Bahan Care Cell Nopember 2015

carecellPertemuan 1

PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Tuhanlah yang memberi pertumbuhan rohani kepada kita (1Kor.3:6). Jika kita rindu mengalami pertumbuhan rohani, maka hidup kita harus dekat dan melekat kepada Allah. Salah satu cara kita hidup melekat dengan Allah adalah melalui hidup yang dipenuhi dengan pujian dan penyembahan kepada Allah. Mazmur 100:4 menyatakan: “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” Tuhan ingin kita masuk dalam hadirat-Nya untuk semakin dekat dengan Allah lewat pujian dan penyembahan.

Dasar kita untuk memuji dan menyembah Tuhan.
1.    Karena Allah layak menerima pujian dan penyembahan umat-Nya.
Alasan yang paling penting adalah karena hanya Allah yang layak menerima pujian dan penyembahan kita. Sebagai ciptaan-Nya, maka tanggapan yang wajar dari kita kepada Pencipta adalah memuji dan menyembah Dia (Wah. 4:11).
2.    Karena kita diciptakan untuk bersekutu dan memuliakan Allah.
Kita ada dan diciptakan oleh Allah adalah untuk bersekutu dan memuliakan Dia. Pujian kita tidak membuat Allah menjadi mulia, sebab memang Dia adalah Allah yang Mulia dari mulanya (Yes. 43:7; 43:21; Kol. 1:16).
3.    Allah menghendaki kita untuk memuji Dia (Mzm. 150; 92:2; 118:28-29).
Pujian dan penyembahan adalah perintah Tuhan kepada kita ciptaan-Nya. Tuhan akan memandang najis dan menjadi suatu kekejian jika kita menyembah hal-hal yang lain.

Arti Pujian
Apakah pujian itu?. Menurut kamus,  pujian adalah membanggakan, memberi tepuk tangan, menunjukkan rasa kagum dan senang, mengelu-elukan dengan kata-kata, tarian atau nyanyian, membesarkan, memuliakan. Pujian ditujukan pada apa yang dilakukan Allah, perbuatan-perbuatan Allah. Dalam Alkitab Perjanjian Lama ada 7 kata Ibrani yang paling sering digunakan untuk menggambarkan tentang memuji Tuhan, yaitu:

Memuji           (Bhs. Ibrani)ArtinyaAyat Firman
HalalMengekspresikan pujian kepada Allah seperti “orang gila”Mzm. 22:23
TehilahMengekspresikan pujian secara spontan dalam bentuk nyanyianMzm. 22:4
YadahMengangkat kedua tangan sebagai tanda penyerahan dan pengagunganMzm. 7:18
TodahKorban ucapan syukurMzm. 100:4
BarakSujud bertelut, memberi penghormatan kepada AllahMzm. 72:11
ZamarBermazmur dengan menggunakan alat musicMzm. 57:8
ShabachBersorak dengan suara yang nyaringMzm. 117:1

Suatu ciri dari pujian adalah perayaan, sukacita yang meluap, diekspresikan dengan sorak-sorai, tepuk tangan, tarian, teriakan, kata-kata dan nyanyian yang disertai dengan musik (Mzm.47:2; 66:1; 81:2; 100:2, 4; 68:25-27; 150:4). Orang Yahudi sangat emosional dan ekspresif dalam beribadah kepada Tuhan.

Arti Penyembahan
Apakah penyembahan itu? Penyembahan adalah titik tertinggi yang dapat dicapai manusia dalam meresponi kasih Allah; dalam wujud pemujaan, pengakuan kasih, tindakan kasih yang berlebihan (Ingat: Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan rambutnya – Yoh. 12:3) yang ditujukan hanya pada Pribadi-Nya.

Allah adalah obyek penyembahan kita. Para tua-tua melemparkan mahkotanya di hadapan Dia yang duduk di atas tahta (Why. 4:10). Kadangkala dalam penyembahan hanya air mata dan kata-kata kasih yang terucapkan. Tidak ada permintaan, tidak ada pergumulan, hanya menikmati kehadiran-Nya dengan rasa hormat dan takjub. Sulit untuk diucapkan dengan kata-kata, hanya dapat dialami.
Pujian dan ucapan syukur adalah sebagai pintu gerbang menuju penyembahan (Mzm. 100:4). Dalam pujian kita perlu membangkitkan jiwa kita untuk memuji dengan agresif, tapi dalam penyembahan bercirikan ketenangan dan tenggelam dalam hadirat-Nya. Alasan utama penyembahan adalah melayani pribadi Tuhan.
Defenisi kata penyembahan dalam bahasa Ibrani (Perjanjian Lama) dan bahasa Yunani (Perjanjian Baru) adalah sebagai berikut:

AlkitabBahasa Ibrani/YunaniArtinya
Perjanjian Lama (Bahasa Ibrani)ShacahSujud bertelut dengan dahi menempel pada lantai, bertiarap dengan penuh sikap hormat
Perjanjian Baru (Bahasa Yunani)ProskuneoMencium, seperti seekor anjing menjilat tangan tuannya sebagai tanda kasih
LatreuoMelayani Tuhan dengan tulus hati sebagai tanda kasih kita pada Tuhan

Mengobarkan api penyembahan.
1.    Api penyembahan harus menyala.
Pada zaman Perjanjian Lama, di dalam Bait Allah ada mezbah pembakaran ukupan yang di atasnya imam harus membakar ukupan dari wangi-wangian. Imam harus membakar ukupan secara tetap di hadapan Tuhan. Api membuat asap ukupan itu naik ke hadapan Tuhan sebagai persembahan yang harum dan yang menyenangkan hati Tuhan.
Sekarang kita tidak lagi mempersembahkan ukupan secara fisik kepada Tuhan, tetapi ukupan yang kita berikan adalah penyembahan kita. Penyembahan kita haruslah penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan, karena itu api penyembahan harus menyala.
2.    Ciri-ciri api penyembahan yang menyala.
Yang namanya api, ketika menyala, selalu terasa panasnya. Demikian pula dengan penyembahan, kalau api penyembahan itu menyala pasti ada sesuatu yang kuat yang bisa kita rasakan dan ada dampaknya. Kalau api penyembahan kita sudah menyala, pasti ada sesuatu yang luar biasa yang dialami oleh kita sendiri maupun orang lain.
Ketika Salomo mentahbiskan rumah Tuhan dan pujian penyembahan dinaikkan kepada Tuhan terjadi sesuatu yang luar biasa, yakni awan kemuliaan Tuhan turun sehingga para imam tidak tahan berdiri (2 Taw. 5:13-14). Ini adalah salah satu contoh dari api penyembahan yang menyala.
Kita harus mengobarkan api penyembahan, baik dalam hidup sehari-hari maupun dalam ibadah, sehingga sesuatu yang dahsyat terjadi dan nama Tuhan dipermuliakan.
3.    Hati yang menyembah akan mengobarkan api penyembahan.
Api penyembahan akan padam jika kita kehilangan hati yang menyembah. Sekalipun bibir kita memuliakan Tuhan, tetapi mungkin kita telah kehilangan hati yang menyembah, seperti yang terjadi pada bangsa Israel (Yes. 29:13).
Hati yang menyembah tidak bisa digantikan dengan apa pun untuk menyenangkan Tuhan. Tidak bisa digantikan dengan profesionalisme, dengan permainan musik yang harmonis, dengan penataan suara yang bagus, atau dengan kostum yang indah. Semua itu tidak berguna kalau kita kehilangan hati yang menyembah. Kita tidak bisa menipu Tuhan dengan segala sesuatu yang baik dan indah secara manusia, karena Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7).
Hilangnya hati yang menyembah membuat api penyembahan padam, tetapi hati yang menyembah akan mengobarkan api penyembahan. Kehilangan hati yang menyembah adalah kejatuhan yang sangat dalam seperti yang telah dialami jemaat Efesus (Wah. 2:1-5). Jika saudara sadar bahwa saudara telah kehilangan hati yang menyembah, segeralah bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula.

Pertanyaan dan Penerapan.
1.    Menurut Anda, bagaimanakah cara yang paling mungkin untuk membangun pujian dan penyembahan yang diurapi di dalam Care Cell?.
2.    Menurut Anda, mengapa seseorang bisa kehilangan api penyembahan di dalam hidupnya?.  Dan bagaimana ia dapat dipulihkan lagi?. Dan apa peran anggota-anggota Care Cell yang lain untuk pemulihannya?.

Pertemuan 2

Pemulihan Pujian & Penyembahan dalam Pondok Daud.
“Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini.” (Kis.. 15:16-17).
Tuhan merindukan kemah Daud lebih dari Tabernakel Musa, bahkan lebih dari bait Salomo yang megah. Di akhir zaman Dia akan memulihkan Kemah Daud (Kis. 15:16-17) karena di sanalah dia menemukan kasih yang berkobar-kobar, pujian dan penyembahan sejati dan penghormatan yang penuh dari manusia.
Di sanalah Dia diagungkan, dicintai, disembah, menjadi pusat pemujaan dari manusia yang sepenuhnya. Tidak ada sebelumnya seorang manusia pun di muka bumi ini yang pernah membentuk suatu tim pujian khusus seperti Daud dan memberi kedudukan yang mulia pada pemuji-pumuji dan penyembah dalam kerajaannya (1 Taw. 25).
Kasih dan penghormatan Daud kepada Tuhan membuatnya menjadi raja Israel yang paling berpengaruh dan dihormati sampai saat ini. Sebagai penghormatan, negara Israel memakai Bintang Daud sebagai lambang negaranya. Bahkan Tuhan Yesus disebut sebagai anak Daud, tunas Daud suatu kehormatan yang luar biasa dari Allah. Sebelum kita menjadi pahlawan-Nya, kita harus menjadi kekasih-Nya. Tuhan tidak pernah memberikan otoritas dan urapan yang besar pada orang-orang yang tidak mengasihi dan menghormati Dia dengan sepenuh hati. Kunci Daud yaitu lambang otoritas diberikan pada orang yang mengasihi Dia (Yes. 22:22; Wah. 3:7). Orang-orang yang mengerti bagaimana menyenangkan hati Tuhan dan menghormati Dia, akan menjadi orang-orang yang sangat diberkati dan berkuasa! Kebaikan dan kemurahan Tuhan akan senantiasa mengikuti kita.

Kebangunan Rohani Selalu Disertai Dengan Pemulihan Pujian dan Penyembahan.
Memuji Tuhan, mengagungkan Dia dan bersyukur kepada-Nya lebih baik dari pada persembahan korban sapi dan lembu dalam Perjanjian Lama (Mzm. 69:31-32). Bernyanyi dan beria-ria di hadapan-Nya membuat jalan bagi Dia untuk berkarya (Mzm. 68:4-5).
Mengapa gereja sepi dari mujizat, sedikit sekali kesaksian hidup, jemaat tidak bergairah dan tidak mengalami terobosan dalam hidupnya, karena mereka tidak diajar kuasa dalam memuji dan menyembah Dia. Generasi pemuji adalah generasi yang mengalahkan sepuluh ribu musuh, generasi Daud dan generasi pemenang (1 Sam. 18:7). Urapan Ilahi akan turun pada generasi pemuji ini, urapan yang membawa pada kemenangan besar, urapan keberanian singa dari Yehuda.
Musik yang diurapi mengeluarkan kekuatan rohani yang dahsyat, Daud sangat mengetahui ini, karena pengalamannya memainkan kecapi di Istana Saul, mengusir roh jahat yang menguasai Saul (1Sam. 16:13). Bahkan dalam peperangan rohani musik sangat berperan (Yos. 6:4-5). Di masa mendatang musik peperangan profetik akan sangat berperan. Musik yang disertai dengan perkataan iman, sorak-sorai dan nubuatan-nubuatan akan merobohkan benteng-benteng Iblis dan melakukan penyiksaan-penyiksaan pada kuasa kegelapan (Mzm. 149:5-9). Kadang-kadang di dalam penyembahan para penyembah dipimpin untuk masuk dalam peperangan rohani yang hebat.
Para pemusik harus peka dengan aliran Roh Kudus yang sedang membawa jemaat untuk berperang. Pukulan perkusi, drum dan cymbal yang diurapi, cabikan gitar atau bass yang dipimpin Roh serta tamborin akan memberi efek gempuran roh yang luar biasa! (Yes. 30:32). Sinergi kecapi dan cawan emas (Wah. 5:8) yaitu musik, pujian dan doa syafaat akan membawa gereja pada suatu dimensi kuasa yang luar biasa!!!  Alat musik yang berbeda-beda menghasilkan suara unik dan tanggapan yang berbeda dalam alam roh dan jiwa kita (Mzm. 150:3-6), alat musik ini memainkan peranan penting dalam penyembahan profetik (penyembahan yang disertai nubuatan). Musik menolong dan membangkitkan aliran nubuatan, daya cipta dan inspirasi Roh (1 Sam. 10:5; 1 Taw. 25:1).

Pujian dan Penyemahan Profetik
Pujian dan penyembahan adalah kelengkapan yang lazim untuk memberi kesempatan bekerjanya karunia Roh Kudus, khususnya nubuat (istilah sekarang pujian profetik). Di dalam 1 Taw. 25:1-3, dikatakan bahwa mereka bernubuat diiringi dengan kecapi waktu menyanyikan syukur dan pujian bagi Tuhan.
Jadi ada nyanyian baru yang muncul dalam pimpinan Roh Kudus yang berisi pesan-pesan yang menguatkan jemaat, memberi tuntunan dan penerobosan rohani. Penyembahan profetis memberi keleluasaan pada Roh Kudus untuk bekerja. Ia akan menuntun kita pada hal-hal yang luar biasa dan pengalaman ilahi yang selalu baru. Keakraban dan pengenalan akan pimpinan Roh Kudus akan membuat kita peka akan pimpinan-Nya membawa seluruh jemaat masuk ke dalam penyembahan profetis, sehingga urapan bersama mendatangkan mujizat, kesembuhan, kelepasan dan sukacita!
Orang-orang yang intim dengan Tuhan dan mempunyi kehidupan penyembahan pribadi yang setia, yang dapat memasuki dimensi penyembahan profetis ini. Kemuliaan Tuhan akan memenuhi tempat di mana penyembahan total yang dipimpin Roh Kudus ini dinaikkan (2 Taw. 7:1). Jika Tuhan memenuhi bait Salomo dengan kemuliaan, Dia juga ingin memenuhi hidup dan ibadah kita dengan kemuliaan-Nya. Penyembahan profetik ini akan mengakibatkan:
Membuka hubungan langsung dengan surga, membawa masuk kemuliaan Allah (2 Taw. 5:11-14)
Melumpuhkan kekuatan setan (Mzm. 149:6-9)
Membawa pelepasan (Mzm. 124; Kis. 16:25-26)
Melepaskan pelayanan malaikat (Mzm. 103:20)
Mengusir roh jahat (1 Sam. 16:23)
Mempersiapkan suasana untuk terjadinya mujizat
Betapa dahsyatnya kuasa dalam pujian dan penyembahan ini. Sinergi antara doa syafaat, nubuat, pujian, penyembahan, musik dan tarian menciptakan ledakan kuasa rohani yang luar biasa.

Pertanyaan dan Penerapan
Mengapa Allah lebih menyukai Pondok Daud, daripada Tabernakel Musa dan Bait Salomo?.
Rindukah Anda mengalami ledakan kuasa rohani yang luar biasa sementara menyembah Tuhan dalam pertemuan care sel? Menurut Anda, bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Oleh: Ferry Simanjuntak

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …