MISI
Pertemuan 1
Misi Sebagai Proyek Ilahi (Rm. 15:14-21)
Pendahuluan
Kekuatan sebuah gereja tidak ditentukan oleh banyaknya tempat duduk yang dimiliki, tetapi banyaknya orang yang diutus untuk melakukan misi. Gereja yang tidak melaksanakan misi akan segera kehilangan pengaruhnya bagi masyarakat, seperti garam yang telah kehilangan rasa asinnya.
Isi
- Allah yang bekerja melalui kita (ay. 18a)
Kita terlibat dalam pelayanan misi, karena Allah yang mengerjakan baik kemauan maupun pekerjaan di dalam hati kita (Fil. 2:13).
- Metode misi (ay. 18b-19a)
- Melalui perkataan (pemberitaan Injil, kesaksian)
- Melalui perbuatan (kesaksian hidup, pelayanan diakonia)
- Melalui tanda-tanda dan mujizat-mujizat
- Pelayanan misi itu ditujukan kepada (ay. 20-21)
- Prioritas adalah orang-orang yang belum mengenal Kristus
- Domba-domba yang hilang (orang Kristen yang tidak tergembalakan)
Penutup
Setiap anggota care cell harus terlibat aktif dalam pelayanan misi. Keterlibatan itu bisa dalam bentuk: doa, dana, dan daya.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah ide-ide dari setiap anggota care cell, kegiatan-kegiatan apa yang bisa dilakukan bersama untuk kegiatan misi care cell!
Misal: ada anggota care cell yang mempunyai tetangga Kristen tapi tidak ke gereja sudah bertahun-tahun, kegiatan yang diusulkan adalah mengunjunginya.
- Lalu doakanlah bersama-sama ide-ide tersebut dan atur jadwal pelaksanaannya!
Pertemuan 2
Penginjilan dengan Kuasa (Kis. 1:8; Mrk. 1:35-39)
Pendahuluan
Seorang pendeta bernama Alberto Prokopchuk merintis sebuah gereja baru di kota La Plata, Argentina. Gereja itu diberi nama Gereja Baptis Los Olivos. Sepuluh tahun lebih ia giat memberitakan firman sambil menjaga standar hidup yang suci. Tapi jemaat yang ia gembalakan tetap tidak bertumbuh melampaui 30 orang saja.
Suatu kali ia melakukan doa puasa sambil terus menengking kuasa-kuasa kegelapan di kota itu sambil memohon kuasa Allah didemonstrasikan dalam pelayanannya. Allah menjawab doanya. Setahun kemudian gereja itu bertumbuh menjadi 2.100 jiwa dengan beberapa cabangnya di pinggiran kota itu.
Isi
Dari pengalaman pendeta Alberto Prokopchuk dan berdasarkan firman Tuhan, kita tahu bahwa:
- Penginjilan menjadi efektif melalui pelayanan kuasa (Kis. 1:8)
- Kuasa dalam penginjilan didapat melalui doa (Mrk. 1:35)
- Saat kuasa Allah didemonstrasikan, penginjilan meluas atau terjadi ekspansi (Mrk. 38-39)
Penutup
Setiap anggota care cell harus rajin berdoa syafaat dan peperangan rohani. Ikat semua kuasa-kuasa setan yang selama ini membutakan masyarakat di sekitar saudara. Dan mintalah terus-menerus agar kuasa Allah didemostrasikan dalam pelayanan care cell.
Pertanyaan dan Penerapan
- Bila ada anggota care cell yang sakit, jangan ragu untuk mendemonstrasikan kesembuhan! Anda sudah diberi kuasa untuk itu oleh Tuhan Yesus (Luk. 9:1-2)
- Berdoalah bersama-sama agar kuasa Allah didemonstrasikan!
Pertemuan 3
Lakukan untuk Kemuliaan Tuhan (1 Kor. 10:31)
Pendahuluan
Tuhan Yesus berkata: “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” (Yoh. 17:4). Pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Tuhan Yesus untuk memuliakan Bapa adalah memberikan nyawa-Nya bagi keselamatan banyak orang (Mrk. 10:45). Jadi Tuhan Yesus telah melakukan misi-Nya untuk kemuliaan Bapa-Nya.
Kita pun melakukan misi untuk kemuliaan Allah.
Isi
- Misi dilakukan bukan untuk organisasi
- Misi dilakukan bukan untuk menyenangkan pemimpin
- Misi dilakukan bukan supaya kita mendapat lebih banyak dukungan uang
- Misi dilakukan untuk kemuliaan Allah
Penutup
Care cell yang melaksanakan misi untuk kemuliaan Allah saja yang akan tetap kuat dan bertahan di tengah-tengah tantangan. Orang-orang yang melakukan pelayanan karena ingin dihargai suatu saat pasti kecewa. Ingat suatu saat pekerjaan kita masing-masing akan diuji (1 Kor. 3:13).
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah 2 atau 3 anggota care cell menceritakan pengalaman mereka, bagaimana mereka pernah kecewa karena telah melayani dengan maksud supaya dihargai!
- Berdoalah bersama-sama untuk meminta hati yang tulus pada Tuhan saat kita melayani!
Pertemuan 4
Dasar Pemberitaan yang Benar (Rm. 15:14-21)
Pendahuluan
Alkitab mengatakan bahwa dasar pemberitaan kita bukanlah diri kita, bukanlah organisasi kita, tetapi Tuhan Yesus Kristus (1 Kor. 3:10-11). Jadi teruslah beritakan Yesus Kristus, teruslah beritakan firman Tuhan, teruslah beritakan keselamatan.
Isi
Inti atau dasar dari berita Injil adalah:
- Kristus menganugerahkan keselamatan sebagai karunia yang cuma-cuma (Rm. 3:24; 5:15; 6:23).
- Karunia keselamatan itu hanya bisa diterima melalui iman, bukan dari usaha atau kebaikan kita (Ef. 2:8-9). Sebagaimana telah dikatakan oleh Rasul Paulus, Injil adalah “…kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rm. 1:16).
- Semua orang harus bertobat dan mengaku dosanya.
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rm. 10:9).
Penutup
Setiap anggota care cell, wajib memahami inti berita Injil tersebut, sehingga dengan sederhana dapat menyampaikannya kepada orang lain.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah setiap anggota care cell menghafal inti berita Injil di atas dan lakukanlah simulasi dengan cara berdua-dua serta secara bergantian menyampaikan inti berita Injil tersebut!
- Berdoalah bersama-sama untuk meminta keberanian memberitakan Injil!
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung