Bahan Care Cell Februari 2020

GENERASI PENUAI

Pertemuan 1

Panggilan Setiap Generasi (Yesaya 44:1-8)

Pendahuluan

                Allah memiliki panggilan bagi setiap orang dan setiap generasi, yaitu untuk melakukan kehendak Allah pada zamannya. Itulah yang dilakukan Daud sebelum ia meninggal. Artinya Allah menghendaki kita menyelesaikan kehendaknya pada zaman kita selagi kita masih hidup.

Isi           

Dalam Yesaya 44:1-8, kita menemukan ada tiga kehendak Allah bagi setiap generasi, yaitu:

1. Setiap generasi hendaknya mengabdikan hidup mereka kepada Allah.

Sama seperti Tuhan memilih Yakub untuk menjadi hamba-Nya (ay. 1). Demikian juga setiap generasi dipanggil untuk menjadi hamba Allah dan mengabdikan hidup mereka bagi Allah. Banyak orang sekarang telah mengabdikan diri mereka pada dosa, kejahatan, keduniawian, uang dan hal-hal selain Allah.

2.  Setiap generasi dipanggil untuk bertumbuh dan berubah.

Allah mengubah nama Yakub menjadi Yesyurun (ay. 2). Yakub artinya penipu, sementara Yesyurun artinya orang yang jujur. Penggantian nama menunjukkan terjadinya perubahan karakter. Yakub yang tadinya adalah penipu telah diubah menjadi seorang yang jujur dalam perjumpaannya dengan Allah. Inilah yang dikehendaki Allah atas setiap generasi, yaitu perubahan dan terjadinya pertumbuhan karakter, iman dan pengenalan yang benar akan Allah.

3.  Setiap generasi dipanggil untuk dipenuhi Roh Kudus.

Tuhan berjanji untuk mencurahkan Roh-Nya kepada setiap generasi (ay. 3). Sebagai akibatnya, mereka akan seperti pohon gandarusa (ay. 4), pohon yang hanya bisa hidup di tepi aliran air, menggambarkan hidup yang bergantung pada Roh Kudus. Selain itu daun-daun pohon gandarusa banyak digunakan sebagai obat-obatan. Artinya jika setiap generasi bergantung pada Roh Kudus, mereka akan dipakai oleh Allah untuk membawa kesembuhan bagi banyak orang, bagi kota dan bangsa mereka.

Pertanyaan dan Penerapan

1. Bidang apakah dalam hidup Anda di mana Allah menghendaki Anda harus berubah pada saat ini? Menurut Anda, mengapa bidang itu menjadi bidang hidup yang harus diprioritaskan untuk berubah?

2. Menurut Anda, bidang-bidang manakah di dalam lingkunganmu yang sedang membutuhkan pemulihan/kesembuhan? Menurut Anda, apakah peran yang dapat Anda lakukan untuk membawa kesembuhan bagi lingkunganmu?

Pertemuan 2

Seperti Anak Panah di Tangan Pahlawan
(Mazmur 127:3-6; Ulangan 11:19-21; Maleakhi 4:6)

Pendahuluan

Anak adalah milik pusaka yang paling berharga yang dipercayakan Tuhan dalam sebuah keluarga (Mzm. 127:3). Investasi terbesar yang harus dilakukan orang tua adalah untuk kehidupan anak-anak mereka. 

Isi

Jika anak adalah milik pusaka yang paling berharga bagi keluarga, maka setiap anak harus diperlakukan secara terhormat, yaitu: perlakukan anak seperti anak panah di tangan pahlawan (ay. 4). Artinya:

1.  Percayalah bahwa anak-anak kita dirancang Allah untuk melakukan perkara-perkara yang besar di dalam hidup mereka.

      Anak panah di tangan pahlawan dirancang untuk urusan-urusan yang besar, penting, sangat berguna dan bukan untuk urusan-urusan tidak berarti atau sepele. Berilah mimpi besar bagi setiap anak kita, jangan kerdilkan mimpi atau semangat mereka. Bangun rasa percaya diri yang sehat di dalam benak mereka.

2.  Setiap anak harus ditajamkan

         Namun setiap anak panah agar berguna, ia harus ditajamkan. Jangan biarkan anak kita menjadi tumpul.  Asah mereka dengan pengajaran firman Tuhan, nasihat, doa, disiplin, keteladanan, kerja keras dan pendidikan yang terbaik.

Allah berjanji, semua orang tua yang melakukan hal-hal tersebut, tidak akan mendapat malu (ay. 5).

Pertanyaan dan Penerapan

1. Apakah Anda sudah menemukan mimpi Allah bagi anak-anakmu? Persilahkan 1 atau 2 anggota sel untuk mengungkapkannya.

2. Seandainya ada cara-cara yang salah yang selama ini Anda terapkan dalam memperlakukan anak-anakmu, menurut Anda perubahan apa yang harus Anda lakukan?

Pertemuan 3

The Power of Team (Amsal 18:24; Markus 2:1-5)

Pendahuluan

Manusia diciptakan bukan untuk menjadi makhluk yang tahu segala sesuatu dan sanggup berbuat segala sesuatu sendirian. Tidak ada satu orang pun yang cukup hebat untuk berhasil sendirian. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak berjalan sendirian, atau merasa sanggup melakukan segala sesuatu sendirian (Pkh. 4:9-12). Itu sebabnya kita semua membutuhkan kerjasama tim yang baik.

Isi

Contoh team work yang baik

1.  Nehemia

Nehemia bahu-membahu bersama segenap orang Israel membangun kembali tembok Yerusalem yang sebelumnya telah runtuh. Memang tidak semua orang Israel mempunyai kemampuan yang sama, namun Nehemia berhasil membuat setiap kemampuan itu terkoneksi melalui sebuah kerjasama tim yang baik. Akibatnya, tembok Yerusalem yang telah runtuh selama 152 tahun, dapat dibangun kembali hanya dalam tempo 52 hari (Neh. 6:15-16).

2.  Empat orang yang menggotong orang lumpuh (Mrk. 2:1-5)

Empat orang ini sadar bahwa cara terbaik untuk membawa orang lumpuh itu kepada Yesus adalah dengan menggotongnya bersama-sama. Usaha mereka telah membuat orang lumpuh itu mendapatkan kesembuhan dari Yesus.

Ada dua pelajaran besar yang kita pelajari dari dua kisah ini, yaitu:

1. Perbedaan di antara kita dikaruniakan Tuhan untuk saling melengkapi

          Nehemia 3:8 ada catatan tentang Uziel, seorang tukang emas dan Hananya, seorang juru campur rempah-rempah yang bekerja berdekatan untuk membangun tembok Yerusalem. Apa hubungan antara tukang emas dengan juru campur rempah-rempah yang harus bekerja berdekatan? Tidak ada bukan? Itu menunjukkan bahwa walaupun mereka tidak dapat melihat langsung hubungan antar apa yang mereka kerjakan, mereka tetap bekerja sama untuk saling melengkapi.

2. Visi (tujuan) bersamalah yang harus diperjuangkan

Nehemia dan segenap orang Israel menyadari bahwa tujuan utamalah yaitu membangun tembok Yerusalem yang harus diperjuangkan, bukan kepentingan pribadi. Demikian pula empat orang yang menggotong orang lumpuh, mereka menyadari bahwa kesembuhan orang lumpuh itulah tujuan bersama yang harus mereka perjuangkan dan itu terjadi.

Pertanyaan dan Penerapan

1. Menurut Anda dari manakah datangnya pikiran bahwa  “Saya bisa melakukan segalanya sendiri? Dan bagaimanakah mengatasi pikiran dan sikap seperti itu?

2.  Dari sekarang, mulailah belajar menghargai rekan-rekan Anda. Sebutkanlah 3 cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk menghargai rekan-rekan Anda!

Pertemuan 4

Pushing Education with a Creative Touch
(Amsal 1:1-7; Amsal 12:1; Daniel 1:4)

Pendahuluan

Pendidikan dimaknai sebagai suatu proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Ini artinya, pendidikan adalah untuk semua orang dan berlangsung seumur hidup kita. Karena seumur hidup kita berada dalam proses untuk terus berubah dan menjadi lebih matang atau dewasa.

Pendidikan menurut Alkitab harus dimulai dari keluarga (orang tua terhadap anak). Setelah anak dididik di rumah, barulah kemudian anak dididik juga di sinagoge (rumah sembahyang) dan kemudian sekolah. Daniel dan teman-temannya telah mendapat pendidikan dari ketiga tempat tersebut (rumah melalui orang tua, sinagoge dan sekolah; Dan. 1:4)

Isi

Menurut Alkitab, manfaat yang didapat seseorang bila ia menjadi orang yang terdidik adalah:Iman dan pengenalan yang benar akan Allah

1.    Proses pendidikan yang benar entah di rumah, tempat ibadah, sekolah haruslah membuat seseorang semakin beriman dan mengenal Allah dengan benar bukan sebaliknya. Itu artinya, informasi atau ilmu-ilmu yang menjauhkan seseorang dari iman dan pengenalan yang benar akan Allah harus dijauhkan dari kita, misalnya teori Evolusi.

2.    Perubahan sikap dan perilaku

        Sikap hidup dan perilaku yang kudus terbentuk di dalam jiwa dan kehidupan kita melalui proses pendidikan yang benar. Kecerdasan otak bukanlah tujuan pendidikan yang utama. Kita telah sering mendengar orang-orang pintar namun sikap hidup dan perilakunya jahat.

3.    Hikmat untuk menjalani kehidupan yang berhasil

        Pendidikan yang benar membuat seseorang memperoleh hikmat Ilahi di dalam kehidupannya sehingga ia dapat menjalani kehidupan yang berhasil.

        Itu sebabnya, betapa penting agar setiap jemaat dari semua kalangan usia, terus-menerus dididik dalam kebenaran. Itu terjadi melalui keterlibatan di care cell, ibadah, Teologi Mesias, keterlibatan dalam pelayanan, doa, dan kelas-kelas pengajaran Alkitab lainnya.

Pertanyaan dan Penerapan

1.    Menurut Anda, apakah keterlibatan Anda di care cell, ibadah, Teologi Mesias, pelayanan, doa, kelas-kelas pengajaran Alkitab di gereja dapat digolongkan sebagai sebuah proses pendidikan? Berikan alasannya!

2.    Ceritakanlah perubahan apa yang telah Anda alami akhir-akhir ini sebagai Akitab keterlibatan di dalam hal-hal di atas!

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …