Bahan Care Cell JUNI 2021

Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

PERTEMUAN I
Keluarga Panutan yang Beribadah (Yos. 24:14-24)

Pendahuluan
Ibadah dalam Alkitab dapat diartikan secara sederhana sebagai cara hidup yang mengasihi, bersekutu dan melayani Allah. Ibadah tidak terbatas hanya pada waktu dan tempat tertentu, seperti di Bait Suci atau gedung Gereja.

Isi
Dari teladan keluarga Yosua, dapat kita simpulkan, bahwa keluarga yang menjadi panutan dalam beribadah kepada Tuhan adalah:
1. Keluarga yang mengasihi Tuhan lebih dari apa pun.
Keluarga yang mengasihi Tuhan pasti akan menempatkan Tuhan sebagai yang terutama atau prioritas di dalam kehidupan mereka. Secara praktis dapat dilihat melalui:
· Taat kepada kebenaran. Alkitab mengatakan, bahwa kasih kepada Allah ditunjukkan dengan cara taat kepada kebenaran (Yoh. 14:15).
· Takut akan Tuhan dan menghormati Tuhan dengan menjaga kesucian.

2. Keluarga yang bersekutu dengan Tuhan
Keluarga yang bersekutu dengan Tuhan secara praktis dapat dilihat melalui adanya:
· Mezbah Doa Keluarga. Idealnya setiap hari, tapi bisa juga beberapa kali dalam seminggu, atau setidak-tidaknya sekali dalam seminggu. Di dalam mezbah doa keluarga, setiap anggota keluarga saling mendoakan, menaikkan penyembahan, ucapan syukur kepada Tuhan. Ada pengajaran, nasihat dan penghiburan dari firman Tuhan yang disampaikan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Sehingga, anak-anak selalu diajarkan untuk hidup takut akan Tuhan.
· Persekutuan dengan Tuhan juga dikuatkan dengan adanya saling mengasihi, menerima apa adanya, mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan antar sesama anggota keluarga.
· Ibadah bersama saudara seiman yang lain. Bisa dilakukan lewat care cell, pertemuan doa jemaat, ibadah kategorial maupun ibadah hari Minggu. Melalui ibadah bersama ini, setiap anggota keluarga mengalami persekutuan dengan saudara-saudari seimannya, sehingga mereka juga pada akhirnya belajar peduli terhadap sesama mereka dan akhirnya melayani umat Tuhan yang lain.

3. Keluarga yang melayani Tuhan
Keluarga yang melayani Tuhan akan dibahas secara detail dalam pertemuan minggu ke-2

Kesimpulan
Keluarga yang mengasihi Tuhan adalah keluarga yang mengasihi Tuhan lebih dari apa pun, bersekutu dengan Tuhan dan saudara seiman, dan melayani Tuhan. Hal itu dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana dan praktis di dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah setiap anggota care cell untuk merencanakan satu tindakan kasih praktis yang mereka tujukan kepada keluarga mereka dan saudara seiman mereka dalam satu minggu ke depan!
2. Doakanlah rencana tersebut, agar Allah dapat memakainya sebagai sarana untuk menyatakan kasih dan kemuliaan-Nya di dalam keluarga setiap anggota care cell maupun di dalam persekutuan jemaat!

PERTEMUAN II
Keluarga yang Melayani (Akwila dan Priskila) (Kis. 18:1-8, 18-19, 26; Rm. 16:3-5)

Pendahuluan
Akwila dan Priskila adalah contoh lain tentang keluarga yang melayani Tuhan. Kita tahu, bahwa gereja terdiri dari keluarga-keluarga. Keluarga-keluarga yang sehat secara rohani serta yang giat melayani akan membuat gereja menjadi kuat dan terus berkembang. Artinya, peran keluarga yang melayani sangat penting untuk kemajuan gereja.

Isi
Keluarga yang melayani Tuhan terlihat melalui berbagai aspek kehidupan, seperti:
1. Memberi usaha terbaik di tempat pekerjaan/bisnis, atau saat menempuh pendidikan di sekolah.
Hal itu merupakan wujud ketaatan kepada firman Tuhan yang mengatakan bahwa “apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kol. 3:23).
Akwila dan Priskila adalah tukang kemah. Kemah dulu dipakai sebagai tempat penginapan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dari kota ke kota karena urusan bisnis, atau pekerjaan. Usaha Akwila dan Priskila sekarang ini sama dengan usaha perhotelan. Dan mereka mengerjakan bisnis mereka dengan baik, sehingga mendapat banyak keuntungan yang kemudian dipakai untuk memberikan dukungan bagi pelayanan.

2. Mengambil bagian dalam pelayanan sesuai dengan bakat, karunia, keterampilan ataupun talenta yang dimiliki.
Mis. Pemain Musik, Worship Leader, Pendoa, Pemimpin Cell, Kunjungan, Konseling, atau yang lainnya.
Akwila dan Priskila pada waktu itu memberi dukungan dengan cara mendampingi Paulus dalam pelayanannya, ikut mengajarkan firman Tuhan kepada jemaat, ikut memuridkan jiwa-jiwa yang baru bertobat dan akhirnya membentuk kelompok persekutuan (care cell) di rumah mereka yang dikemudian hari menjadi cikal-bakal gereja di kota Roma (Rm. 16:3-5).

3. Memberi persembahan-persembahan.
Di dalam Alkitab, semua orang yang beribadah kepada Allah selalu mempunyai tindakan selain mempersembahkan hidup mereka juga mempersembahkan harta mereka. Contoh: Daud untuk pembangunan Rumah Allah, janda miskin, gereja mula-mula di Kisah Para Rasul, jemaat Makedonia dan Akhaya yang walaupun sangat miskin tetapi senang memberi persembahan untuk memberi dukungan kepada pelayanan pemberitaan Injil (misi) – 2 Korintus 8:1-5.
Akwila dan Priskila pun mempersembahkan harta mereka yang didapat melalui kegiatan usaha mereka sebagai tukang kemah untuk memberikan dukungan bagi pekerjaan pelayanan pemberitaan Injil.

Kesimpulan:
Karena gereja terdiri dari keluarga-keluarga, maka keluarga-keluarga yang mengasihi dan melayani Tuhan mempunyai peran yang sangat besar bagi kemajuan dan pertumbuhan gereja. Keluarga yang melayani Tuhan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan praktis, seperti mengerjakan semua kegiatan mereka dengan sekuat tenaga dan segenap hati, ikut mengambil bagian dalam pelayanan melalui talenta mereka dan juga memberikan dukungan keuangan bagi pelayanan pemberitaan Injil.

Pertanyaan Diskusi:
1. Tanyakanlah kepada setiap anggota care cell, apa cita-cita mereka bagi kehidupan keluarga mereka masing-masing?
2. Tanyakanlah, langkah-langkah praktis apakah yang mereka bisa lakukan untuk menjadikan keluarga mereka masing-masing sebagai keluarga yang melayani Tuhan!

PERTEMUAN III
Yesus Standar dalam Kehidupan Keluarga (Mazmur 127)

Pendahuluan
Setiap keluarga Kristen yang kokoh harus dibangun di atas batu karang. Setiap rumah akan diuji oleh gelombang kehidupan, namun hanya rumah yang dibangun di atas batu karang yang tetap berdiri kokoh. Keluarga yang dibangun di atas batu karang adalah keluarga yang dibangun di atas dasar perkataan Tuhan Yesus (firman Allah) dan yang taat kepada firman Allah. Tuhan Yesus sendiri berkata: “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Mat. 7:24).

Isi
Berdasarkan analisa terhadap Mazmur 127, kita ketahui bahwa keluarga yang kokoh dan diberkati adalah:
1. Keluarga yang melibatkan campur tangan Tuhan (ay. 1)
Setiap keluarga membutuhkan campur tangan Tuhan, baik keluarga yang baru menikah, maupun yang telah puluhan tahun menikah. Alkitab penuh dengan kisah tentang campur tangan Allah bagi keluarga. Misalnya:
· Mukjizat air menjadi anggur di dalam sebuah pesta perkawinan di Kana (Yoh. 2:1-11). Peristiwa ini menunjukkan, bahwa Allah campur tangan dalam keluarga sejak awal pernikahan.
· Mukjizat kesembuhan bagi kemandulan, seperti yang terjadi atas keluarga Abraham sehingga lahirlah Ishak, keluarga Hana sehingga lahirlah Samuel, keluarga Zakharia dan Elisabet sehingga lahirlah Yohanes Pembaptis. Mujizat ini menunjukkan, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, dalam kemurahan dan kemahakuasaan-Nya Ia dapat memberikan mukjizat-mukjizat dalam keluarga.
· Mukjizat kesembuhan dari sakit maupun pemulihan ekonomi seperti yang terjadi atas keluarga Ayub (Ayb. 42:10). Mukjizat ini menunjukkan, bahwa Allah tidak hanya sanggup memulihkan keluarga kita dari penyakit-penyakit fisik, tetapi juga termasuk memulihkan ekonomi keluarga.

2. Keluarga yang berkenan kepada Tuhan (ay. 2)
Dalam ayat 2 dikatakan, bahwa “Tuhan memberikan berkat-Nya kepada mereka yang dicintai-Nya atau yang dikenan-Nya”. Jika perkenanan Tuhan ada atas sebuah keluarga, maka berkat Tuhan dicurahkan di sana. Kita ingat peristiwa kelaparan terjadi di Israel pada zaman Ahab selama 3 ½ tahun. Namun perkenanan Tuhan turun atas keluarga janda di Sarfat yang memberi dukungan dan tumpangan kepada nabi Elia, sehingga keluarga ini dipelihara selama masa kelaparan tersebut (1 Raj. 17:7-16). Keluarga-keluarga dapat mencari perkenanan Tuhan dengan menjauhkan diri dari segala kejahatan, dan hidup takut akan Tuhan.

3. Keluarga yang mempersiapkan diri & melakukan bagiannya (ay. 3-5)
Setiap keluarga dirancang untuk tujuan-tujuan Allah yang besar. Seperti pahlawan yang menggunakan anak-anak panahnya untuk tujuan-tujuan yang besar. Tidak ada pahlawan yang melesatkan anak panahnya untuk tujuan yang tidak berarti. Allah memakai keluarga Abraham untuk melahirkan bangsa yang besar (Israel). Keluarga Hana dipakai untuk melahirkan seorang nabi yaitu Samuel yang membawa kebangunan rohani atas Israel. Menurut tradisi Israel, keluarga janda di Sarfat dipakai Allah untuk melahirkan seorang anak yang bernama Yunus, yang di kemudian hari menjadi nabi yang memimpin pertobatan bangsa Niniwe yang besar. Tujuan-tujuan Allah yang besar, hanya bisa dicapai oleh setiap keluarga yang mempersiapkan diri, termasuk mempersiapkan anak-anak mereka agar kelak dapat dipakai oleh Tuhan.

Kesimpulan
Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mau dengar-dengaran terhadap firman Tuhan dan taat kepada firman Tuhan. Hal itu dilakukan dengan cara melibatkan campur tangan Tuhan, hidup berkenan kepada Tuhan serta mempersiapkan diri dan anak-anak mereka agar dapat dipakai Tuhan untuk tujuan-tujuan-Nya yang besar.

Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah dua atau tiga anggota cell menceritakan campur tangan Tuhan yang pernah mereka alami di dalam kehidupan keluarga mereka!
2. Menurut Anda, apakah hal-hal yang patut kita persiapkan agar keluarga kita dapat dipakai Tuhan untuk tujuan-tujuan-Nya yang besar?

PERTEMUAN IV
Kasih Mengatasi Perbedaan dalam Rumah Tangga (Ef. 4:2-3; Rm. 12:9-10; Mal. 2:15)

Pendahuluan
Banyak perbedaan terjadi di dalam kehidupan yang kita jalani dengan sesama. Termasuk di dalam keluarga. Laki-laki dan perempuan yang menikah, tentu mempunyai bermacam-macam perbedaan. Seperti cara berpikir, cara merespon perkataan atau suatu peristiwa. Perbedaan selera warna pakaian, perbedaan selera makanan dan sebagainya. Anak-anak yang dilahirkan dan dididik oleh orang tua yang sama pun, memiliki berbagai perbedaan, termasuk karakter. Perbedaan-perbedaan itu jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan ketegangan dalam keluarga. Bagaimana keluarga Kristen dapat tetap kuat dan utuh di tengah berbagai perbedaan tersebut. Keluarga Kristen hanya dapat kuat dan utuh apabila dikuasai oleh kasih Allah. Sebab hanya kasih Allah yang telah dicurahkan ke dalam hati kitalah yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan itu.

Isi
Jika kasih Allah mengalir dan dipraktekkan di dalam keluarga, maka:
1. Kasih itu memampukan kita menerima berbagai perbedaan
Hanya kasih Allah yang dapat memampukan setiap anggota keluarga dapat saling menerima dan menghargai setiap perbedaan. Kasih Allah akan meruntuhkan tembok-tembok kesombongan yang merasa diri selalu benar. Kasih Allah juga membuat kita dapat saling menghargai dan menghormati walaupun memiliki berbagai perbedaan.

2. Kasih Allah juga akan memampukan kita untuk mengampuni pada saat kita merasa terluka atau kecewa.
Walaupun kita tidak dapat menghindarkan diri dari perasaan yang terluka atau bahkan kecewa. Namun bila kasih Allah menguasai hati setiap anggota keluarga, maka kasih Allah akan memampukan kita untuk mengampuni dan melupakan kesalahan.

3. Kasih Allah membuat kita tidak pernah lelah untuk mencintai dan memampukan kita berkorban bagi anggota keluarga kita.
Kasih selalu berupaya untuk memberi, bahkan walaupun itu harus dilakukan melalui suatu pengorbanan. Bila kasih Allah mengalir dan bekerja dalam keluarga, maka kasih itu memampukan setiap anggota keluarga untuk tidak pernah lelah mencintai, berkorban dan memberi pada setiap anggota keluarga.

Kesimpulan
Kasih Allah adalah sumber kehidupan dan kekuatan bagi setiap keluarga. Kasih tidak pernah gagal. Ia akan memampukan keluarga mengatasi setiap perbedaan, memampukan setiap anggota keluarga untuk saling mengampuni dan melupakan kesalahan. Kasih Allah pula yang memampukan setiap anggota kelurga untuk tidak lelah mencintai, memberi dan berkorban. Harapkan dan praktekkanlah kasih Allah bagi keluarga saudara setiap hari.

Pertanyaan Diskusi:
1. Naikkanlah lagu pujian “Kasih dari Sorga” dengan penuh iman bersama semua anggota care cell Anda!
2. Berdoalah bagi setiap anggota care cell Anda agar kasih Allah untuk terus mengalir dan bekerja dengan kuat di dalam keluarga mereka masing-masing!

 

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …