Pertemuan 1
Dia Merelakan Anak-Nya Karena Kasih (Yoh. 3:16)
Pendahuluan
Berdasarkan survei di Amerika topik yang paling populer dibahas saat ini adalah kasih. Demikian pula di Indonesia, contohnya hampir semua lagu-lagu, judul film, sinetron, dan lain-lain, bertemakan tentang kasih/cinta. Tetapi dunia memberi definisi yang berbeda tentang kasih.
Isi
Alkitab memperkenalkan kepada kita bahwa Allah adalah kasih.
- Kasih Allah menyebabkan Ia bertindak untuk menyelamatkan. Sekalipun untuk itu diperlukan pengorbanan. Kasih Allah yang berkorban ditunjukkan pada waktu Ia mengutus anak-Nya ke dalam dunia ini (Yoh. 3:16).
- Allah mengasihi kita bukan pada waktu kita telah menjadi baik, tetapi pada waktu kita masih berdosa (Rm. 5:8). Perempuan yang kedapatan berzinah diampuni pada saat ia masih berdosa bukan pada waktu ia telah berubah (Yoh. 8:2-11). Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata, “bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang berdosa, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa” (Mrk. 2:17).
- Kasih Allah adalah kasih yang mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk. 19:10). Seperti Zakeus yang telah hilang dalam ketamakan akan uang dicari dan diselamatkan Tuhan Yesus.
Pertanyaan dan Penerapan
- Care Cell yang berhasil adalah care cell yang mencari dan menyelamatkan yang hilang. Menurut Anda, tindakan-tindakan apa sajakah yang dapat dilakukan oleh setiap anggota care cell untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang?
- Aturlah kegiatan-kegiatan yang bersifat penjangkauan selama bulan Desember ini bersama dengan semua anggota care cell Anda!
Pertemuan 2
Maukah Anda Terlibat dalam Rencana Allah (Luk. 1:26-38)
Pendahuluan
Di sepanjang sejarah, kita selalu melihat bahwa Allah memilih orang-orang untuk terlibat dalam rencana-Nya. Allah memilih Set, Abraham, Daud, dan seterusnya sampai akhirnya Maria yang mengandung bayi Yesus.
Latar belakang mereka berbeda-beda, dan ada juga orang-orang yang rusak (Rahab seorang pelacur, Raja Daud yang berzinah dan membunuh, dan sebagainya). Namun saat mereka menyerahkan diri pada Tuhan dan Tuhan memakai mereka untuk rencana-Nya, apa pun latar belakang mereka.
Isi
Demikian pula halnya Tuhan mau memakai kita di saat kita menyerahkan diri pada-Nya, tidak peduli apa pun latar belakang kita. Hari ini kita mau belajar dari pribadi Maria yang dipakai oleh Tuhan untuk melahirkan Yesus Kristus.
- Allah memilih Maria karena kasih karunia demikian juga kita dipakai oleh Allah hanya oleh kasih karunia-Nya (Luk. 1:30). Jadi itu bukan karena kehebatan kita.
- Pada waktu Allah memakai kita, Ia ingin memakai secara spesifik. Seperti Maria yang dipakai secara spesifik menjadi ibu yang mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus Kristus. Itu sebabnya kita harus mencari kehendak Allah supaya tahu apa rencana spesifik Allah atas kehidupan kita.
- Tuhan akan memakai asal kita mempunyai hati yang rela untuk taat. Seperti Maria yang taat dan berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38).
- Saat Allah memakai kita, maka kita akan mengalami ketidakmustahilan Tuhan. Maria masih perawan, tetapi oleh kuasa Roh Kudus ia dapat mengandung. Itu adalah ketidakmustahilan (Luk. 1:37). Sebenarnya, ketika kita memberi diri untuk dipakai Tuhan, maka kita akan mengalami suatu ketidakmustahilan yang Tuhan lakukan dalam hidup kita.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, bagaimanakah respon yang harus Anda berikan supaya Tuhan dapat memakai Anda?
- Yakinkanlah semua anggota care cell, bahwa Allah sangat ingin memakai mereka semua untuk terlibat dalam rencana-Nya!
Pertemuan 3
Christmas Upgrade Our Love (1 Tes. 3:11-13)
Pendahuluan
Orang sukses adalah orang yang kapasitasnya selalu bertumbuh. Mengapa orang bersedia melanjutkan pendidikan sampai jenjang universitas? Mengapa orang rela mengikuti berbagai pelatihan dan seminar? Mengapa orang bersedia membaca banyak buku? Jawabannya adalah karena mereka ingin meng-upgrade kapasitas diri mereka.
Isi
Kapasitas apa sajakah yang harus di-upgrade dalam diri kita? Hal yang terutama adalah kasih. Sebab Alkitab berkata, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa, . . . . Sekalipun aku mempunyai semua karunia . . . . Sekalipun aku membagi-bagikan segala milikku . . . jika aku tidak mempunyai kasih, itu tidak ada faedahnya sama sekali.” (1 Kor. 13:1-3).
Bagaimana caranya kita meng-upgrade kasih?
- Bersekutu dengan Allah
Salah satu tugas suku Lewi dalam Perjanjian Lama adalah mengangkat Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian yang adalah lambang kehadiran Allah itu harus ada di depan bangsa Israel. Ini adalah gambaran bahwa Tuhan harus menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Alkitab berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.” (Mat. 6:33).
- Sadarilah bahwa kita butuh Tuhan
Kalau kita senantiasa menyadari bahwa kita butuh Tuhan, maka Tuhan yang adalah kasih itu akan datang memenuhi kita. Maka hati kita akan melimpah dengan kasih-Nya.
- Lihatlah kebutuhan-kebutuhan di sekeliling saudara dan ulurkanlah tangan Anda untuk menjawabnya
Ada pepatah mengatakan “Heart for God, hand for man” artinya hati kita sepenuhnya untuk Tuhan, tetapi tangan kita harus terulur pada sesama. Jika ada teman care cell yang sakit misalnya, jangan sungkan-sungkan untuk segera membesuknya. Jika ada yang tidak hadir di care cell jangan sungkan-sungkan untuk menanyakan kabarnya. Jika saudara diberkati, Anda dapat mengundang anggota care cell yang lain untuk ikut bersukacita bersama saudara misalnya dengan mengadakan perjamuan makan. Jika ada anggota care cell yang sedang susah, jangan sungkan-sungkan untuk menolongnya.
Pertanyaan dan Penerapan
- Berilah 3 contoh sederhana bagaimana kasih itu dapat diterapkan dalam kehidupan sesama anggota care cell!
- Ajaklah setiap anggota care cell untuk berdoa berdua-dua, sehingga setiap anggota care cell belajar untuk mendoakan saudara/i seimannya!
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung