah bagi orang kaya untuk masuk sorga daripada seekor unta masuk ke dalam lubang jarum (Mat. 19:24).
Penutup
Peringatan Tuhan yang serius memang ditujukan kepada bahaya kekayaan (Mat. 16:26; Mat. 19:24; 1 Tim. 6:10). Karena itu orang kaya diperingati untuk tidak tinggi hati, tidak bersandar pada kekayaannya tetapi pada Allah, serta senang memberi dan berbagi (1 Tim. 6:17-19).
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, mengapa Tuhan memberi peringatan yang keras terhadap kekayaan?
- Apakah orang Kristen harus menghindari kekayaan?
Pertemuan 2
Sesungguhnya Mereka Sudah Mendapat Upahnya – Matius 6:2, 15,16; Wahyu 22:11-15
Pendahuluan
Pada dasarnya Tuhan ingin memberikan upah berganda pada kita. Baik upah di dunia ini maupun upah di sorga. “Ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hdiup yang akan datang.” (1 Tim. 4:8).
Pokok Bahasan
Ada dua jenis ibadah dan pelayanan:
- Ibadah dan pelayanan yang tidak mendapat upah
Tidak semua ibadah dan pelayanan itu mendapat upah dari Tuhan. Ibadah dan pelayanan yang dilakukan untuk mencari pujian dari manusia tidak mendapat upah dari Tuhan. Contoh: sedekah dan puasa (Mat. 6:2, 15).
- Ibadah dan pelayanan yang mendapat upah dari Tuhan
Ibadah dan pelayanan yang mendapat upah dari Tuhan adalah ibadah dan pelayanan yang dilakukan untuk tujuan memuliakan Tuhan dan bukan untuk pamer (Mat. 6:3-4, 17-18).
Penutup
Nantikanlah upah yang berasal dari Tuhan saja. Tuhan berjanji untuk membawa upah-Nya pada kita (Why. 22:12).
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, apa sajakah upah yang akan diberikan Tuhan pada orang percaya?
- Menurut Anda, mengapa mengingat upah kekal itu penting dalam perjuangan iman kita di dunia ini? Baca Ibrani 11:24-27.
Pertemuan 3
Memperhatikan Tanda-tanda Zaman – 1 Yohanes 2:18-25; 2 Timotius 3:1-9
Pendahuluan
Kedatangan Tuhan Yesus (hari-hari terakhir) akan didahului berbagai tanda zaman. Tuhan menghendaki agar kita mengerti tanda-tanda zaman (Mat. 16:3).
Pokok Bahasan
Beberapa tanda zaman sebelum kedatangan Tuhan Yesus:
- Manusia akan mengalami masa yang sukar (2 Tim. 3:1)
Kesukaran dalam hal ekonomi, ketegangan hubungan pribadi – keluarga – antar bangsa.
- Manusia makin cinta uang (2 Tim. 3:2a).
Manusia cenderung mengukur atau menilai segala sesuatu dengan uang.
- Kemorosotan moral (2 Tim. 3:2-7)
Kemorosotan moral terjadi karena manusia menjauh dari Allah dan menolak firman Tuhan.
- Iman tidak tahan uji (2 Tim. 3:8)
Iman menjadi dangkal sehingga tidak tahan uji.
- Bangkitnya antikristus (1 Yoh. 2:18-25)
Antikristus adalah roh yang menyangkal Tuhan Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah.
Penutup
Karena kedatangan Tuhan kedua kali adalah suatu hal yang pasti terjadi, maka Tuhan menghendaki kita menantikan kedatangan-Nya dengan sikap: menjaga hati supaya jangan sarat oleh kepentingan-kepentingan dunia (Mat. 21:34), berjaga-jaga dan berdoa (Mat. 21:36) sehingga roh tetap menyala-nyala, serta giat melayani (Rm. 12:11).
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda apa artinya “hatimu jangan sarat oleh kepentingan-kepentingan dunia” (Mat. 21:34)?
- Roh seseorang bisa menyala-nyala apabila ia berjaga-jaga dan berdoa. Mengapa hanya dengan roh yang menyala-nyala seseorang bisa giat melayani Tuhan (Rm. 12:11)?
Pertemuan 4
Menjelang Kedatangan Yesus yang Kedua (Jesus Second Coming) – Matius 24:23-26
Pendahuluan
Yesus mengatakan bahwa pada hari-hari terakhir akan muncul mesias-mesias palsu yang akan menyamar sebagai Mesias dan menyatakan diri sebagai Juru Selamat dunia. Selain itu, akan muncul pula nabi-nabi palsu (Mat. 24:24).
Pokok Bahasan
Tujuan utama mesias-mesias dan nabi-nabi palsu tersebut adalah untuk menyesatkan orang-orang percaya (Mat. 24:24b). Dua alat yang digunakan oleh para mesias dan nabi palsu untuk menyesatkan orang percaya adalah:
- Mujizat
Mesias atau nabi palsu mengadakan mujizat untuk membuat orang menjauh dari Tuhan Yesus dan menyembah allah lain (Ul. 13:1-3).
- Pengajaran sesat
Para mesias dan nabi palsu juga mengajarkan pengajaran yang sesat untuk membuat orang percaya meninggalkan imannya dari Tuhan Yesus.
Itu sebabnya, orang Kristen harus berakar kuat dalam firman Tuhan dengan cara membaca dan mempelajarinya dengan seksama sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran (Ef. 4:14).
Penutup
Cara sederhana menguji mujizat dan pengajaran yang benar ada dua, yaitu:
- Sumbernya
Mujizat yang bersumber dari kuasa Iblis tentu saja adalah mujizat palsu. Demikian juga pengajaran yang tidak bersumber dari Alkitab adalah pengajaran palsu.
- Tujuan penyembahannya
Jika mujizat membuat kita menjauh dari Tuhan Yesus dan firman-Nya berarti itu mujizat palsu. Demikian juga jika pengajaran membuat kita menjauh dari Tuhan Yesus dan firman-Nya, maka itu adalah pengajaran palsu.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mengapa berakar dalam firman Tuhan menjadi sangat penting dalam menghadapi para mesias dan nabi palsu?
- Mintalah satu atau dua anggota Care Cell Anda untuk menceritakan pengalaman-pengalaman mereka ketika menghadapi para pengajar palsu!
Pertemuan 5
Kondisi Kerohanian di Akhir Zaman – Matius 24:3-14
Pendahuluan
Matius pasal 24 dan 25 adalah pengajaran Tuhan Yesus tentang akhir zaman. Murid-murid bertanya “apakah yang menjadi tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Mat. 24:3b). Lalu Tuhan Yesus menguraikan jawaban-Nya dalam ayat 4-14.
Pokok Bahasan
Tanda kedatangan Tuhan Yesus dan kesudahan dunia ini terdiri dari dua tanda besar, yaitu tanda-tanda sekunder dan tanda-tanda primer. Tanda-tanda sekunder tidak perlu menjadi perhatian yang terlalu serius karena itu hanyalah tanda-tanda yang akan terus terulang dalam sejarah dalam tingkat yang lebih besar namun bukan merupakan tanda utama. Yesus mengatakan bahwa tanda-tanda sekunder ini bukanlah akhir segalanya, itu hanyalah tanda permulaan menjelang zaman baru (ay. 7b, 8). Tanda-tanda sekunder yaitu:
- Munculnya mesias-mesias palsu (ay. 4-5)
- Akan terjadi perang antar bangsa/kerajaan (ay. 6-7a)
- Akan terjadi kelaparan (ay. 7b)
- Akan terjadi gempa di berbagai tempat (ay. 7c)
- Orang percaya akan dianiaya dan banyak yang murtad karenanya (ay. 9-10)
- Munculnya nabi-nabi palsu (ay. 11)
- Kedurhakaan meningkat, kasih menjadi dingin (ay. 12)
Selain tanda sekunder di atas, Tuhan juga menjelaskan tanda primer bagi kedatangan-Nya yang kedua kali. Tanda primer adalah tanda utama yang harus menjadi pusat perhatian. Hanya ada satu tanda primer yang disebutkan oleh Tuhan Yesus, yaitu:
- Injil Kerajaan menjadi kesaksian bagi semua bangsa (ay. 14)
Inilah tanda yang harus menjadi perhatian utama semua orang Kristen, diberitakannya Injil bagi semua bangsa. Supaya hal itu terjadi diperlukan peran semua orang Kristen untuk bersaksi di lingkungan mereka masing-masing.
Penutup
Banyak orang Kristen terlalu sibuk memperhatikan tanda-tanda sekunder kedatangan Yesus yang kedua kali, padahal yang terpenting adalah tanda primer yaitu Injil Kerajaan yang harus diberitakan bagi semua bangsa.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, apakah panggilan utama orang Kristen menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali?
- Mengapa dikatakan bahwa orang percaya dapat mempercepat kedatangan Tuhan yang kedua kali (2 Ptr. 3:12)? Apa hubungan ayat tersebut dengan tanggung jawab untuk memberitakan Injil Kerajaan menjadi kesaksian bagi semua bangsa?
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung