
PERTEMUAN 1
Injil Mengubah Hidup Siapapun yang Percaya (Kis. 8:26-31)
Pendahuluan
Kisah Para Rasul 8:26-40 mengisahkan pertobatan sida-sida dari Etiopia. Sekalipun ia berasal dari Etiopia (Afrika), ia adalah seorang penganut agama Yahudi. Tampaknya, ia sangat senang dan tekun membaca kitab Suci (Alkitab Perjanjian Lama). Namun ia tidak memahami makna dari ayat-ayat Alkitab yang dibacanya. Itu sebabnya, ia membutuhkan pertolongan orang lain. Tuhan mengutus Filipus untuk menerangkan makna ayat-ayat Kitab Suci yang dibacanya. Melalui penjelasan itu, akhirnya sida-sida Etiopia tersebut percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi diri dibaptis sebagai tanda iman dan pertobatannya.
Isi
Kisah ini memberikan pelajaran tentang pemberitaan Injil kepada kita:
- Tuhanlah yang memimpin para pemberita Injil (ay. 26)
Tuhan memimpin Filipus pergi ke jalan yang sunyi, di sana Filipus bertemu dengan sida-sida Etiopia yang sedang membaca Yesaya 53 yaitu pasal yang menubuatkan tentang penderitaan Kristus di kayu salib karena dosa manusia.
Agar kita berhasil dalam pemberitaan Injil, kita harus memberi diri untuk selalu dipimpin oleh Tuhan. Pimpinan Tuhan bisa tampak sederhana seperti yang dialami Filipus, Ia berjumpa dengan seorang yang hatinya terbuka sedang membaca Alkitab, namun tidak mengerti maknanya. Untuk itu, pekalah terhadap pimpinan Tuhan.
- Tuhanlah yang mempersiapkan hati orang untuk menerima Injil
Sida-sida Etiopia itu telah terbuka hatinya, sehingga siap menerima berita Injil yang disampaikan oleh Filipus.
Roh Kudus bukan saja memimpin kita saat memberitakan Injil. Roh Kudus juga paling tahu, di antara banyak orang siapa hatinya yang telah siap menerima Injil. Pimpinan-Nya kita perlukan untuk mengarahkan kita kepada mereka yang telah siap hatinya.
- Pemberita Injil harus menggunakan Alkitab sebagai titik tolak beritanya (ay. 28-31)
Filipus menjadikan firman Tuhan sebagai titik tolak pemberitaannya. Pengalaman kita dengan Tuhan dapat disisipkan sebagai kesaksian dalam pemberitaan Injil, namun itu bukan unsur pokoknya. Unsur pokok pemberitaan Injil adalah menjelaskan firman Tuhan sedemikian rupa sehingga orang dapat mengerti makna pengorbanan Kristus di kayu salib bagi pengampunan dosa. Berita pengorbanan Kristus di kayu salib harus disampaikan untuk mengarahkan orang kepada pertobatan dan iman.
Kesimpulan
Allah yang empunya tuaian, dapat memimpin kita untuk memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah disiapkan hatinya sehingga pemberitaan Injil yang kita lakukan dapat memberikan buah bagi Kerajaan Allah.
Pertanyaan dan Penerapan
- Sudahkah Anda memberitakan Injil dalam sebulan terakhir?
- Aturlah rencana untuk memberitakan Injil kepada salah satu sanak saudara dari anggota care cell saudara dalam waktu seminggu ke depan!
PERTEMUAN 2
Di Manapun, Kabarkanlah Injil (2 Raj. 5:1-4; 1 Kor. 9:16-17)
Pendahuluan
Bukan suatu kebetulan, bahwa Allah menempatkan orang-orang percaya di berbagai tempat atau lini kehidupan. Ada yang ditempatkan di dunia pendidikan, kesehatan, bisnis, media, teknologi, bahkan sampai ibu rumah tangga. Keberadaan orang percaya di berbagai tempat atau lini kehidupan bukanlah tanpa alasan. Orang percaya disebut sebagai garam dan terang dunia. Garam harus ditabur di dalam adonan untuk memberikan rasa. Orang percaya ditabur oleh Allah diberbagai lini kehidupan untuk memberi rasa pada dunia ini. Artinya, kehadiran orang percaya di berbagai lini kehidupan adalah dengan tujuan agar Allah memiliki para saksi-Nya di sana. Jadi di mana pun kita berada, tempat tersebut adalah ladang yang diberikan Allah untuk kita menabur benih Injil.
Isi
Ada dua pelajaran rohani yang kita dapat dari kisah Naaman dalam 2 Raja-raja 5:1-4.
- Dalam kisah Naaman, kita mendapati bahwa perempuan Israel yang ditawan oleh Naaman telah menggunakan kesempatan yang terbaik yang dia miliki untuk bersaksi kepada tuannya (majikannya).
Sekalipun ia adalah seorang budak (pekerja rendahan), tetapi ia telah menggunakan tempatnya bekerja dan mengabdi sebagai ladang pelayanannya.
Tentu saja Allah mengharapkan hal yang sama pada kita, yaitu menjadikan tempat kita masing-masing sebagai ladang pelayanan kita. Apakah kita berada di dunia pendidikan, kesehatan, bisnis, marketing, olah raga, seni, media, teknologi atau bahkan seorang ibu rumah tangga sekalipun.
- Kesaksiannya yang sederhana telah membawa pertobatan dan iman pada majikannya
Allah dengan senang hati memberkati kesaksian yang kita berikan untuk membawa orang-orang di sekitar kita kepada pertobatan dan iman. Bahkan sekalipun posisi kita dianggap rendah.
Kesimpulan
Tempat di mana kita berada sekarang adalah sekaligus ladang pelayanan kita. Di situlah Tuhan menghendaki kita memberikan kesaksian dan sekaligus memberitakan Injil. Allah dengan senang hati akan memakai kesaksian dan firman yang kita beritakan untuk membawa jiwa-jiwa di sekitar kita kepada pertobatan dan iman.
Pertanyaan dan Penerapan
- Sudahkah Anda menyadari bahwa tempat di mana Anda berada sekarang adalah ladang pelayanan Anda!
- Amatilah orang-orang yang berada di sekitar Anda sekarang, apakah itu tetangga, rekan bisnis, teman kerja, customer. Mereka adalah orang-orang yang diutus Allah untuk berada di sekitar Anda, dengan maksud supaya Anda memberikan kesaksian dan sekaligus memberitakan Injil kepada mereka. Karena itu mulailah mendoakan mereka dengan sungguh-sungguh sehingga tercipta kesempatan untuk Anda memberitakan Injil pada mereka!
PERTEMUAN 3
Tuhan bisa Memakai Siapapun untuk Bersaksi (2 Raj. 5:1-4; Mrk. 16:15-18)
Pendahuluan
Kadang kita berpikir bahwa posisi yang berpengaruh akan membuat kita lebih mudah untuk bersaksi. Namun dari kisah kesembuhan dan pertobatan Naaman, kita ketahui bahwa Allah dapat memakai siapa pun untuk menjadi saksi-Nya. Bahkan orang yang tidak terpandang sekalipun. Kenyataan ini seharusnya mendorong kita untuk giat bersaksi di dalam setiap kesempatan yang kita miliki dalam kehidupan kita sehari-hari.
Isi
- Semua keunggulan manusia tidak dapat diandalkan (2 Raj. 5:1)
Naaman adalah seorang yang memiliki kedudukan tinggi, terpandang dan kaya raya. Namun, semua keunggulannya menjadi tidak berarti saat dia sakit kusta. Allah kadang mengijinkan orang-orang yang mempunyai segala-galanya seperti Naaman direndahkan supaya mereka sadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan.
- Keadaan yang tanpa harapan adalah jalan terbuka bagi Injil
Keadaan Naaman yang tanpa harapan telah membuat hatinya terbuka untuk mencari Tuhan yang dapat menyembuhkannya. Telah terbukti dalam sepanjang sejarah bahwa krisis, kepedihan, dukacita, keadaan-keadaan yang sangat sulit telah dipakai Tuhan untuk membuat hati manusia menjadi terbuka akan kasih-Nya.
- Orang percaya harus memberitakan Injil kepada manusia yang tanpa harapan (2 Raj. 5:2-3)
Anak perempuan yang ditawan Naaman melihat situasi tanpa harapan yang dialami Naaman sebagai kesempatan untuk memberitakan tentang Tuhan yang dapat menyembuhkan. Anak perempuan itu ditawan oleh Naaman, namun hatinya tidak tertawan oleh dendam. Ini berarti kasihlah yang memberi kekuatan pada kita untuk bersaksi.
- Iman dan pengharapan timbul dari Injil (firman) yang diberitakan (2 Raj. 5:4)
Naaman bertindak karena berita yang disampaikan anak perempuan Israel itu. Dan kita tahu akhirnya Naaman sembuh dari kustanya dan percaya kepada Tuhan.
Kesimpulan
Allah dapat memakai baik orang-orang yang berpengaruh maupun orang-orang yang tampak biasa-biasa saja untuk menjadi saksi-Nya, yang dibutuhkan adalah kesediaan untuk bersaksi. Anak perempuan yang ditawan Naaman telah memanfaatkan kesempatan terbaiknya untuk bersaksi dan itu telah membawa kesembuhan dan pertobatan bagi Naaman. Tentu saja juga Allah mau memakai kesaksian kita untuk menuntun banyak orang kepada pertobatan dan iman, karena itu giatlah bersaksi.
Pertanyaan dan Penerapan
- Jangan menganggap dirimu rendah dan tidak berarti, karena Allah dapat memakai siapa pun menjadi saksi-Nya, asal kita bersedia!
- Kasih memberi keberanian pada kita untuk bersaksi. Berdoalah agar hati saudara senantiasa dipenuhi kasih Kristus kepada jiwa-jiwa yang terhilang!
PERTEMUAN 4
Injil Kerajaan Allah Penentu Kesudahan Segalanya (Mat. 24:3-14)
Pendahuluan
Akhir zaman adalah topik yang selalu menarik untuk dibahas. Namun sangat disayangkan bahwa kebanyakan kalangan Kristen lebih berfokus pada tanda-tanda fisik apakah yang mendahuluinya. Hal itu mengakibatkan orang-orang Kristen selalu terjebak dalam pikirannya untuk menghubungkan berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Termasuk salah satunya ialah pandemic covid-19.
Isi
Berdasarkan Matius 24:3-14, maka kita dapat melihat bahwa semua tanda kedatangan Tuhan Yesus kedua kali dapat dibagi ke dalam dua bagian:
- Tanda-tanda sekunder (umum)
Tanda-tanda sekunder adalah tanda-tanda yang bersifat umum namun tidak menentukan. Tanda-tanda umum ini seperti: munculnya mesias dan nabi-nabi palsu, akan ada berbagai bencana di berbagai belahan dunia, akan terjadi perang, kelaparan dan wabah.
Tanda-tanda ini akan berulang dalam sepanjang zaman dalam tingkat maupun cakupan yang semakin besar (mendunia). Namun Tuhan Yesus menegaskan bahwa tanda-tanda itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru (Mat. 24:9). Jadi bukan tanda kesudahan zaman.
- Tanda utama (Mat. 24:14)
Satu-satunya tanda utama yang menentukan kepastian kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali segera terjadi adalah diberitakannya Injil Kerajaan Allah menjadi kesaksian bagi semua bangsa (Mat. 24:14).
Tuhan Yesus menegaskan bahwa ketika Injil Kerajaan Allah telah menjadi kesaksian bagi semua bangsa barulah tiba kesudahannya (Mat. 24:14). Artinya, inilah satu-satunya tanda yang dipastikan oleh Tuhan Yesus sebagai tanda penyudah zaman ini.
Jika kita telah berhasil menyelesaikan Amanat Agung, yaitu membawa berita Injil Kerajaan Allah kepada semua bangsa di dunia ini barulah kesudahan zaman terjadi. Dalam pengertian itu, maka dapatlah dikatakan bahwa orang-orang Kristen menentukan kedatangan Tuhan. Mereka dapat mempercepatnya dengan memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada semua bangsa (2 Ptr. 3:12).
Kesimpulan
Jangan sibuk mencari tanda-tanda lahiriah tentang kesudahan zaman ini. Sibuklah memberitakan Injil, karena itulah satu-satunya tanda yang memastikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Sebagaimana dikatakan, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan menjadi kesaksian bagi semua bangsa, barulah tiba kesudahannya” (Mat. 24:14).
Pertanyaan dan Penerapan
- Sudahkan Anda menjadikan pemberitaan Injil sebagai prioritas hidup?
- Jika belum, apakah yang menghambat Anda untuk menjadikannya sebagai prioritas hidup?
GBI Pasir Koja 39 Bandung