Bahan Care Cell Desember 2015

carecellPertemuan 1

MAKNA NATAL

Teks : Lukas 2:8-20
Tempat di mana para gembala itu menerima kunjungan malaikat adalah padang penggembalaan Efrata. Alkitab mencatat bahwa di padang penggembalaan Efrata ini berulang-ulang kali telah terjadi peristiwa spiritual yang besar. Di tempat inilah Daud pernah berkelahi dengan beruang dan singa yang ganas untuk melepaskan domba-dombanya dari terkaman mereka. Ini menunjukkan bahwa padang penggembalaan Efrata adalah tempat yang sangat keras dan penuh tantangan.
Tetapi justru di tempat seperti itulah para gembala menerima kunjungan malaikat yang diutus Allah untuk memberitakan kabar baik tentang kelahiran Yesus untuk yang pertama kalinya. Catatan Alkitab mengungkapkan kepada kita bahwa hanya ada 8 orang yang pernah mengalami kunjungan para malaikat. Dan biasanya kunjungan malaikat itu hanya diberikan untuk orang-orang yang penting seperti nabi-nabi, tetapi kali ini rupanya Allah mengutus malaikat untuk memberitakan kelahiran Yesus justru kepada para gembala yang sederhana dan yang dianggap tidak berarti itu.
Itu sebabnya berita tentang kelahiran Yesus atau Natal yang diterima oleh para gembala memberikan apa arti Natal sebenarnya bagi kita, yaitu:
1. Allah di dalam Yesus Kristus menerima saudara sebagai pribadi yang berharga
a. Para gembala sering dianggap hina oleh keluarganya sendiri. Pekerjaan sebagai gembala sering dianggap hina oleh orang pada masa itu.  Lihatlah pengalaman Daud saat semua kakaknya berkumpul untuk diurapi menjadi raja Israel yang baru menggantikan Saul! Dia hampir terlupakan oleh kakak-kakaknya bahkan oleh ayahnya sendiri (1 Samuel 16:11). Daud dilupakan dan dianggap remeh oleh ayahnya dan saudara-saudaranya ketika ia menggembalakan domba, tetapi Allah justru mengangkatnya menjadi raja atas Israel.
b. Dianggap hina oleh masyarakat. Para imam menganggap para gembala sebagai pekerja kasar yang tidak pantas dijadikan saksi secara hukum dalam pengadilan. Namun, kini mereka menjadi saksi pertama berita Natal, karena kepada merekalah pertama kali berita Natal disampaikan.
c. Dianggap hina oleh pemerintah. Pada saat Yesus lahir, ada sensus penduduk di seluruh kekaisaran Romawi atas perintah Kaisar Agustus. Semua orang pergi mendaftarkan diri masing-masing ke kotanya. Namun para gembala tidak ikut disensus, mereka agaknya tidak masuk hitungan.
Walaupun para gembala dianggap hina dan tidak berharga oleh keluarga, masyarakat dan dunia ini tetapi mereka dihargai oleh Allah. Demikianlah melalui kelahiran Yesus (Natal), Allah menunjukkan kepada kita betapa berharganya jiwa kita bagi Allah sehingga Ia telah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini supaya tidak ada satu pun yang binasa (Yoh. 3:16).

2. Allah di dalam Yesus Kristus ingin memberi arti hidup yang sebenarnya kepada saudara.
Pada umumnya orang-orang menggantungkan arti hidup mereka kepada uang, kedudukan dan status di masyarakat. Jika berdasarkan itu maka para gembala adalah orang yang paling tidak memiliki arti hidup karena pekerjaan mereka dianggap sangat hina.
Para gembala, adalah orang-orang yang biasa mengalami dinginnya malam sementara orang lain menikmati kehangatan di rumah mereka. Para gembala juga biasanya hanya tidur beberapa jam saja setiap malam sebab mereka harus bergantian menjaga kawanan domba dan berteduh di gubuk yang beratap dedaunan. Pendek kata mereka terbiasa hidup dengan keterbatasan fasilitas dan kemiskinan.
Tetapi setelah mereka berjumpa dengan Yesus sang Juruselamat yang baru dilahirkan pada waktu itu, mereka mengalami sukacita yang sangat besar dalam hidupnya, kini mereka tahu bahwa hidup mereka sangat berarti karena Yesus bersedia lahir bagi mereka.
3. Allah di dalam Yesus ingin memberikan damai sejahtera kepada saudara
Dosa dan kegagalan telah merampas damai sejahtera dari hidup kita. Tetapi ketika berita Natal disampaikan berita itu disampaikan dengan pernyataan : “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Ini berarti berita Natal (kelahiran Yesus) adalah berita yang memberikan damai sejahtera bagi kita yang percaya. Karena di dalam Yesus ada pengampunan dosa dan pemulihan hidup yang dikerjakan oleh Allah sendiri di dalam hati kita. Itu sebabnya Roma 5:1 berkata: “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”

Kesimpulan
Jadi berita Natal adalah berita yang mengungkapkan apa yang Allah kerjakan bagi kita di dalam Yesus Kristus, yaitu Allah telah menerima kita sebagai pribadi yang sangat berharga, Allah memberi arti hidup yang sebenarnya kepada kita dan Allah memberikan damai sejahtera-Nya kepada kita di dalam Yesus Kristus

Pertanyaan dan Penerapan
1.    Menurut Anda, apakah langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan oleh setiap anggota care sel, supaya berita Natal yang luar biasa ini dapat didengar dan diterima oleh lebih banyak orang lagi?
2.    Rancanglah Ibadah Natal yang sederhana di Care Cell Anda dengan tujuan untuk mengundang orang-orang Kristen yang telah undur, atau pun masyarakat dari kalangan Muslim dan agama lain sehingga berita Natal bisa diperdengarkan kepada mereka!

Pertemuan 2
MENGALAMI SUKACITA NATAL
Teks : Matius 2: 1-12

Orang majus adalah ilmuwan yang ahli dalam ilmu perbintangan.  Sekarang mereka lebih sering disebut sebagai astronom. Para ahli memperkirakan mereka berasal dari Teluk Pesia. Oleh pertimbangan dan kondisi perjalanan, mereka tidak mungkin hanya bertiga.
Perjumpaan mereka dengan Yesus pada saat Natal itulah yang telah memberikan sukacita yang besar dalam hidup mereka. Sikap apakah yang harus kita miliki agar kita mengalami sukacita Natal seperti yang telah dialami oleh para majus itu ?
1. Apabila kita memiliki kerinduan yang besar untuk bertemu dengan Yesus
Mereka memiliki alasan untuk tidak datang karena jarak yang jauh. Jarak tempuh dari tempat mereka sampai ke Betlehem, kurang lebih dua tahun. Jarak yang jauh biasanya merupakan alasan yang penting untuk membatalkan sebuah perjalanan. Kalau  hanya untuk bertemu dengan seorang bayi kecil saja (walaupun ia bakal raja) maka kita akan berpikir dua kali.
Tempat yang mereka tuju juga belum jelas, sarana transportasi waktu itu sangat terbatas, mereka hanya dapat menggunakan unta. Belum lagi mereka harus melalui berbagai macam daerah yang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda dengan mereka. Selain itu di sepanjang perjalanan ada ancaman dari para petualang atau perampok yang dapat membahayakan keselamatan jiwa mereka.

2. Apabila kita memiliki kesediaan untuk berkorban demi bertemu dengan Tuhan Yesus
a. Pengorbanan waktu. Mereka merupakan kelompok cendikiawan yang sangat sibuk. Namun mereka mengatur waktunya sedemikian rupa untuk bertemu dengan Yesus. Kadang-kadang kita merasa gelisah dalam beribadah hanya karena kita merasa sudah terlalu lama beribadah. Namun untuk hal-hal selain ibadah kita punya banyak waktu. Kita patut mencontoh teladan mereka.
b. Pengorbanan tenaga. Mereka tidak sempat beristirahat lagi karena secepatnya ingin bertemu dengan bayi Yesus, padahal mereka sudah terlalu letih dalam perjalanan.
c. Pengorbanan materi. Mereka membawa emas, kemenyan dan mur untuk dipersembahkan kepada Tuhan Yesus. Barang-barang tersebut adalah barang-barang yang paling berharga pada zaman itu. Tetapi mereka mengorbankannya dengan penuh sukacita kepada Tuhan Yesus.

3. Apabila kita bersedia taat kepada Allah untuk bertemu dengan Yesus
a. Terhadap petunjuk Allah. Petunjuk yang diberikan oleh Allah pada awalnya kepada mereka hanyalah berupa bintang
b. Ketaatan kepada pemimpin agama dan pemerintah. Ketika mereka memasuki wilayah Yerusalem mereka terlebih dahulu datang melapor diri kepada Herodes yang menjadi raja di sana. Selanjutnya mereka bersedia untuk mengikuti petunjuk para pemimpin agama sekalipun mungkin mereka heran dan bingung mengapa para pemimpin agama itu sendiri tidak mencari bayi Yesus.
c. Ketaatan terhadap firman Allah. Mereka taat ketika mereka disuruh oleh Allah untuk pulang ke negerinya melalui jalan lain. Sekalipun petunjuk itu hanya berupa sebuah mimpi, tetapi mereka mentaatinya.

Kesimpulan
Kerinduan, pengorbanan dan ketaatan yang mereka miliki itu akhirnya membuat mereka bertemu dengan Tuhan Yesus dan mengalami sukacita yang besar. Jadi sukacita Natal kita alami ketika kita  memiliki kerinduan, kesediaan untuk berkorban dan ketaatan demi untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus sendiri.

Pertanyaan dan Penerapan
Pada bulan Desember, biasanya orang Kristen begitu sibuk menyambut Natal. Mereka menghiasi rumah dengan berbagai ornament Natal dan tidak jarang mereka menghabiskan banyak uang untuk menyambut Natal. Namun mereka kehilangan hakekat dan sukacita Natal yang sesungguhnya, yaitu berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Menurut pendapat Anda bagaimana hal ini dapat diubah?
Orang-orang yang undur secara rohani dan meninggalkan gereja, biasanya akan memiliki kerinduan untuk datang kembali ke gereja pada bulan Desember karena moment Natal. Itu berarti bulan Desember adalah kesempatan emas untuk mengajak orang-orang yang telah mundur rohani dan meninggalkan gereja untuk mereka datang kembali beribadah supaya akhirnya rohani mereka dapat disegarkan kembali. Manfaatkanlah kesempatan ini oleh setiap anggota care sel untuk mengundang sebanyak-banyaknya orang Kristen seperti itu untuk datang kembali ke gereja dan ke Care Cell!

Oleh: Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …