Bahan Care Cell Juli 2018

KEDEWASAAN ROHANI
(KEKUDUSAN dan KARAKTER)

Pertemuan 1

Membangun Karakter (Roma 12:1-2)

Karakter adalah apa adanya diri kita sedangkan karunia adalah performa yang terlihat di luar. Seperti sebuah kado yang indah, karunia adalah kemasannya yang indah sedangan karakter adalah isinya yang berharga. Orang bisa mempunyai karunia yang hebat namun rusak karakternya.

Contoh:
a. Esau
Seorang pemburu yang hebat, namun tidak dapat menguasai rasa lapar sehingga menjual hak kesulungan demi semangkuk kacang merah. Ia juga mengumbar nafsu seksual dengan perempuan Kanaan yang tidak takut Tuhan. Akhirnya, ia kehilangan berkat kesulungan (dijauhkan dari berkat-berkat Allah) dan tidak punya kesempatan untuk memperbaiki diri walaupun sudah mencucurkan banyak air mata (Ibr. 12:16-17).
b. Simson (Hak. 15:1-20; 16:1)
Bisa membunuh singa, mengalahkan 1.000 tentara, memporak-porandakan kota musuh tapi tidak dapat menguasai hawa nafsu seksualnya. Karunianya hebat namun tidak disertai karakter, akhirnya hidup dan kariernya hancur.

Tuhan menghendaki agar kita mempunyai karakter maupun karunia yang baik.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Menurut Roma 12:1, apakah yang harus kita persembahkan kepada Allah?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2. Hal-hal praktis apakah yang bisa Anda lakukan sebagai wujud mempersembahkan tubuh kepada Tuhan?
a. ________________________ c. ______________________
b. ________________________ d. ______________________
3. Berdasarkan Roma 12:2, sebutkanlah beberapa cara bagaimana akal budi Anda dapat dibaharui terus-menerus!
a. _______________________ c. ______________________
b. _______________________ d. ______________________

Pertemuan 2
Pribadi yang Memberkati (Kej.12:1-3)

Kita semua dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sama seperti Abraham yang olehnya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Demikian juga Allah memanggil kita menjadi keturunan Abraham agar melalui kehadiran kita orang lain mendapat berkat (Gal. 3:29).
Untuk menjadi berkat:
1. Kita tidak harus sempurna
Abraham pun mempunyai kesalahan. Takut mengakui Sarai sebagai isterinya. Tidak sabar menantikan janji Tuhan untuk memberikan keturunan sehingga menikahi Hagar. Tetapi ia terus berjalan maju dalam iman. Sama seperti Abraham, kita juga mempunyai kesalahan-kesalahan, tetapi teruslah berjalan maju dalam iman. Lepaskan diri Anda dari intimidasi Iblis.
2. Kita harus terus berjalan bersama Tuhan
Abraham menjadi berkat karena ia terus berjalan bersama Tuhan. Selama kita berjalan bersama Tuhan, pasti kita menjadi berkat bagi orang di sekitar kita.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Menurut Anda, dalam hal apa sajakah kita harus menjadi berkat bagi orang lain?
a.___________________________ c.___________________________
b.___________________________ d.___________________________
2. Ceritakanlah cara hidup apa sajakah yang selama ini telah menghalangi Anda menjadi berkat bagi orang lain:
a. Bagi keluarga : _______________________________________________________________
b. Bagi lingkungan kerja: _________________________________________________________
c. Bagi lingkungan sekitar rumah: __________________________________________________
d. Bagi teman di sosial media: _____________________________________________________
3. Apakah solusi bagi masalah-masalah yang Anda uraikan pada no. 2 di atas?

 

Pertemuan 3
Penguasaan Diri Tanda Kedewasaan (Roma 12:3-5)

Penguasaan diri artinya tidak lepas kontrol atau dapat mengendalikan diri. Penguasaan diri perlu dalam perkataan, emosi, pikiran, tindakan, pengelolaan keuangan, pengelolaan waktu, dan nafsu seksual. Orang yang dewasa rohani adalah orang yang dapat menguasai dirinya dengan baik. Penguasaan diri adalah tanda adanya buah Roh dalam diri seseorang (Gal. 5:23).
Akitab-akibat tidak menguasai diri:
a. Orang yang tidak menguasai diri perkataannya cenderung pedas, mendamprat, menyakitkan, menyudutkan dan meruntuhkan semangat.
b. Orang yang tidak menguasai diri dalam pengelolaan keuangan akan menggunakan uang tanpa perencanaan yang baik, sehingga terlilit hutang, melakukan investasi yang buruk dan hidup dalam kekurangan.
c. Orang yang tidak menguasai diri dalam tindakan, akan menjadi kasar, memukul, arogan, ugal-ugalan di jalan.
d. Orang yang tidak menguasai nafsu seksual akan terjerat pornografi, perzinahan.
e. Orang yang tidak menguasai diri dalam makanan akan kegemukan, kolesterol, penyakit jantung.
f. Orang yang tidak menguasai diri dalam hal waktu cenderung akan banyak nonton, main game, ngobrol. Akibatnya: tugas-tugas terbengkalai, badan kelelahan sehingga kehilangan semangat untuk mengerjakan pekerjaan atau tugas

Kunci penguasaan diri menurut Roma 12:3-5 adalah:
1. Pembaharuan pikiran
2. Hidup dengan ukuran iman
3. Sadari bahwa kita terbatas, seperti salah satu anggota tubuh.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Ceritakanlah bidang-bidang manakah Anda masih sulit menguasai diri?
a.Perkataan: __________________________________________________________________
b.Pengelolaan keuangan: ___________________________________________________________
c.Tindakan: ______________________________________________________________________
d.Seksual: _______________________________________________________________________
e.Makanan: ______________________________________________________________________
f. Waktu: ________________________________________________________________________
2. Menurut Anda, bagaimana Anda mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut?
Langkah 1. _______________________________________________________________________
Langkah 2. _______________________________________________________________________
Langkah 3. _______________________________________________________________________

Pertemuan 4
Loyal dan Rela Berkorban (Ef. 4:11-15)

Loyalitas/kesetiaan dan rela berkorban memang sangat berhubungan. Jika loyalitas terpupuk maka kerelaan berkorban mengikuti di belakangnya.
Dalam hal apa kita harus mengembangkan loyalitas/kesetiaan dan kerelaan untuk berkorban?
1. Dalam rumah tangga
Itu sebabnya Tuhan membenci perceraian. Kesetiaan dan kerelaan untuk berkorban harus terus ditumbuhkan dalam keluarga.
2. Dalam pekerjaan
Banyak orang keluar masuk pekerjaan karena nafsu untuk cepat mendapat jabatan dan gaji tinggi. Titus 2:9-10 menasihati kita untuk taat dan berkenan pada atasan, tidak curang, selalu tulus dan setia.
3. Dalam pelayanan
Pelayanan menjadi maju karena ada orang-orang yang loyal dan rela berkorban. Itu sebabnya kita harus menghindari klik-klik, dan berupaya menjaga kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Ef. 4:3). Sehingga menciptakan suasana kondusif untuk orang-orang bisa mengembangkan loyalitas dan kerelaan berkorban.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Apakah Anda setuju dengan pernyataan ini?
a. Orang yang loyal akan bertahan walaupun pelayanan menghadapi tantangan dan kesulitan
b. Orang yang tidak loyal akan menghindari tantangan dan kesulitan dan mencari kenyamanan diri sendiri.
2. Menurut Anda, cara-cara apakah yang dapat dilakukan untuk memupuk loyalitas dan kerelaan berkorban?
a. Dalam rumah tangga: ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
b. Dalam pekerjaan:
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
c. Dalam pelayanan
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

Pertemuan 5
Hidup Kudus Tak Bercela (Ef.1:3-4)

Hidup kudus bukanlah sebuah pilihan, tetapi kewajiban dan keharusan bagi orang Kristen. Karena Tuhan adalah kudus maka Ia tidak dapat menyatu dengan ketidakkudusan dan segala bentuk kecemaran. Apabila kita ingin melihat dan mengalami kehadiran Tuhan syarat mutlaknya adalah hidup dalam kekudusan (Ibr. 12:14)
Bagaimana kita menjaga kekudusan dalam kehidupan kita?
1. Menjaga pikiran
Pikiran akan menghasilkan tindakan. Pikiran yang salah akan menghasilkan tindakan yang salah. Pikiran cemar akan menghasilkan perbuatan cemar. Itu sebabnya kita harus terus mengisi pikiran dengan firman Allah, sehingga pikiran kita dikuduskan dan dibaharui dari sehari ke sehari.
2. Menjaga pergaulan (Mzm. 1:1-3)
Banyak orang sudah membaca firman dan berdoa, tapi tetap sulit menjaga kekudusan, karena mereka salah bergaul atau berada di dalam lingkungan yang membuat mereka mudah jatuh dalam dosa.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Ceritakanlah dalam area-area mana selama ini Anda tidak kudus!
a. Pikiran _______________________________________________________________________
b. Penggunaan internet/hp _________________________________________________________
c. Relasi lawan jenis ______________________________________________________________
d. Percakapan ___________________________________________________________________
2. Menurut Anda, apakah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk keluar dari ketidakkudusan?
Langkah 1. ________________________________________________________________________
Langkah 2. ________________________________________________________________________
Langkah 3. ________________________________________________________________________

Oleh: Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …