Pertemuan 1
Financial Breakthrough (Maz.115:11-15).
Yang dimaksud dengan Terobosan Keuangan ialah: suatu peningkatan penghasilan/ keuangan yang begitu luar biasa, jauh melampaui yang kita pikirkan atau bayangkan. Contoh orang yang mendapat terobosan keuangan:
- Ishak menuai hasil 100x lipat sementara orang lain menderita kelaparan/krisis (Kej. 26:1-2, 12-14).
- Janda di Sarfat mengalami mujizat pelipatgandaan pada masa kekeringan/paceklik (1 Raj. 17:15-16).
- Janda seorang nabi mengalami mujizat sehingga lepas dari jerat hutang (2 Raj. 4:1-7)
- Simon Petrus mendapat tangkapan ikan yang berlimpah-limpah (Luk. 5:4-6).
Bagaimanakah mendapatkan terobosan keuangan?
Dari berbagai kisah di atas, kita dapat melihat bahwa untuk mengalami terobosan keuangan, ada dua faktor yang harus bekerja sama, yaitu faktor manusia dan faktor Tuhan.
Faktor Manusia:
- RAJIN dan BEKERJA KERAS
- Ishak tetap rajin dan bekerja keras, walaupun terjadi kelaparan.
- Petrus juga bekerja keras mencari ikan semalam-malaman.
- Allah kita adalah Allah yang membenci kemalasan ( 16:6-11; 2 Tes. 3:10)
- Artinya setiap orang yang ingin mendapatkan penghasilan apalagi terobosan tidak boleh berpangku tangan saja (mengharapkan berkat turun dari langit), melainkan harus giat dalam bekerja. Ingatlah bahwa kekayaan pasti tercurah pada tangan orang yang rajin (Ams.10:4).
- TAAT PADA FIRMAN TUHAN
- Janda di Sarfat taat pada firman yang ia dengar dari nabi Elia
- Simon Petrus taat pada firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus
- Janji berkat diberikan pada orang yang percaya dan mentaati firman Tuhan (Ul. 28:1-6,8).
- Orang yang taat pada firman Tuhan juga dijanjikan mengalami pertambahan dalam segala hal (Mzm. 115:14).
- Salah satu bentuk ketaatan pada fiman Tuhan adalah menabur benih keuangan, seperti Ishak yang menabur, janda di Sarfat yang memberi tepungnya pada Elia. Tindakan memberi adalah tindakan menabur. Ketika kita menabur, kita akan menuai.
Faktor Tuhan
- Memberi berkat dan mujizat atas pekerjaan kita
- Tuhanlah yang memberkati benih yang ditabur oleh Ishak sehingga hasilnya seratus kali lipat.
- Tuhanlah yang membuat mujizat pada Janda di Sarfat dan Simon Petrus
- Amsal 10:22 berkata: “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
- Karena itu mintalah berkat dan mujizat Tuhan atas pekerjaan dan usaha saudara.
- Memberi hikmat pada kita
Hikmat adalah hal yang sangat penting untuk keberhasilan. Suatu kali seorang penebang pohon bekerja pada seorang majikan. Hari pertama ia berhasil menebang 8 pohon, sehingga mendapat pujian. Hari kedua ia hanya bisa menebang 6 pohon walaupun ia telah bekerja lebih keras dari hari sebelumnya. Dengan malu ia melapor pada majikannya. Sang majikan bertanya: “Kapan terakhir kali kamu mengasah kapak?” “Saya terlalu sibuk sehingga tidak sempat mengasah kapak Pak”, jawabnya, “Oh, pantas hasilmu semakin sedikit. Sesibuk apa pun, kamu harus mengasah kapak, agar hasilmu semakin meningkat” kata sang majikan. Ternyata kerja rajin belum tentu mendatangkan hasil yang memuaskan jika kita lakukan tanpa pengetahuan (Ams. 19:2a), sebagaimana pepatah mengatakan “not working hard but working smart”. Untuk itu kita perlu banyak belajar dari buku-buku, seminar dll. Tetapi yang lebih dahsyat adalah memiliki hikmat Tuhan dalam berbisnis (Ams. 3:13-16; Yak. 1:5). Mintalah hikmat Tuhan untuk pekerjaan atau bisnis yang sedang Anda jalankan.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah satu atau dua anggota care cell menceritakan pengalaman mereka tentang mengalami terobosan keuangan, dan bagaimana hal itu bisa terjadi menurut mereka?
- Berdoalah secara spesifik bagi setiap anggota care cell agar mereka mengalami terobosan keuangan dalam kehidupan mereka di sepanjang tahun 2018? Dan jangan lupa dorong mereka untuk berani menabur benih keuangan mereka. Misalnya lewat benih sulung bulan Januari ini.
Pertemuan 2
Rahasia Diberkati Secara Finansial (Hagai 1:6-11).
I. Latar Belakang
- Peristiwa dalam kitab Hagai ini terjadi kira-kira tahun 520 SM. Sekitar 16 tahun sebelum peristiwa ini, raja Koresy memerintahkan orang-orang Yahudi untuk kembali ke negaranya (dari pembuangan Babilonia) dan membangun kembali Bait Allah (Ez. 1-2).
- 2 tahun setelah pulang dari Babilonia, orang-orang Yahudi sudah meletakkan pondasi Bait Allah (Ez. 3:8-13). Tetapi lalu muncul musuh-musuh (Ez. 4-5), sehingga pembangunan Bait Allah itu terhenti.
- Sekarang telah lewat 14 tahun, mereka tetap membiarkan Bait Allah itu begitu saja.
II. Sikap / tindakan orang-orang Yahudi:
- Mereka tidak membangun Bait Allah, tetapi masing-masing membangun rumahnya sendiri (ay 2,4,9), artinya: mereka mendahulukan diri mereka sendiri dari pada Tuhan. Jelas ini adalah pelanggaran terhadap perintah carilah Kerajaan Allah lebih dahulu (Mat. 6:33)
- Sikap orang-orang Yahudi ini sangat kontras dengan sikap: Daud dan Salomo
- Daud mati-matian berusaha menyediakan segala yang dibutuhkan untuk pembangunan Bait Allah (1 Taw. 22:1-5,14-19 1 Taw. 28-29). Sekalipun ia sudah tua dan nantinya tidak bisa memakai Bait Allah itu karena sudah mati, ia mau berjerih payah untuk menyediakan semua kebutuhan pembangunannya.
- Salomo, yang membangun Bait Allah dulu, baru istananya (1 Raj. 6-7).
III. Sikap / tindakan Tuhan
- Ayat 2: menyebut orang-orang Yahudi dengan istilah ‘bangsa ini’ (these / this people, bukan My people). Ini jelas menunjukkan ketidaksenangan Tuhan! Karena mengabaikan rumah Tuhan = mengabaikan ibadah = mengabaikan Tuhan sendiri!
- Kalau tidak dibangunnya Rumah Allah menyebabkan Tuhan tidak senang, sebaliknya kalau Rumah Allah dibangun, itu menyenangkan Tuhan (ay. 8b).
- Hukuman Tuhan bagi bangsa Israel (ay. 6, 9-11) dalam bentuk 3 hal
- “menabur banyak tetapi membawa pulang sedikit” (ay. 6a). Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak memberkati pekerjaan mereka.
- “makan tetapi tidak sampai kenyang, minum tetapi tidak sampai puas, berpakaian tetapi tidak menghangatkan badan” (ay. 6b). Ini menunjukkan bahwa hasil yang mereka dapatkan tidak bisa memuaskan diri mereka.
- ‘upah mereka ditaruh dalam pundi-pundi berlobang’ (ay. 6c). Tuhan mengatur sehingga uang simpanan mereka habis terus. Misalnya: anak sakit, barang rusak / hilang, dicuri orang dsb.
- Kalau kita mengabaikan pembangunan Rumah Allah, tiga hukuman di atas ini bisa muncul dalam hidup kita!
- Di samping itu Tuhan menunjukkan kepada mereka bahwa apa yang mereka alami itu bukanlah kebetulan atau serangan setan, tetapi perbuatan Tuhan sendiri untuk menghukum / menghajar mereka. Sebab Tuhan berkata “Aku menghembuskannya” (ay. 9a), “langit menahan embun, bumi menahan hasil” (ay. 10), “Aku memanggil kekeringan” (ay. 11)
- Kata ‘kekeringan’ dalam bahasa Ibrani adalah CHOREB. Sedangkan kata Ibrani yang diterjemahkan ‘reruntuhan’ adalah CHAREB. Jadi disini ada permainan kata: karena engkau membiarkan rumah-Ku menjadi CHAREB, maka Aku mendatangkan CHOREB bagimu!
- Jangan terlalu cepat menganggap penderitaan sebagai serangan setan. Itu bisa jadi merupakan hajaran Tuhan karena ketidak-taatan saudara.
IV. Bagaimana mereka dapat diberkati kembali?
- Suruh mereka merenungkan keadaan mereka (ay. 5,7), karena tanpa ini mereka tidak akan sadar hukuman Tuhan.
- Tegur mereka / nyatakan dosa mereka (ay. 2, 4, 9b).
- Suruh mereka kembali melanjutkan pembangunan Bait Allah (ay. 8).
- Tuhan tidak mau mereka cuma sadar dosa, dan sadar bahwa penderitaan mereka merupakan hukuman Tuhan. Tuhan mau mereka melakukan sesuatu untuk memperbaiki hal yang salah dalam hidup mereka.
- Ayat 8 menunjukkan bahwa mereka harus mau kerja berat (‘naik gunung, bawa kayu’).
Pertanyaan dan Penerapan
- Mengutamakan Tuhan dan Kerajaan-Nya adalah kunci untuk hidup diberkati dalam segala hal termasuk finansial. Sebab Tuhan Yesus berjanji barang siapa mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan pada orang itu (Mat. 6:33). Menurut Anda mengapa orang-orang justru sering mengabaikan perintah ini?
- Ajaklah setiap anggota care cell untuk ikut membangun rumah Tuhan baik fisik (gedung) maupun rohani (membangun kehidupan) melalui pemuridan dan care cell. Dan minta keterlibatan semua anggota care cell dalam pertemuan care cell maupun dalam pelayanan di gereja.
Pertemuan 3
Terobosan Dalam Kehidupan (Amsal 11:23-25).
- Kunci Terobosan Dalam Kehidupan adalah Memberi
- “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” (ay. 24).
- “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (ay. 25)
- “Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.” (ay. 26).
II. Belajar dari Kisah Warren Buffet
- Warren Buffett dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Pada tahun 2006, Warren Buffett menyumbang sebanyak US$30,7 miliar (setara dengan 300 Trilyun Rupiah) kepada Gates Foundation, yang bergerak dalam bidang sosial dan kesehatan. Jumlah sumbangan amal Buffett ini tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah. Tetapi anehnya setelah menyumbang sedemikian besar, ia justru naik peringkat menjadi orang terkaya di dunia di tahun 2008, menggeser posisi Bill Gates yang telah menyandang gelar tersebut selama 13 tahun.
- Ini adalah bukti bahwa ketika kita banyak memberi, kita sendiri akan diberkati. Warren Buffet mengatakan, “Kemurahan hati dan Kelimpahan berjalan seiring.”
III. Tiga Tipe Pemberi
- Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.
- Ada tiga macam pemberi. si batu api, si spon dan si sarang lebah.
- Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.
- Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Di gereja, mungkin orang-orang ini baru memberi apabila mereka ditakut-takuti bahwa kutuk akan datang kalau tidak memberi. Akhirnya mereka memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.
- Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya.
Pertanyaan dan Penerapan
- Doronglah setiap anggota care cell untuk memberi secara teratur, dan meningkatkan pemberian mereka dari waktu ke waktu. Langkah konkritnya adalah mengatur peningkatan pemberian di sepanjang tahun 2018 ini.
- Mintalah beberapa anggota care cell untuk secara jujur mengungkapkan hal-hal yang mereka rasakan selama ini telah menghalangi mereka untuk bisa memberi!
Pertemuan 4
Membajak dan Menabur untuk Menuai Berkat (2 Kor. 9:6-15).
- Prinsip dunia bertentangan dengan prinsip Kerajaan Allah
- Orang dunia punya peribahasa “Hemat Pangkal Kaya”. Namun dalam Alkitab, kita diperintahkan untuk berani memberi dan giat menabur (Luk. 6:38).
- “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Kor. 9:6).
II. Mengapa kita harus menabur?
- Sebab berkat yang diberikan Tuhan kepada kita sekaligus dalam dua bentuk, yaitu: roti untuk dimakan dan benih untuk ditabur.
- “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.” (2 Kor. 9:10).
- Jadi kita tidak boleh mengolah semua berkat keuangan kita menjadi roti untuk dimakan, melainkan senantiasa harus ada yang kita sisihkan menjadi benih untuk ditabur kembali sehingga kita mendapat tuaian keuangan kembali pada waktu berikutnya.
III. Bagaimana cara menabur benih keuangan kita supaya kita mendapatkan tuaian yang berlimpah?
- Menaburlah dengan iman (jangan tergantung keadaan). “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” (Pkh. 11:4). Contoh:
- Ishak tetap menabur di tengah kelaparan (Kej. 26:1, 12-14)
- Janda Sarfat. Dalam keadaan kekurangan ia taat dan melayani hamba Tuhan (dengan cara memberi pada Elia). Dan akhirnya ia diberkati secara berkelimpahan (1 Raj. 17:10-16).
- Jemaat Makedonia. Walaupun sangat miskin tetapi mereka telah memberi persembahan melampaui kemampuan keuangan mereka. (2 Kor. 8:1-5). Janji firman Tuhan kepada barangsiapa yang berani menabur, bahkan berkorban sambil mencucurkan air mata (memberi dari kekurangannya), ia akan menuai dengan bersorak-sorai (Mzm. 126:5-6).
- Menabur dengan teratur (Pkh. 11:6). Bagian kita hanya seperti petani menabur dengan giat dan teratur, karena kita tidak tahu yang mana yang akan mendatangkan hasil luar biasa. Tidak mustahil semua hasil taburan kita diberkati Tuhan sehingga kita menuai dengan berlimpah-limpah.
- Menabur dengan sukacita dan sukarela (2 Kor. 9:7).
- Menabur di tanah yang subur. Tanah yang subur bagi benih keuangan kita adalah:
- Proyek-proyek kerajaan Allah
Kerajaan Allah adalah tanah yang paling subur bagi benih keuangan kita dan tidak pernah dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dunia. Setiap kali kita menabur benih keuangan kita bagi Kerajaan Allah dipastikan kita akan mendapatkan tuaian berlimpah. Caranya adalah: memberi persepuluhan, benih sulung, persembahan sukarela, dan janji iman untuk pembangunan, janji iman untuk misi.
b. Memberi untuk hamba-hamba Tuhan yang melayani
Tuhan mengajarkan bahwa kita yang telah menerima pengajaran firman Tuhan wajib berbagi segala sesuatu yang ada pada kita dengan orang yang telah membagikan firman Tuhan itu pada kita (Gal. 6:2; I Tim. 5:17-18).
c. Memberi kepada orang-orang miskin
Sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk menaruh belas kasihan dan memperhatikan orang-orang miskin. Orang Israel dilarang menyabit habis-habis ladang mereka atau memungut sisa-sisa panen dari ladang, supaya tersedia makanan bagi orang-orang miskin (Im. 19:10, 22). Allah berjanji untuk memberkati kita dengan berlimpah-limpah saat kita memperhatikan orang-orang miskin (Ul. 15:1-6). Salah satu sebab mengapa penduduk Sodom dihukum Tuhan adalah karena mereka mengabaikan orang-orang miskin (Yeh. 16:49).
Pertanyaan dan Penerapan
- Berilah nilai antara 1 – 10 pada kebiasaan Anda menabur benih keuangan Anda selama ini:
| Hal | Nilai | |||||||||
| Memberi dengan iman | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Memberi dengan teratur | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Memberi dengan sukacita & sukarela | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Persepuluhan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Benih sulung | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Persembahan sukarela | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Janji man untuk pembangunan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Janji iman untuk misi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Memberi untuk hamba-hamba Tuhan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Memberi untuk orang miskin | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
- Menurut Anda bagaimana pemberian Anda dapat ditingkatkan sepanjang tahun 2018 ini?
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung