HIDUP DALAM KEKUDUSAN
Hidup Kudus Dalam Allah (1 Tes. 4:1-12; 1 Pet. 1:14-16)
1 Tesalonika 4
(ay. 1) Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya ________________________. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih ________________________.
(ay. 3) Karena inilah kehendak Allah: _________________, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.
Untuk mendapatkan perkenanan Allah, kita harus hidup di dalam kekudusan. Orang Kristen harus berani secara radikal membuat keputusan untuk hidup dalam kekudusan dalam setiap bidang kehidupannya. Karena ketidakkudusan membuat kita kehilangan persekutuan yang akrab dengan Allah dan berkat-berkat-Nya. Ketidakkudusan membuat hati kita tertuduh sehingga tidak dapat berdoa. Yesaya 59:1-2 bahkan menyebutkan bahwa kita harus terlebih dahulu membereskan kehidupan kita agar doa kita didengar Allah.
Kita patut bersyukur karena darah Yesus senantiasa tersedia 24 jam sehari untuk menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan. Asal kita mau mengakui dan meninggalkan dosa. Melalui darah Yesus kita dapat tinggal dalam hadirat Allah setiap hari. Dan Roh Kudus telah diutus untuk menolong kita berjalan dalam kekudusan. Selain itu firman Tuhan dipakai Allah seperti air untuk membersihkan kehidupan kita dari segala kekotoran dosa.
Inilah aspek-aspek kehidupan yang harus dikuduskan dalam kehidupan kita:
| I Tesalonika 4:1-12 | 1 Petrus 1:14-16 |
| Bidang kehidupan seksual (ay. 3-4) | Akal budi atau pikiran (ay. 13) |
| Keinginan atau kehendak (ay. 5) | Seluruh aspek hidup (ay. 15) |
| Perlakuan terhadap orang lain (ay. 6) |
Pertanyaan dan Penerapan
- Sebutkanlah tindakan kekudusan yang dapat Anda lakukan dalam bidang-bidang di bawah ini:
| Bidang Kehidupan | Tindakan |
| Seksual | |
| Percakapan | |
| Penggunaan WA | Contoh: Ada orang yang mengirim gambar yang tidak senonoh ke WA kita. Anda dapat membuat pilihan. Apakah akan meneruskannya sebagai guyonan atau candaan, atau segera menghapusnya dan mengingatkan orang tersebut. |
| Penggunaan Internet | |
| Pikiran | |
| Penggunaan uang |
- Lakukanlah doa peperangan rohani secara bersama-sama untuk melepaskan hal-hal yang yang tidak kudus di dalam bidang-bidang kehidupan yang telah disebutkan oleh anggota Care Cell pada point 1 di atas!
Pertemuan 2
Walk in His track (berjalan di dalam jalur-Nya Tuhan) (1 Pet. 4:7-11)
Hidup orang Kristen adalah kehidupan yang berbeda sama sekali dengan cara hidup orang dunia. Karena percaya Yesus, orang Kristen telah keluar dari jalan dunia ini dan menempuh jalan-jalan Allah. Inilah cara hidup orang Kristen yang disebutkan oleh Rasul Petrus:
- Menyadari bahwa dunia ini akan mengalami kesudahan sehingga mengarahkan hidupnya untuk kekekalan (ay. 7)
- Tidak hidup dalam kepanikan tetapi ketentraman batin karena ada damai sejahtera Tuhan (ay. 7)
- Kehidupannya diwarnai doa (ay. 7)
- Mengasihi orang lain dengan menunjukkan kesediaan mengampuni dan melupakan kesalahan (ay. 8)
- Tidak bersungut-sungut (ay. 9)
- Senang melayani (ay. 10)
- Senang mempercakapkan firman Allah (ay. 11).
Wah….rupanya jalur kehidupan yang ditetapkan Tuhan untuk dilalui orang Kristen adalah suatu kehidupan yang luar biasa.
Pertanyaan dan Penerapan
- Berilah nilai pada diri Anda sendiri untuk point-point di bawah ini. Anda dapat membuat pilihan nilai 1 s/d 10.
| Mengarahkan hidup untuk kekekalan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Hati yang tentram dan damai sejahtera | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Hidup yang diwarnai doa | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Kesediaan mengampuni & melupakan kesalahan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Tidak bersungut-sungut tetapi bersyukur | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Senang melayani | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| Senang mempercakapkan firman Tuhan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
- Percakapkanlah alasan Anda memberi nilai tersebut sehingga menjadi bahan diskusi bersama dan akhirilah dengan doa memohon pertolongan Roh Kudus untuk bisa meningkatkannya.
Pertemuan 3
How To Be a Winner (bagaimana menjadi seorang pemenang) (1 Pet. 1:13-16; Ibr. 12:14)
Kekudusan adalah kunci untuk meraih berkat dan kemenangan. Tidak hidup dalam kekudusan akan menghambat berkat-berkat mengalir dalam hidup kita. Israel kalah tatkala melawan bangsa Ai yang kecil karena ada dosa di tengah-tengah mereka (Yos. 7:1-11). Tanpa kekudusan kita tidak dapat melihat Tuhan (Ibr. 12:14). Tidak dapat melihat Tuhan merupakan tanda bahwa Tuhan berada jauh dari kita dan tidak menyertai kita lagi. Dengan kata lain, tanpa kekudusan berarti kita tidak lagi berjalan bersama Tuhan.
Itulah sebabnya Ibrani 12:14 mengatakan “kejarlah kekudusan. Mengejar berarti berusaha meraih dengan keinginan yang sangat besar. Apa sebenarnya arti dari hidup kudus? Kudus bukan sekedar tidak berbuat dosa, tetapi dipisahkan dari hal-hal duniawi dan dikhususkan untuk Tuhan.
Dikhususkan bukan berarti dikucilkan sehingga menderita. Pengertian yang lebih tepat adalah diistimewakan. Ada 2 lustrasi yang tepat untuk menggambarkan hal ini.
- Barang-barang yang dijual dalam sebuah toko. Barang yang umum dan harganya murah biasanya hanya digelar begitu saja. Namun barang yang istimewa dan berharga akan disimpan secara khusus, baik itu disimpan dalam etalase maupun diberi plastik penutup. Dengan hidup kudus maka kita menjadi mahal dan berharga di mata Tuhan, sehingga kita akan mendapat pemeliharaan yang khusus dari Tuhan.
- Tiket yang dijual dalam sebuah pertunjukan atau konser. Ada tiket biasa yang harganya murah. Tetapi ada juga tiket VIP untuk orang-orang khusus yang harganya jauh lebih mahal. Pemegang tiket VIP akan mendapat pelayanan yang lebih, seperti tempat duduk yang khusus dan nyaman. Ketika kita hidup kudus, kita pun akan mendapat fasilitas yang khusus dari Tuhan. Doa-doa kita juga akan didahulukan oleh Tuhan.
Lalu bagaimana cara untuk mengejar atau menang dalam kekudusan? Rupanya Rasul Petrus memberi jawabannya dalam I Petrus 1:13-14:
- Siapkan akal budi (pikiran) – ayat 13. Pikiran merupakan medan perang yang harus dimenangkan pertama kali jika kita ingin hidup di dalam kekudusan. Itu sebabnya pertobatan disebut perubahan pikiran (metanoia).
- Ketaatan – ayat 14. Ketaatan adalah berpegang pada perintah Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Ul. 28:9).
Pertanyaan dan Penerapan
- Berilah tanda √ pada bidang-bidang mana selama ini Anda sering tidak kudus!
○ Pikiran ○ Hubungan dgn lawan jenis
○ Perkataan ○ Penggunaan uang
○ Penggunaan WA ○ Penggunaan waktu
○ Penggunaan Internet ○ Bacaan
○ Tontonan
- Dimanakah Anda sering hidup tidak kudus?
○ Di rumah ○ Saat menggunakan Hand Phone
○ Di kantor ○ Saat bersama teman
- Mintalah setiap orang berterus terang mengenai bidang-bidang mana dalam hidup mereka yang tidak kudus lalu Pemimpin Care Cell dapat melakukan doa pelepasan untuk setiap anggota Care Cell!
Pertemuan 4
Dampak dan Resiko Hidup Dalam Ketidakkudusan (2 Sam. 11:1-5; 12:1-14)
Berjalan dalam kekudusan dan ketaatan adalah jalan terbaik yang dapat kita lakukan. Daud dididik Allah dengan sangat keras karena dosa-dosanya. Hukuman Allah datang dalam bentuk:
- Kematian anaknya yang lahir dari Batsyeba.
- Kekacauan atau huru-hara dalam rumah tangga.
- Pedang (saling membunuh) terjadi pada keturunannya.
Apa yang terjadi dalam kehidupan Daud adalah contoh yang sangat berharga bagi kita. Agar kita menjauhi dosa dan ketidaktaatan.
Allah menghukum dosa dengan keras karena dosa adalah kekejian bagi Allah. Dosa adalah penghinaan terhadap kekudusan Allah. Tidak ada jalan keluar dari dosa yang dapat dilakukan manusia dari dirinya sendiri. Orang berdosa tidak dapat memperbaiki keadaan mereka (Yer. 13:23). Satu-satunya jalan keluar adalah Salib Yesus. Di kayu saliblah dosa diselesaikan. Salib membuktikan kebesaran kasih Allah dan betapa mengerikan dosa itu. Dosa kita telah menancapkan Yesus di atas kayu salib. Dosa kita telah menyebabkan seorang yang tak bersalah disiksa dan dibunuh. Dan oleh karena kasih-Nya yang amat sangat besar Ia dengan rela mau menjalani hukuman mati disalibkan. Karena kasih-Nya Yesus berkorban dijatuhi hukuman mati menggantikan kita. Seharusnyalah manusia yang mati dan dihukum di neraka, namun Yesus memilih menggantikan kita.
Namun kita perlu menanggapi kasih Allah, yaitu dengan:
- Bertobat (Kis. 3:19)
Tanpa pertobatan tidak mungkin ada pengampunan dosa. Bertobat artinya “berpaling dari durhakamu” (Yeh. 18:30). Hal ini berarti “mengakui” dan “meninggalkan” pelanggaran Anda (Ams. 28:13), dan “membenci” dosa serta “menentangnya” (2 Kor. 7:10-11). Setelah Daud berdosa, ia ditegur oleh nabi Natan. Dan Daud mangakui kesalahannya dan bertobat. Saat Daud mengakui dosanya dan bertobat, nabi Natan berkata kepada Daud: “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu,” (2 Sam. 12:13).
- Percaya (Kis. 16:31; Yoh.3:16-18).
Bertobat dari dosa-dosa dan percaya kepada Tuhan Yesus berjalan seiring dan tidak dapat dipisahkan. Jika pertobatan khusus berbicara tentang sikap hati berbalik dari dosa dan diri sendiri, percaya menekankan kepada siapa hati kita terarah (Rm. 10:9). Kita tidak bisa bertobat tanpa percaya kepada Yesus Kristus.
Pesan dan Penerapan
- Mintalah 2 atau 3 orang anggota Care Cell menceritakan kisah hidup yang mereka pernah lihat, baca atau dengar, tentang bahayanya hidup di dalam dosa!
Contoh: River Phoenix, aktor dalam film ‘My Own Private Idaho’ dan ‘Running On Empty’. Sukses sebagi aktor film tapi akhirnya meninggal dengan cara tragis pada usia 23 tahun karena ketergantungan narkoba.
- Berilah tantangan kepada setiap anggota Care Cell untuk bertobat dari dosa sekecil apa pun dalam hidup mereka. Setelah itu Pemimpin Care Cell memimpin doa deklarasi pertobatan bersama-sama!
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung
