Bahan Care Cell Juli 2020

Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

Pertemuan 1

KAPITA SELEKTA
Prioritaskan Tuhan, maka Pundi-pundi
Berkatmu tidak Berlubang (Hag. 1:1-14)

Pendahuluan

      “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat. 6:33). Ayat tersebut adalah jaminan bahwa kalau kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup ini, maka kita tidak perlu kuatir tentang apa pun juga termasuk kebutuhan hidup kita setiap harinya.

Isi 

Ada berbagai tindakan praktis yang dapat kita lakukan untuk memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita, seperti:

  1. Menyediakan waktu untuk terlebih dahulu bersekutu dengan Tuhan sebelum melakukan aktifitas apa pun setiap harinya.
    Hal ini kita lakukan dengan berdoa, membaca Alkitab, berserah dan mohon campur tangan serta pimpinan Tuhan atas hidup kita.
  1. Menyediakan waktu untuk selalu beribadah bersama keluarga di gereja, ibadah online, atau di care cell.
    Sesibuk apa pun tetaplah sediakan waktu untuk beribadah bersama keluarga, bahkan saat kita berlibur, upayakan untuk tetap beribadah di mana pun kita pergi berlibur.
  1. Memberikan persembahan dan persepuluhan dari setiap berkat keuangan yang kita terima.
    Pada zaman nabi Hagai, orang Yehuda baru pulang dari pembuangan. Prioritas pertama mereka pada waktu itu adalah mendirikan rumah Allah. Tetapi mereka menganggap bahwa itu bukan prioritas utama, karena mereka sedang sibuk membangun rumahnya masing-masing dan mengerjakan ladang serta beternak. Namun ternyata, hasil panen dan ternak tidak memuaskan. Artinya hasil pekerjaan mereka jauh dari maksimal, karena Tuhan menahan berkat-Nya. Sebaliknya, ketika mereka kembali melanjutkan pembangunan rumah Allah, usaha-usaha mereka diberkati secara berlimpah-limpah.
    Pengalaman mereka adalah contoh bahwa lalai memprioritaskan Tuhan, justru merugikan kita sendiri.

Kesimpulan

                Memprioritaskan Tuhan adalah cara terbaik menjalani hidup. Ada janji bahwa Tuhan menyediakan segala yang kita perlukan apabila kita mencari terlebih dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya. Ada berbagai cara praktis yang dapat kita lakukan untuk memprioritaskan Tuhan. Di antaranya: bersekutu dengan Tuhan, beribadah, memberi persembahan dan persepuluhan.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Berikanlah satu contoh tindakan praktis lainnya yang dapat kita lakukan sebagai upaya untuk memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita!
  2. Sebutkanlah salah satu kendala yang Anda hadapi saat berupaya untuk memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari!

 

Pertemuan 2

Langkah Iman Abraham Teruji saat Mempersembahkan Anaknya
(Kej. 22:1-19)

Pendahuluan

Alkitab berkata bahwa iman kita pasti akan diuji. Bahkan ujian terhadap iman kita digambarkan seperti api yang sedang membakar dan memurnikan emas dan perak (Mal. 3:3; 1 Ptr. 1:6-7). Tuhan dapat memakai berbagai cara untuk menguji iman kita.

Isi

Kali ini kita belajar bagaimana iman Abraham diuji:

  1. Allah yang menguji iman Abraham (Kej. 22:1-2)
    Sama seperti Abraham, demikian juga Tuhan pasti menguji iman kita.
  1. Ujian yang dialami Abraham pasti berat (Kej. 22:1-2)
    Sebab Ishak adalah anak tunggal Abraham yang sangat ia kasihi. Yang lahir pada masa tuanya dan telah ia nantikan 25 tahun lamanya. Tuhan tentu saja memberikan ujian iman menurut takaran kekuatan yang Ia berikan kepada kita. Abraham diberikan ujian yang begitu berat, dan Allah memberikan kasih karunia untuk Abraham dapat menanggungnya.
  1. Abraham taat saat mengalami ujian (Kej. 22:3-5)
    Abraham tidak menunda ketaatannya saat ia sedang menghadapi ujian. Sebab dikatakan “Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham . . .” Banyak orang Kristen merasa bahwa Allah pasti memahami mereka bila mereka tidak taat saat sedang dalam ujian iman. Misalnya, mereka merasa bahwa Allah pasti memaklumi mereka kalau mereka tidak ibadah karena sedang mengalami kesulitan keuangan. Padahal saat sedang dalam ujian iman, justru ketaatan kita pun sedang diuji.
  1. Abraham mengasihi Tuhan lebih dari apa pun (Kej. 22:9-12)
    Abraham telah siap menyembelih dan mengorbankan anaknya sendiri, karena Ia lebih mengasihi Tuhan lebih dari apa pun. Ujian iman akan mengungkapkan siapakah yang lebih kita kasihi dalam hidup ini: Tuhan atau yang lain?
  1. Setelah lulus ujian iman, Abraham mengalami penyediaan dan berkat Allah (Kej. 22:13-19). Ujian iman adalah proses yang harus kita lalui untuk mengalami semua penyediaan dan berkat-berkat Allah sama seperti yang terjadi pada Abraham. Banyak orang Kristen kehilangan berkat dan perkenanan Allah dalam hidup mereka, karena mereka gagal dalam ujian-ujian iman yang diberikan kepada mereka

Kesimpulan

Karena iman kita pasti akan diuji, baiklah kita mempersiapkan diri secara rohani, mental dan memperlengkapi pikiran kita dengan firman Tuhan. Kita telah belajar dari ujian iman yang dialami Abraham. Bahwa Allah yang menguji iman kita, dan saat Ia menguji, Allah memberikan kekuatan untuk kita dapat menanggungnya. Tetaplah taat saat dalam ujian. Dan pandanglah ke depan bahwa ujian adalah proses yang harus kita lalui untuk menerima penyediaan dan berkat-berkat yang sempurna dari Allah.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Ujian iman tidak dapat kita hindari, apakah Anda siap menghadapinya jika hal itu terjadi?
  2. Mintalah satu atau dua anggota care cell untuk menceritakan ujian iman yang sedang mereka alami hari-hari ini! Lalu berdoalah untuk mereka!

 

Pertemuan 3

Tuhan Mencukupkan Keperluanmu sesuai Kehendak-Nya (1 Raj. 17:1-16)

Pendahuluan

Tuhan berjanji untuk memenuhi segala keperluan kita. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Fil. 4:19). Karena itu Tuhan Yesus menasihati kita agar tidak kuatir tentang apa pun juga, “. . . . Janganlah kamu kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan dan minum . . .akan apa yang hendak kamu pakai.” (Mat. 6:25). Tuhan juga menasihati kita agar tidak kuatir tentang masa depan atau hari esok.  “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, . . . .”(Mat. 6:34).

Isi

Berdasarkan kisah Elia dan janda di Sarfat, kita belajar bahwa pemeliharaan Allah itu diberikan kepada kita melalui dua jenis pemeliharaan:

  1. Pemeliharaan Supranatural
    Selama di tepi sungai Kerit, Allah memerintahkan burung-burung gagak membawa roti serta daging setiap pagi dan petang kepada Elia (1 Raj. 17:2-6). Selama masa kekeringan, Allah membuat tepung dan minyak janda di Sarfat tidak habis-habis (1 Raj. 17:16).

    Bentuk pemeliharaan seperti itu disebut pemeliharaan supranatural. Allah memberikan mukjizat di tengah keterbatasan dan ketidakberdayaan kita. Kita mendengar banyak kesaksian di berbagai tempat selama masa PSBB akibat Covid-19 bagaimana dengan cara-cara yang sangat ajaib Tuhan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya. Tetapi tidak selamanya Allah memberi pemeliharaan jenis ini. Ada masa Elia harus pergi dari sungai Kerit dan janda di Sarfat harus melanjutkan hidupnya dengan mengerjakan ladangnya kembali setelah masa kekeringan lewat.
  1. Pemeliharaan Natural
    Pemeliharaan natural terjadi dengan cara Allah memberkati usaha-usaha yang kita lakukan. Tepung dan minyak janda di Sarfat tidak habis-habis selama masa kekeringan. “ . . . . Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” (1 Raj. 17:14). Artinya setelah masa kekeringan lewat, janda di Sarfat harus kembali mengerjakan ladangnya untuk mendapatkan nafkah kebutuhan hidup selanjutnya.

    Kita tidak boleh mengharapkan Allah memelihara kita terus-menerus dengan cara pemeliharaan supranatural. Ada waktunya kita harus kembali membuka toko, menawarkan kembali barang-barang dagangan kita, menjalankan perusahaan kita kembali, bekerja kembali di kantor, mengajar kembali di sekolah dan lain sebagainya. Dan dengan senang Allah pasti memberkati usaha-usaha kita tersebut, sehingga kita dapat melanjutkan kehidupan kita kembali.

Kesimpulan

Allah berjanji untuk memenuhi seluruh kebutuhan kita. Dia memakai dua jenis pemeliharaan, yaitu: supranatural dan natural. Ada kalanya pemeliharaan supranatural kita butuhkan. Namun tidak selamanya, karena itu kita harus kembali melanjutkan kehidupan kita dengan bekerja dan berusaha dengan mengerahkan segenap daya upaya sebaik-baiknya. Dengan penyertaan Tuhan, pasti kita berhasil.

Pertanyaan dan Penerapan

Orang Kristen yang ekstrim, akan selalu mengharapkan pemeliharaan Allah yang bersifat supranatural. Tanpa sadar keyakinan ini hanyalah cara untuk menutupi kemalasan mereka. Menurut Anda, bagaimanakah menumbuhkan etos kerja yang baik di dalam diri anak-anak Tuhan?

 

Pertemuan 4

Doa orang Benar, Kunci Menghasilkan Mukjizat (Yak. 5:16-18)
Elia Manusia Biasa yang Suka Berdoa

Pendahuluan

Allah masih menjawab doa. Hudson Taylor seorang misionaris ke Cina pernah berkata, “Apakah yang dilakukan Allah sekarang? Yang dilakukan Allah sekarang adalah menjawab doa anak-anak-Nya.” Tuhan Yesus sendiri mendorong kita berdoa, Ia berkata, “ . . . . Mintalah maka kamu akan menerima, . . . .” (Yoh. 16:24)

Isi

Yakobus menyebut tiga hal  mengenai dikabulkannya doa, yaitu:

  1. Doa harus dinaikkan oleh orang benar
    “Doa orang yang benar, . . . sangat besar kuasanya.” (Yak. 5:16). Artinya si pendoa harus berada dalam hubungan yang benar terlebih dahulu dengan Allah. Hubungan yang benar dengan Allah hanya didapat melalui pengampunan dosa. Dan Alkitab berkata “tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” (Ibr. 9:22). Darah yang dimaksud tentu saja adalah darah Yesus yang telah dicurahkan di kayu salib. Setiap kali berdoa bersyukurlah atas darah Yesus yang telah dicurahkan di kayu salib, dan darah Yesus adalah dasar Anda dibenarkan di hadapan Allah saat berdoa.
  1. Doa harus dinaikkan dengan iman
    “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak. 5:16). Iman berarti percaya kepada Allah bahwa apa yang Ia janjikan pasti akan digenapi. Jadi dasar iman adalah firman Allah. Itu sebabnya kita harus mempelajari firman-Nya, sehingga kita tahu apa yang Bapa janjikan kepada kita anak-anak-Nya.
  1. Mintalah hal-hal yang besar dalam doa
    Selanjutnya Yakobus berkata bahwa doa sangat besar kuasanya. Artinya, melalui doa hal-hal yang besar dapat terjadi dalam hidup kita. Untuk itu ia memberi contoh tentang Elia. Elia adalah manusia biasa seperti kita, ia bukan superman atau makhluk setengah dewa. Sama seperti kita, Elia pernah mengalami ketakutan, putus asa, depresi, merasa lebih baik mati dari pada harus terus hidup dalam tekanan, bahkan keraguan. Tetapi akhirnya Elia dapat mengatasi semua itu dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Melalui doanya ha-hal besar terjadi. Melalui doanya hujan tertahan selama 3 ½ tahun, dan melalui doanya pula hujan kembali turun sehingga Israel disembuhkan dari bencana kekeringan dan kelaparan.

Kesimpulan

        Allah senang menjawab doa anak-anak-Nya. Allah telah membenarkan kita di dalam Yesus Kristus. Darah Yesus telah dicurahkan di kayu salib sebagai dasar pengampunan kita dan telah membuka jalan bagi kita untuk datang menghadap Allah dalam doa. Berdoalah dengan iman, karena melaluinya Anda dapat mengharapkan hal-hal besar terjadi di dalam hidup dan pelayanan Anda sekarang.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Menurut Anda, mengapa doa harus menjadi bagian yang penting dalam kehidupan kita sekarang?
  2. Ceritakanlah satu pengalaman Anda ketika Allah menjawab doa!

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …