Bahan Care Cell Oktober 2019

MISI

Pertemuan 1

Menjadi Penjala Manusia (Luk. 5:1-11)

Pendahuluan

            Panggilan Tuhan Yesus untuk memenangkan jiwa diumpamakan seperti menjala ikan. Itu sebabnya penginjilan diistilahkan dengan menjala manusia bagi Tuhan.

Isi

            Dari Lukas 5:1-11 kita mendapat 3 point penting berkaitan dengan pelayanan misi:

  1. Misi membutuhkan lebih banyak pekerja (ay. 6-7)

Ketika Petrus menebarkan jala sekali lagi,  jalanya dipenuhi sejumlah besar ikan. Segera ia memanggil teman-temannya yang lain untuk memberi bantuan. Ini artinya, semakin banyak jiwa yang harus dijangkau bagi Kristus maka semakin banyak pekerja yang dibutuhkan untuk tuaian .

Pertanyaan:

Menurut saudara apakah saudara juga dipanggil menjadi pekerja bagi tuaian itu? Bagaimana caranya?

  • Misi melampaui perkiraan akal

Semalaman sebelumnya, Petrus tidak mendapat ikan seekorpun. Padahal ia telah bekerja keras. Tetapi ketika ia taat pada perintah Tuhan, ia mendapat sejumlah besar ikan. Dan hari itu sudah menjelang siang karena sebelumnya Tuhan Yesus berkhotbah terlebih dahulu (ay. 3). Kita tahu bahwa ikan-ikan umumnya muncul ke permukaan pada malam/subuh hari. Jadi sejumlah besar ikan yang dia dapatkan siang itu adalah suatu mukjizat atau peristiwa di luar perkiraan akal. Demikian halnya saat kita melaksanakan misi Tuhan Yesus untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, kita pasti akan mengalami mukjizat-mukjizat yang melampaui perkiraan akal.

Pertanyaan:

Ceritakanlah salah satu mukjizat yang pernah saudara alami, saat melakukan misi Tuhan!

  • Misi menarik kita ke tempat yang beresiko (“lebih dalam”)

Tuhan Yesus berkata kepada Simon Petrus, agar ia bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya di sana sehingga ia menangkap sejumlah besar ikan. Tempat yang lebih dalam adalah gambaran tentang tempat atau keadaan yang mengandung resiko-resiko. Melaksanakan misi Tuhan Yesus juga mengandung resiko. Ada resiko ditolak, disalah mengerti bahkan dianiaya. Tuhan Yesus mengumpamakannya seperti anak domba yang diutus ke tengah-tengah serigala (Mat. 10:16). Tetapi jangan takut, karena Tuhan Yesus berjanji untuk menyertai kita sampai kesudahan zaman (Mat. 28:20)

Pertanyaan:

Karena misi mengandung resiko, apakah yang kita butuhkan saat melakukannya? Jawab berdasarkan (Mat. 10:16).

Pertemuan 2

Bermisi dalam Kuasa Roh Kudus (Kis. 4:29-31)

Pendahuluan

            Misi yang berhasil adalah misi yang dilakukan dalam kuasa Roh Kudus. Sebab Roh Kuduslah yang memberi kuasa kepada perkataan kita saat memberitakan Injil. Roh Kudus juga yang meneguhkannya dengan tanda-tanda dan mukjiizat. Roh Kudus pula yang membuat hati orang terbuka menyambut firman Tuhan dan memimpin mereka kepada pertobatan.

Sebuah gereja di Palembang tidak berkembang selama bertahun-tahun, selain itu mereka juga mengalami berbagai tantangan yang sangat berat dari masyarakat dan pemerintah. Lalu mereka berdoa berbulan-bulan meminta supaya Tuhan mengaruniakan mukjizat dan tanda-tanda dalam pelayanan. Suatu kali, saat ibadah tiba-tiba serbuk-serbuk emas turun atas mereka. Itulah tanda keajaiban yang Tuhan berikan kepada mereka. Selain itu, banyak orang juga mengalami mukjizat kesembuhan dari berbagai penyakit. Dan sejak saat itu, gereja tersebut mengalami pertumbuhan yang luar biasa, dan sekarang mereka bertumbuh menjadi lebih dari 6.000 jiwa dan Tuhan mempercayakan kepada mereka tanah 3 hektar. Di atas tanah tersebut mereka sedang membangun gedung gereja, sekolah dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Bukan itu saja, sekarang mereka dihormati semua orang termasuk aparat pemerintah.

Isi

Gereja mula-mula juga berkembang karena mereka menjalankan misi dengan kuasa Roh Kudus. Namun demikian, misi yang dijalankan dengan kuasa Roh Kudus:

  1. Menghadapi tantangan (ay. 29)

Misi yang dijalankan dengan kuasa Roh Kudus bukan tanpa tantangan. Pada waktu itu Simon Petrus dipenjarakan, tetapi jemaat tetap tekun berdoa dan tidak mundur.

Pertanyaan:

Ceritakanlah salah satu tantangan penginjilan yang sedang saudara hadapi akhir-akhir ini. Dan menurut saudara, apakah yang saudara butuhkan untuk menghadapinya?

  • Tuhan meneguhkan firman yang kita beritakan

Di tengah-tengah tantangan, Tuhan tidak tinggal diam. Ia turut bekerja untuk meneguhkan firman yang kita beritakan dengan tanda-tanda dan mukjizat (ay. 30-31). Itu sebabnya jangan jemu-jemu berdoa agar Tuhan Yesus meneguhkan pelayanan kita dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang besar.

Pertanyaan:

Kapankah tanda-tanda dan mukjizat terjadi terakhir kali dalam pelayanan saudara? Jika hal itu sudah lama tidak terjadi, saatnya sekarang untuk berdoa kembali meminta supaya tanda-tanda dan keajaiban Tuhan dihidupkan dalam pelayanan kita.

  • Tuhan memberikan keberanian untuk bersaksi

Pada saat tantangan terjadi dalam pelayanan, orang-orang percaya tidak undur. Mereka berdoa agar diberi keberanian untuk memberitakan Injil (ay. 29). Keberanian bukan datang dari tekad kita yang terbatas, tetapi karena Roh Kudus bekerja di dalam hati.

Pertanyaan:

Jika saudara takut memberitakan Injil, berarti saudara membutuhkan keberanian yang dari Tuhan. Berdoalah bersama-sama meminta keberanian dari Tuhan untuk memberitakan Injil.    

Pertemuan 3

Misi Kristus di Dunia Memberitakan Injil (Mrk. 1:35-39)

Pendahuluan

            Selama hidup-Nya, Tuhan Yesus tidak jemu-jemu memberitakan Injil. Sekarang tugas tersebut didelegasikan kepada kita.

Isi

            Dari Markus 1:35-39, kita mendapat 3 point yang dapat kita terapkan dalam pelayanan kita sekarang:

  1. Pelayanan misi dimulai dari persekutuan yang akrab dengan Bapa (ay. 35)

Sebelum Tuhan Yesus memberitakan Injil, Ia terlebih dahulu menghabiskan waktunya bersekutu dengan Bapa. Persekutuan yang akrab dengan Bapa itu membuat Tuhan Yesus menangkap isi hati Bapa, mendapat pimpinan dan pengarahan Bapa ke mana Ia harus melangkah. Sebagai akibatnya, ke mana pun Tuhan Yesus melayani, pelayanan-Nya selalu berhasil.

Pertanyaan:

Jika Tuhan Yesus saja harus bersekutu akrab dengan Bapa, maka kita pun seharusnya demikian. Supaya pelayanan kita lahir dari hati Bapa, mendapat pimpinan dan pengarahan-Nya. Ceritakanlah bagaimana persekutuan saudara pribadi dengan Tuhan akhir-akhir ini.

  • Pelayanan misi harus relevan dengan kebutuhan orang-orang yang kita layani (ay. 36-37)

Semua orang datang mencari Tuhan Yesus. Mengapa? Karena mereka telah merasakan bahwa Tuhan Yesus menjawab kebutuhan mereka. Yang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan, hati yang lelah dan terluka dihibur dan dibalut dan seterusnya.

Pemberitaan Injil yang berhasil adalah pemberitaan Injil yang dihubungkan untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Orang menolak Injil karena mereka merasa bahwa Injil tidak ada hubungannya dengan keadaan hidup mereka.

Pertanyaan:

Amatilah orang-orang di sekitar saudara. Dan tuliskanlah paling sedikit 5 kebutuhan mereka saat ini. Dan cobalah pikirkanlah bagaimana berita Injil dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Diskusikanlah!

  • Pelayanan misi mengalami ekspansi (ay. 38-39)

Pelayanan Tuhan Yesus akhirnya meluas (ekspansi). Injil tidak boleh tertutup hanya untuk segelintir orang. Tuhan menghendaki agar Injil diberitakan kepada sakalian makhluk.

Pertanyaan:

Cobalah diskusikan bersama, apakah cara-cara yang dapat saudara lakukan bersama untuk melakukan ekspansi pelayanan care cell di tempat saudara berada!

Pertemuan 4

Cahaya Injil Membuka Selubung Kegelapan (2 Kor. 4:1-6)

Pendahuluan

Berita Injil adalah kebutuhan semua orang. Karena hanya melalui Injil orang-orang dapat percaya dan diselamatkan. Seumur hidupnya, Paulus sangat bergairah memberitakan Injil.

Isi

            Dari pelayanan Paulus memberitakan Injil, kita dapat menarik pelajaran penting:

  1. Pelayanan misi menjadi efektif saat kita hidup dalam kekudusan (ay. 2)

Sementara memberitakan Injil, Paulus menolak segala perbuatan yang tersembunyi dan memalukan. Artinya, ia tetap menjaga hidupnya dalam kekudusan. Kekudusan membuat pelayanan kita menjadi efektif.

Pertanyaan:

Kekudusan dalam hal apa sajakah yang harus kita jaga dalam kehidupan kita? Ingatlah Simson, seorang yang gagah perkasa, namun pelayanannya menjadi hancur karena ia tidak menjaga kekudusan.

  • Pelayanan misi menjadi efektif saat firman Tuhan diberitakan dengan sepenuhnya (ay. 2)

Pelayanan Paulus menjadi efektif, karena ia memberitakan firman Allah sepenuhnya. Kita tidak boleh memilih-milih firman Allah yang enak didengar. Tetapi kita harus mengajarkan seluruh maksud Allah kepada orang-orang yang kita layani. Misal: orang Kristen dipanggil untuk beroleh berkat, tetapi orang Kristus juga dipanggil untuk memikul salib (menderita karena iman). Kita tidak boleh hanya menekankan berkat tapi tidak memperlengkapi orang Kristen untuk pikul salib.

Pertanyaan:

Jika ada anak yang memakan makanan yang gizinya tidak seimbang, apakah akibatnya? Bila itu kita terapkan dalam pelayanan apakah akibatnya? Itu sebabnya kita harus memberitakan firman Allah sepenuhnya, supaya orang-orang yang kita layani mendapat gizi yang seimbang.

  • Pelayanan misi menjadi efektif melalui peperangan rohani (ay. 3-4)

Saat memberitakan Injil, ada ilah zaman yang berusaha membutakan mata hati banyak orang, supaya mereka menolak Injil dan anugerah keselamatan. Itu sebabnya kita pun harus melakukan peperangan rohani.

Pertanyaan:

Menurut saudara, bagaimana peperangan rohani dapat dilakukan dalam pelayanan care cell?

Oleh: Pdp. Dr. Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …