KELUARGA

Pertemuan 1
Peranan Seorang Ayah, Ibu dan Anak (Mal. 4:5-6; Ams. 31:10-31; Ef. 6:1-3)
Pendahuluan
Keluarga yang kuat adalah keluarga yang setiap anggotanya menjalankan fungsi dan perannya dengan baik. Ayah, Ibu dan anak mempunyai fungsi dan perannya masing-masing dalam keluarga.
Isi
Peran ayah dalam keluarga
- Menjalankan fungsi imam bagi keluarga
- Fungsi ini dijalankan melalui doa syafaat dan pengajaran firman Tuhan
- Sebagai pemimpin bagi keluarga
- Peran ini dijalankan dengan memberikan pengarahan yang benar dan membuat keputusan
- Sebagai pencari nafkah
- Fungsi ini dijalankan dengan bekerja atau usaha
Peran ibu dalam keluarga
- Menjadi penolong bagi suami (Kej. 2:18)
- Menjadi ibu yang baik bagi anak-anak
- Membantu suami mendidik anak-anak di dalam firman Tuhan (Ams. 22:6; 31:26)
Peran anak dalam keluarga :
- Taat pada ayah dan ibu (Ef. 6:1)
- Menghormati ayah dan ibu (Ef. 6:2-3)
- Membantu ayah dan ibu
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, apakah yang akibatnya apabila ada salah satu anggota keluarga yang tidak tidak menjalankan perannya?
- Menurut Anda langkah-langkah praktis apakah yang dapat dilakukan untuk memulihkan kembali anggota keluarga yang tidak menjalankan perannya dengan baik?
Pertemuan 2
Nilai-nilai Yang Diwariskan dalam Keluarga
(2 Tim. 1:1-5)
Pendahuluan
Orang tua yang baik tentu saja akan memberikan warisan yang baik bagi anak-anaknya. Warisan yang diberikan kepada anak-anak dapat berupa: harta benda, keahlian (melalui pendidikan yang baik) dan spiritual berupa nilai-nilai dan iman.
Isi
Timotius adalah contoh tentang anak yang menerima warisan spiritual yang baik dari orang tuanya. Adapun warisan spiritual yang diwariskan kepada Timotius adalah:
- Ketulusan
- Kesetiaan
- Iman kepada Yesus Kristus
Warisan spiritual (nilai-nilai dan iman) hanya dapat diwariskan kepada anak-anak dengan cara:
- Mendidik anak secara berulang-ulang (Ul. 6:4-9)
- Memberi teladan
- Menerapkan disiplin dengan kasih dan kesabaran
- Mendampingi anak (memberi waktu pada anak-anak)
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, seberapa penting mewariskan nilai-nilai dan iman bagi masa depan seorang anak?
- Menurut Anda mengapa teladan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pembentukan karakter dan nilai-nilai dalam diri seorang anak?
Pertemuan 3
Membangun Keluarga Kristen yang Kokoh
(Mal. 2:14-16; Ibr. 13:4)
Pendahuluan
Keluarga yang kokoh diibaratkan oleh Yesus sebagai sebuah rumah yang dibangun di atas batu karang dan bukan di atas pasir. Kokohnya sebuah keluarga teruji pada saat badai dan gelombang kehidupan datang menerpa keluarga.
Isi
Jika keluarga yang kokoh diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang didirikan di atas batu karang, maka ada tiga hal yang membuat sebuah keluarga menjadi kokoh, yaitu:
- Pondasinya
Tuhan Yesus mengatakan bahwa pondasi yang dimaksud adalah “mendengar firman dan melakukannya” (Mat. 7:24). Ini berbicara dengan ketaatan dalam keluarga.
- Keterhubungan semua bagian-bagian bangunan
Bangunan apa pun akan rapuh jika semua bagian-bagian satu dengan yang lainnya tidak terhubung dengan kuat. Ini berbicara tentang kesatuan dalam keluarga. Kesatuan hanya terjadi kalau ada yang merekatkan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. Perekat tersebut adalah kasih, kesetiaan dan kekudusan dalam keluarga.
- Kualitas bahan bangunan itu sendiri
Bangunan menjadi kokoh juga karena setiap bahan bangunan yang dipergunakan untuk membangunnya terdiri dari bahan-bahan bangunan yang berkualitas. Ini dimulai dari diri ayah dan ibu.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, mengapa sebuah keluarga menjadi rapuh?
- Dan bagaimana memulihkan keluarga yang demikian?
Pertemuan 4
Keteladanan Yosua dalam Keluarga
(Yos. 4:14; 24:15)
Pendahuluan
Keteladanan adalah contoh baik yang diikuti oleh orang lain. Keteladanan sangat penting pengaruhnya di dalam sebuah keluarga. Keteladananlah yang diikuti oleh anak. Ketika seorang anak telah menjadi dewasa dan berkeluarga, kelak ia akan mereproduksi kembali keteladanan yang telah ia ikuti di dalam keluarganya sendiri. Keluarga teladan juga akan mempengaruhi keluarga-keluarga di sekitar mereka. Jika semakin banyak keluarga yang memberi teladan dalam gereja, maka keteladanan itu akan diproduksi sebagai karakter dan nilai yang dipegang bersama di dalam gereja.
Isi
Yosua dan keluarganya adalah contoh orang yang memiliki keteladanan. Keteladanan Yosua yang dapat diterapkan bagi keluarga meliputi:
- Memiliki integritas
Ia adalah 1 dari 12 pengintai yang diutus Musa. Ia tidak mau terpengaruh oleh hasutan sepuluh pengintai yang lain. Artinya, sebagai kepala keluarga ia tidak terpengaruh oleh lingkungan buruk di sekitarnya. Ia memiliki integritas.
- Memiliki visi
Visi Yosua jelas, yaitu membawa orang Israel masuk ke tanah Perjanjian. Setiap keluarga harus memiliki visi yang jelas, yaitu masuk ke dalam seluruh rencana Allah dan warisan mereka di dalam Kerajaan Allah.
- Merenungkan firman Tuhan siang dan malam (Yos. 1:8)
Ia tidak jemu-jemu merenungkan firman Tuhan siang dan malam dan bertindak berdasarkan firman Tuhan sehingga ia berhasil. Keluarga harus merenungkan firman Tuhan setiap hari dan menerapkannya dalam kehidupan mereka.
- Belajar dari kesalahan masa lampau
Yosua juga pernah membuat kesalahan pada masa lampau. Ia pernah membuat perjanjian dengan penduduk Kanaan tanpa meminta petunjuk Tuhan. Ia pernah mengirim pasukan tanpa memeriksa kekudusan mereka, sehingga mereka kalah saat memerangi kota Ai. Tetapi Yosua belajar dari kesalahan masa lampau dan memperbaiki hidupnya. Keluarga tidak boleh tinggal dalam kesalahan masa lampau, bersedialah berubah dan maju terus.
- Membawa seluruh anggota keluarganya beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:15).
Kehendak Tuhan adalah seluruh anggota keluarga beribadah kepada Tuhan.
Pertanyaan dan Penerapan
- Pilihlah salah satu keteladanan Yosua, dan menurut Anda bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam keluarga Anda sendiri?
- Para ahli keluarga mengatakan bahwa “Anak bukanlah pendengar yang baik, tetapi peniru yang baik”. Menurut Anda, apakah artinya itu bagi sebuah keluarga?
Oleh: Pdp. Dr. Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung