Bahan Care Cell Desember 2020

Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

PERTEMUAN 1
Berita Kelahiran Yesus dari Nazaret
(Lukas 1:26-38)

Pendahuluan
Tidak ada berita yang lebih penting yang harus di dengar oleh manusia selain berita tentang Tuhan Yesus. Allah menghendaki agar berita kelahiran Tuhan Yesus disampaikan kepada semua orang di seluruh muka bumi ini.
Isi
Ada tiga pesan penting dari berita kelahiran Tuhan Yesus yang disampaikan oleh malaikat pada waktu itu:
1. Allah memilih berbagai cara untuk menyampaikan berita kelahiran Tuhan Yesus
a. Di PL Allah memakai para nabi untuk menubuatkannya
b. Di PB Allah mengutus malaikat Gabriel menyampaikannya
c. Di PB Allah menyampaikannya kepada para gembala
d. Di PB Allah menyampaikannya juga kepada para Majus
Ini menunjukkan bahwa berita kelahiran Tuhan Yesus adalah berita yang penting. Nabi-nabi mewakili kelompok para rohaniwan, para gembala mewakili masyarakat biasa, orang majus mewakili para intelektual dan orang-orang terpandang.
Allah menghendaki semua lapisan golongan masyarakat menerima berita tentang kelahiran Tuhan Yesus. Berita ini pun harus terus disampaikan kepada semua lapisan golongan masyarakat sampai hari ini.

2. Kelahiran Tuhan Yesus adalah pertunjukan tentang kuasa Allah yang sanggup melakukan apa pun, termasuk hal-hal yang mustahil
Maria adalah perawan yang belum bersuami tetapi Allah membuatnya mengandung. Itu adalah suatu tindakan mukjizat. Mukjizat di dalam Tuhan Yesus tidak saja disediakan bagi Maria, tapi juga bagi semua orang percaya.

3. Berita kelahiran Tuhan Yesus disertai dengan penyataan siapakah Tuhan Yesus itu sesungguhnya?
a. Tuhan Yesus adalah sebagai Anak Allah
b. Tuhan Yesus adalah Raja dari sebuah Kerajaan yang tidak berkesudahan, yaitu Kerajaan Allah
Gelar Anak Allah bagi Tuhan Yesus menunjukkan keilahian atau keAllahan-Nya. Artinya Tuhan Yesus adalah benar-benar Allah. Sementara gelar Yesus sebagai Raja artinya, Tuhan Yesus adalah penguasa atas hidup kita dan Dialah yang akan menghakimi kita. Kalau kita menyambut Tuhan Yesus dalam hati kita, sekaligus seharusnya kita menyambut Dia sebagai raja atas kehidupan kita.

Kesimpulan
Karena berita kelahiran Tuhan Yesus adalah berita yang terpenting untuk disampaikan kepada semua orang, maka kita wajib memberitakannya kepada semua orang di sekitar kita.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Pernahkah Saudara memberitakan Tuhan Yesus kepada seseorang? Jika belum, apakah yang menghalangi Saudara melakukannya?
2. Mintalah satu atau dua orang anggota care cell Saudara yang pernah memberitakan Injil, untuk menceritakan pengalaman mereka!

PERTEMUAN 2
Tujuan Kelahiran Yesus ke Dunia (Lukas 1:67-75)

Pendahuluan
Zakharia penuh dengan Roh Kudus dan bernubuat. Bernubuat artinya berbicara sebagai mulut Allah, jadi Allah memakai Zakharia untuk berbicara menyampaikan firman Allah. Orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Kuduslah yang dapat dipakai Allah untuk menyampaikan firman Tuhan.
Isi
Ada dua pesan utama dari firman Tuhan yang disampaikan oleh Zakharia, yaitu:
1. Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia adalah lawatan Allah
a. Lawatan Allah itu selalu membawa kelepasan bagi umat-Nya (ay. 68b) dari musuh-musuh mereka.
Musuh-musuh orang Kristen adalah dosa, keangkuhan, keduniawian dan Iblis serta pasukannya. Hanya melalui Tuhan Yesuslah kita dilepaskan dari dosa, keangkuhan, keduniawian dan Iblis serta pasukannya.
b. Lawatan Allah itu juga memberi terang kepada kita sehingga kita dipimpin ke luar dari kegelapan kepada terang dan damai sejahtera (ay. 78-79).
Kegelapan bisa berarti dosa, atau kesesatan. Dan Tuhan Yesuslah yang memimpin kita ke luar dari dosa dan kesesatan.

2. Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk melepaskan umat-Nya sehingga dapat beribadah (melayani) Allah dalam kekudusan seumur hidup mereka (ay. 74-75).
Tuhan Yesus melepaskan kita bukan supaya kita hidup untuk diri kita sendiri, bukan supaya kita mengejar cita-cita kita sendiri, bukan supaya kita berfokus pada sukses ekonomi. Melainkan supaya kita melayani Allah seumur hidup kita dalam kekudusan.

Kesimpulan
Kelahiran Tuhan Yesus adalah lawatan Allah atas kita sehingga kita dilepaskan dari dosa, kesesatan, keduniawian. Tujuan Allah melepaskan kita melalui Tuhan Yesus adalah supaya kita dapat melayani Dia dalam kekudusan seumur hidup kita.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Menurut Saudara, apakah melayani Tuhan adalah suatu pilihan yang bisa kita lakukan kalau kita senang dan tidak, kalau kita tidak senang?
2. Mintalah setiap anggota care cell memperhatikan, apakah hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk kemajuan care cell dan gereja.

PERTEMUAN 3
The Blessing of The Light (Lukas 2:8-15)

Pendahuluan
Para gembala telah menerima berita kelahiran Tuhan Yesus. Mereka mewakili kelompok masyarakat lemah, miskin dan dilupakan. Tetapi Tuhan menghendaki agar mereka juga mendengar berita kelahiran Tuhan Yesus dan meneruskannya kepada orang lain lagi, sampai seluruh bangsa mendengar berita tentang kelahiran Tuhan Yesus.
Isi
Ada dua pesan penting dari peristiwa ini bagi kita sekarang, yaitu:
1. Allah menghendaki agar berita tentang kelahiran Tuhan Yesus diberitakan ke seluruh bangsa.
Para gembala yang menerima berita kelahiran Tuhan Yesus diberi tanggung jawab untuk ikut memberitakan kabar itu ke seluruh bangsa. Malaikat berkata “. . . sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.” (ay. 10). Jadi berita yang mereka dengar tidak dimaksudkan untuk berhenti pada mereka saja, itu adalah berita yang ditujukan untuk seluruh bangsa. Maka para gembala yang telah menerima berita itu, harus meneruskannya kepada orang lain lagi, dan orang lain lagi harus menyampaikannya kepada orang lain lagi, demikianlah berita itu diteruskan dan akhirnya sampai kepada seluruh bangsa.

2. Allah menghendaki agar berita tentang kelahiran Tuhan Yesus sampai kepada segala lapisan golongan masyarakat
Para gembala mewakili kelompok masyarakat yang miskin, rendah, tidak berpendidikan, tidak berpengaruh. Allah menghendaki mereka juga menerima berita tentang kelahiran Tuhan Yesus dan meneruskan berita itu kepada orang lain lagi. Allah juga memakai segala lapisan golongan masyarakt untuk melayani Dia.

Kita yang berpendidikan, kaya, berpengaruh, juga harus dengan rendah hati bersedia mendengar firman Tuhan dari mereka yang sederhana, miskin, tidak berpendidikan kalau mereka diutus dan diurapi Allah untuk menyampaikan firman Tuhan kepada kita.

Kesimpulan
Seluruh bangsa adalah sasaran dari berita kelahiran Tuhan Yesus. Dan Allah telah menetapkan setiap lapisan golongan termasuk mereka yang dianggap tidak terpandang, miskin, dapat mendengar berita ini. Dan sekaligus sebagai pemberita dari berita yang agung ini. Karena ini, setiap jemaat, tidak pandang bulu, apa pun status ekonomi mereka, adalah orang-orang yang diberi tugas untuk memberitakan berita kelahiran Tuhan Yesus kepada seluruh bangsa.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Menurut Saudara, apakah Tuhan membeda-bedakan manusia berdasarkan status ekonomi mereka? Jika tidak, maka tentu saja tidak ada alasan untuk merasa rendah diri di dalam keluarga Allah (gereja), sebab kita semua bersaudara di dalam Tuhan.
2. Jika semua golongan dipanggil untuk mendengar berita Injil dan sekaligus sebagai pemberita Injil, maka Saudara juga diberi tanggung jawab untuk terlibat di dalamnya. Rancanglah satu kegiatan sederhana yang bisa melibatkan setiap anggota care cell dalam pemberitaan Injil dalam satu minggu ke depan!

PERTEMUAN 4
Christmas at Heart (Hati yang Bersukacita) (Lukas 2:9-11)

Pendahuluan
Para gembala telah menerima sukacita yang sejati dalam kehidupan mereka setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus Juruselamat dunia.
Isi
Ada dua pesan rohani yang kita dapat dari peristiwa ini, yaitu:
1. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus adalah suatu perjumpaan spiritual
Para gembala mengalami perjumpaan spiritual ketika malaikat Tuhan tiba-tiba berdiri di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka. Pengalaman seperti itu tentu saja adalah suatu pengalaman yang luar biasa. Peristiwa itu selalu menimbulkan kejutan batin, para gembala sangat ketakutan saat mengalaminya. Ada orang mengalami perjumpaan spiritual melalui kesembuhan dari sakit, dilepaskan dari suatu bencana, doa yang dijawab, mimpi dan lain sebagainya. Namun pengalaman spiritual yang utama dalam kehidupan kita adalah berjumpa dengan Allah yang menciptakan kita. Perjumpaan spiritual dengan Allah hanya kita dapat melalui Tuhan Yesus.
Alkitab mencatat bahwa semua orang yang mengalami perjumpaan spiritual dengan Allah selalu diubahkan hidupnya.
a. Yesaya yang najis bibir (orang yang suka berdosa dengan bibirnya) mengalami penyucian dan diubah menjadi penyambung lidah Allah (nabi).
b. Petrus yang hidupnya hanya berfokus pada mencari nafkah, diubah menjadi penjala manusia yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjadi murid Tuhan Yesus dan menjadi rasul
c. Paulus seorang ganas dan pembunuh diubah sehingga ia menjadi seorang rasul yang memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Dulu ia mengejar cita-cita duniawi sekarang ia mengejar cita-cita sorgawi
Artinya, semua orang yang berjumpa dengan Allah di dalam Tuhan Yesus akan berubah orientasi hidupnya: dari dosa kepada kebenaran dan kekudusan. Dari hal-hal sementara kepada hal-hal yang kekal. Dari cita-cita dunia kepada cita-cita sorgawi

2. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus adalah suatu perjumpaan dengan sukacita yang sejati
Tanpa Juruselamat, tidak ada sukacita di dalam kehidupan manusia yang berdosa. Sukacita yang sejati dialami manusia yang berdosa saat ia diperdamaikan dengan Allah. Selama ia ada dalam dosa dan dijauhkan dari persekutuan dengan Allah, manusia kehilangan sukacita dan mengalami kekosongan batin.
Untuk menenangkan kekosongan dan kehampaan batinnya, manusia berupaya menghibur diri dengan berupaya mengejar cita-cita, hasrat dan keinginan mereka. Namun saat semua itu terpenuhi, mereka justru semakin mengalami kekosongan batin yang semakin besar, sampai mereka akhirnya berjumpa dengan Juruselamat mereka, yaitu Tuhan Yesus. Karena itu, di luar Kristus – sukacita yang dialami manusia bersifat semu, dan menipu.

Kesimpulan
Sukacita adalah suatu berkat yang sangat besar di dalam kehidupan kita. Orang yang bersukacita memiliki optimisme terhadap kehidupan dan masa depan. Orang yang kehilangan sukacita akan kehilangan antusiasme dalam hidup dan masa depan. Sukacita yang sejati hanya kita dapatkan ketika kita berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus.

Pertanyaan dan Penerapan
1. Mintalah setiap anggota care cell untuk menceritakan pengalaman perjumpaan mereka dengan Tuhan Yesus!
2. Berdoalah bersama-sama, agar setiap anggota care cell senantiasa dipenuhi sukacita ilahi!

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …