Bahan Care Cell November

PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Pertemuan 1

Life Changing Praise (Pujian yang Mengubahkan Hidup)

(Kis. 16:19-34)

Pendahuluan

Tuhan menghendaki agar ibadah kita bukan ibadah yang biasa, tetapi sampai pada level dimana kita diubahkan menjadi semakin serupa dengan Kristus. Ibadah yang sejati bukan sekedar kita datang berkumpul di gereja. Ibadah yang sejati adalah ibadah yang disertai perubahan hidup.

Saat kita memuji dan menyembah Tuhan, Alkitab berkata bahwa Tuhan bertahta atas pujian umat-Nya (Mzm. 22:4). Saat Tuhan bertahta atas pujian kita, tentu saja hadirat-Nya juga turun atas kita. Di dalam hadirat-Nya itulah kita berjumpa dengan Dia dan kuasa-Nya yang mengubahkan hidup mengalir atas kita, artinya semakin kita menyembah Dia dan tenggelam di hadirat-Nya, semakin kita diubah.

Isi

Namun, pujian dan penyembahan yang bagaimana yang akan membuat kita mengalami perubahan hidup?

  1. Ketika pikiran dan hati kita sepenuhnya dikuasai oleh pikiran tentang keberadaan Allah: siapa Dia sesungguhnya bagi kita.

Banyak orang memuji dan menyembah Tuhan, tapi pikiran mereka terfokus pada pekerjaan, masalah hidup yang sedang dialami, sakit yang sedang diderita, dan sebagainya. Pujian dan penyembahan seperti itu membuat kita tidak mengalami Tuhan. Apa pun masalah kita, sebenarnya Dia tetap Tuhan yang berkuasa. Itulah yang dilakukan oleh Paulus dan Silas. Mereka tidak dipengaruhi situasi atau penderitaan yang mereka alami. Maka mereka mengalami kuasa Tuhan dalam pujian dan penyembahan.

Pertanyaan:

Apakah masih ada berbagai pikiran yang sedang berseliweran di benak Anda saat menyembah Tuhan? Menurut Anda, bagaimana cara mengatasinya?

  • Hati kita dikuasai oleh kekaguman akan Tuhan

Kekaguman akan kedahsyatan Tuhan dan kasih-Nya yang sangat besar, akan menggeser dan mencampakkan tindihan pergumulan dan permasalahan dari hati kita. Hadirat-Nya akan datang dan menggeser perasaan-perasaan hati yang tidak penting sehingga kekuatan kita akan diperbaharui.

Penerapan:

Ingatlah akan kedahsyatan Tuhan, misalnya ketika Dia menyembuhkan Anda dari sakit, ingatlah pula kasihnya yang begitu besar ketika Ia menjawab doa Anda, ingatlah pula bahwa darah-Nya telah tercurah di kayu salib untuk membuka jalan bagi kita masuk ke hadirat Allah. Tanamkan hal tersebut dalam benak Anda. Lalu angkatlah satu penyembahan bersama-sama dan rasakan hadirat-Nya mengalir dan mencampakkan segala beban yang menindih hati Anda sebelumnya.

Pertemuan 2

Pujian Membawa Kemenangan

(Mzm. 149:1-8)

Pendahuluan

            Sama seperti orang Israel, demikian juga sekarang semua umat Tuhan dipanggil untuk memuji Tuhan dengan penuh sukacita. Sukacita saat memuji Tuhan bisa diekspresikan dengan sorak-sorai, tari-tarian, dan iringan alat musik.

Isi

Alasan utama mengapa kita memuji Tuhan adalah karena Tuhan telah memberikan kepada kita kemenangan atas musuh-musuh kita. Itu artinya:

  1. Melalui pujian, kita mengakui bahwa Tuhanlah sumber kemenangan kita, bukan kekuatan diri kita sendiri.

Sepanjang sejarah Israel telah terbukti bahwa Tuhanlah sumber keselamatan dan kemenangan mereka. Misalnya: saat mereka lolos dari kejaran tentara Mesir, itu terjadi karena Tuhan bertindak dalam kemahakuasaan-Nya membelah laut Teberau.

Pertanyaan:

Ingatlah satu peristiwa dimana saudara mengalami kemenangan dari suatu masalah. Lalu coba renungkan dan ceritakan, apakah kemenangan itu karena usaha kita sendiri ataukah kita bisa melihat campur tangan Tuhan di dalamnya?

  • Dengan kemenangan yang Tuhan berikan, sekarang kita dapat hidup dengan tenteram.

Dalam ayat ini digambarkan ketenteraman itu dengan “bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!” (ay. 5).

Kita umumnya membayangkan bahwa masalah, ketakutan, ancaman membuat orang akan mengalami kegelisahan di atas tempat tidur mereka. Tetapi orang yang telah menang dari hal-hal tersebut tentu akan dapat tidur nyenyak karena tidak ada lagi yang menggelisahkan mereka.

Penerapan:

Orang yang memegang erat masalah-masalah yang terjadi di dalam kehidupannya, justru semakin frustasi dan menderita. Mereka ibarat orang yang tetap memikul beban mereka sementara mereka berada di dalam lift. Karena itu, adalah bijaksana untuk menyerahkan masalah-masalah saudara kepada Tuhan yang berkuasa menyelesaikannya.

Pertemuan 3

A Rightful Sacrifice (Mempersembahkan Korban yang Benar di Hadapan Allah)

(Mzm. 51:16-21)

Pendahuluan

Kalau berelasi dengan sesama saja kita harus berusaha untuk menyingkirkan semua sekatan, apalagi relasi dengan Tuhan. Menurut Alkitab dosalah yang telah membuat relasi kita dengan Tuhan menjadi rusak (Yes. 59:1-2). Itu sebabnya, pengakuan dosa yang jujur di hadapan Allah mendatangkan pemulihan dalam hidup kita. Kebenaran inilah yang diajarkan Mazmur 51.

Isi

Mazmur 51 dapat kita bagi ke dalam dua pokok pengajaran

  1. Ketika kita berdosa, baiklah kita mengakuinya dan memohon pengampunan dari Allah (ay. 1-11)

Mazmur ini merupakan pengakuan dosa Daud. Daud bukan hanya telah melakukan perzinahan, tetapi juga merancang pembunuhan Uria, suami Batsyeba untuk menutupi dosanya. Tuhan menegur Daud melalui nabi Natan (2 Sam. 12:1-7). Daud mengakui dosanya, dengan ungkapan-ungkapan: “Aku telah berdosa kepada TUHAN”. “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku.” “Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.”

Daud juga menyadari bahwa pusat dosanya adalah kepada Tuhan: “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa.”

Kesadaran akan betapa seriusnya dosa ini membuat Daud sungguh-sungguh memohon pengampunan Allah: “Kasihanilah aku, ya Allah”, “hapuskanlah pelanggaranku”, “bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku”, “tahirkanlah aku dari dosaku.” Kata-kata itu menunjukkan betapa seriusnya dosa itu. Dan bahwa hanya Allah saja yang bisa menghapus, dan mentahirkan manusia dari dosa. Karena itu, Daud sungguh-sungguh memohon supaya Allah menyucikan dia dari dosa-dosanya.

Demikian juga kita. Seharusnyalah kita mengakui dosa kita dan memohon pengampunan pada Allah. Menurut 1 Yohanes 1:9, ada jaminan pengampunan dosa dari Allah ketika kita datang mengaku dosa di hadapan Allah. Jaminan pengampunan dosa ini menjadi suatu hal yang pasti karena pengorbanan Kristus yang sempurna di kayu salib. Pengorbanan Kristus yang sempurna telah meredakan murka Allah atas manusia berdosa.

  • Permohonan pemulihan dari Allah (ay. 12-21)

Sesudah mengaku dosa dan memohon pengampunan, sekarang Daud merindukan pembaharuan dan sukacita dalam persekutuan dengan Allah. “Perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!. . . janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku.” (ay. 13).

Selanjutnya, setelah Daud mengalami pemulihan dari Allah, ia berkomitmen untuk memuji Allah karena segala perbuatan-Nya. Daud juga berjanji untuk mengajar para pemberontak tentang “jalan” Allah.

Penutup

Saudara, kita perlu menyadari bahwa sebagai anak-anak Tuhan kita tidak kebal terhadap dosa. Dalam proses pengudusan yang terus berlangsung seumur hidup, kita masih bisa jatuh ke dalam dosa. Kita masih bisa melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Setiap dosa yang kita lakukan merupakan pemberontakan kita kepada Tuhan. Fakta inilah yang harus selalu kita sadari dan waspadai. Kalaupun kita jatuh ke dalam dosa, marilah kita datang dengan hati yang hancur dan berduka di hadapan Tuhan serta mengakuinya dengan jujur. Marilah kita memohon pengampunan Tuhan. Tuhan yang penuh rahmat dan belas kasihan itu akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa kita. Marilah kita memohon supaya Tuhan memperbaharui hati dan pikiran kita sehingga kita bisa kembali menikmati sukacita dalam berelasi dengan Tuhan. Hanya dengan hati yang terus menerus diperbaharui dan dimurnikan oleh Tuhan, kita bisa hidup di jalan Tuhan dan tidak menyimpang dalam dosa.

Pertemuan 4

Mengajar, Menegur dengan Menyanyikan Mazmur dan Puji-pujian

(Kol. 3:12-17)

Pendahuluan

            Puji-pujian dan nyanyian rohani juga dapat menjadi sarana kita menerima pengajaran, nasehat (teguran), dorongan semangat dan dorongan iman.

Misalnya: kalimat “jangan lelah bekerja di ladang-Nya Tuhan, Roh Kudus yang bri kekuatan.” Adalah pujian yang memberikan dorongan semangat kepada kita agar jangan lelah melayani di ladang Tuhan, karena Roh Kudus akan selalu memberi kekuatan.

Lirik lagu yang mangatakan “jangan pernah menyerah, jangan berputus asa, mukjizat Tuhan ada saat hati menyembah. Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa, mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya.” Juga selain menjadi pujian yang memberikan dorongan semangat sekaligus juga menjadi dorongan iman bagi kita.

Lirik lagu “Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri, hidup ini hanya sementara.” Adalah pujian yang menasihati dan mengajar kita agar menyadari bahwa hidup ini singkat dan harus kita pergunakan untuk melayani Tuhan bukan untuk hal yang sia-sia.

Isi

Kolose 3:16 mengajarkan kepada kita, bahwa perkataan dan pujian kita dapat menjadi sarana pengajaran, nasehat (teguran), dan dorongan semangat (iman), apabila hati kita dikuasai oleh firman Allah.  Jadi kata kuncinya adalah hati yang dikuasai oleh firman Tuhan. Karena itu kita harus membiarkan hati kita selalu dipenuhi oleh firman Tuhan.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Sebutkanlah sebuah lagu rohani yang liriknya merupakan sebuah pengajaran. Dan nyanyikanlah bersama-sama!
  2. Kembangkanlah kebiasaan untuk mendengarkan lagu-lagu rohani dan bukan lagu-lagu duniawi. Sebutkanlah tiga cara yang dapat Anda lakukan untuk itu!

Oleh: Pdp. Dr. Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …